
Bantu Likenya Dong lagi nyoba jadi Dubbing kalo bisa kasih komentar deh gimana...
Sakuta, Shigen, Tomoe dan Helena mengerutkan dahi mereka, cerita Sam Hong membuat emosi Sakuta memuncak.
Saat Sakuta memberontak untuk segera berdiri punggungnya tiba-tiba merasakan dingin karena Tomoe juga terbawa emosi.
Begitupun punggung kirinya dia merasakan cengkraman kuat dari Helena. Sakuta melirik ke samping kanan dan ke samping kiri.
Dia menarik nafasnya dalam kemudian dia mengeluarkannya. Sakuta tidak menyangka cerita Sam Hong juga membuat semua temannya terbawa emosi, Shigen menggenggam tangan Sam Hong.
BRAAAKKK..
Suara pintu yang sengaja di tendang oleh seseorang, mengejutkan seisi orang atau pelanggan yang berada di dalam ruangan tersebut.
Sekitar belasan orang dengan menggunakan sebuah seragam militer kerajaan, mengubrak Abrik se isi benda yang ada di ruangan restoran tersebut.
Dari ruangan khusus keluar seorang pria paruh baya dengan memakai pakaian yang begitu rapih menunjukkan dia adalah orang penting di restoran tersebut.
" Aku menejer di restoran ini, Ada apa ini?! Entah siapa yang menyuruh kalian kalian akan mendapatkan masalah karena telah merusak properti dan menakuti pelanggan kami."
" Kami tidak takut. Kami di suruh Seiteki Taishōgun.. " Salah satu dari tentara kerajaan itu menunjukan sebuah lencana emas yang nampak terukir jelas berarti Panglima Bar Bar.
Menejer restoran itu melihat arti ukiran di atas lencana tersebut. " Maaf kan aku tuan-tuan tapi apa yang kalian cari di sini? "
Tutur bahasa dan sikap menejer itu langsung berubah setelah melihat arti ukiran lencana tersebut. Tentara Tentara suruhan itu menjadi lebih angkuh.
" Kami mencari bocah yang bernama Thio Sam Hong... Dia telah melakukan tindak kriminal terhadap Tuan Muda kami dan empat orang temanya." Sakuta dari jarak yang lumayan jauh dengan jelas mendengar percakapan mereka.
Dengan berdiri tiba-tiba Sakuta langsung pergi ke arah tempat keributan tersebut, Shigen, Tomoe dan Helena terlambat untuk menghentikannya.
Saat para tentara itu masih memaki-maki Menejer Restoran tersebut, Sakuta melemparkan sebuah Tulang Ayam ke arah wajah dari salah satu tentara itu.
" Siapa itu?! " Seru salah satu tentara itu dengan geram. Sakuta dengan santai segera mengangkat tanganya.
Dia berpikir akan lebih baik cepat menunjukan batang hidungnya dari pada sembunyi-sembunyi di belakang, Sakuta takut Tentara Tentara bayaran itu justru melukai orang lain yang tidak bersalah lagi.
__ADS_1
" Brani-Braninya kau bermain-main dengan Tentara kerajaan.. Potong salah satu tangan serta kakinya." Mendengar hal itu Sakuta tertawa dengan keras.
" Sepertinya. Ide itu menarik kalian memang harus di hukum seperti itu." Saat Sakuta hendak melompat ke arah kelompok Tentara kerajaan itu, pundaknya tiba-tiba di tahan oleh tangan seseorang.
Sakuta segera menoleh ke arah pemilik tangan itu. Dia menjadi sangat terkejut mengetahui itu adalah Thio Sam Hong yang Tentara Tentara itu sedang cari.
" Aku Thio Sam Hong.. " Sam Hong menatap ke arah Sakuta, " Terima Kasih telah mengkhawatirkan ku." Sam Hong langsung berbisik di telinga Sakuta dengan tiba-tiba.
" Rupanya.. Kau memang berada di sini Thio Sam Hong!? " Saat mereka pergi ke arah Thio Sam Hong karena hendak menangkapnya.
Shigen dari belakang Sakuta tiba-tiba muncul dan langsung berdiri di hadapan belasan para Tentara itu. " Kalian sungguh orang-orang yang telah merendahkan nama seorang Tentara Kekaisaran."
Shigen langsung membuat segel tangan dengan cepat di hadaan belasan Tentara itu, beberapa detik setelah Shigen membuat Segel tangan yang begitu sulit tanpa Tentara-Tentara Kekaisaran itu sadari mereka sudah berpindah tempat.
Saat mereka sadar mereka sudah ada di dalam sebuah gurun gersang, Tentara Tentara itu menjadi lebih panik saat tiba-tiba iblis iblis kalajengking penghuni Gurun itu keluar dari dalam pasir-pasir tersebut.
***
Semua orang menjadi ketakutan saat tiba-tiba belasan Tentara itu menghilang. " Tuan Menejer, ini kantong-kantong yang berisikan emas.. Tolong pakailah emas-emas itu untuk mengganti rugi barang-barang yang rusak di sini!? Ahh.. Kami juga ingin membungkus beberapa menu makanan untuk di bawa pulang."
Semua orang menjadi lebih waspada terhadap Shigen, Shigen tersenyum dengan kecut. Dia kemudian menoleh ke arah Sakuta dan kemudian dengan tiba-tiba dia sudah berada di belakang Sakuta.
Samua orang menjadi lebih takjut melihat Shigen seakan kecepatannya belum pernah mereka lihat sama sekali.
***
" Tuan besar Taishōgun Haida.. Belasan Tentara yang anda kirim untuk menyeret Sam Hong tiba-tiba menghilang."
Haida langsung mengerutkan dahinya karena kesal. " Bagaimana bisa seperti itu!? Apa mereka kabur setelah aku membayar mereka mahal."
" Tidak Tuan.. Saat itu ada seseorang yang menghilangkan mereka semua. Sepertinya dia adalah teman dari Sam Hong."
Haida meremas kursi yang di dudukinya. "Kirim beberapa Samurai yang hebat.. Perintahkan mereka untuk menyeret semua orang yang berhubungan dengan Thio Sam Hong."
" Baik.. Tuan Taishōgun."
__ADS_1
Bawahanya itu segera memberi hormat dan pergi meninggalkannya, " Apa Tuan akan mengurus dulu masalah ini dan melupakan pertemuan Tuan dengan Tuan Besar Tokugawa!? "
Tangan kanan Haida mengingatkan Tuannya kembali. Saat Haida sadar melupakan pertemuan yang sangat pentingnya itu dia segera berdiri dan pergi.
" Suruh Samurai Samurai itu membunuh mereka saja agar lebih cepat. Meski kaisar tau aku tidak peduli yang penting putraku baik-baik saja."
" Baik Tuan... "
***
Menejer Restoran itu segera berlari ke arah Sakuta dan yang lainya berkumpul. " Tuan maaf kan aku!? Eee.. Bukanya aku mau mengusir kalian.. Tapi Tuan Taishōgun Haida kembali mengirim orang orang hebat kembali kemari, sepertinya mereka juga ingin mencari kalian semua."
" Oh.. Seerti itu baiklah terimakasih Tuan." Shigen memberikanya sebuah hormat. Setelah menyampaikan berita tersebut Shigen menyuruh Sakuta dan yang lainya untuk segera pergi meninggalkan Restoran tersebut.
" Anu.. Lebih baik aku menemui mereka, dan menyerahkan diri!? Ini urusan ku dan kesalahan ku kalian tidak sengaja terbawa masalah ini gara-gara aku."
" Hei.. Kami kalau tidak menyukainya mungkin kami akan lari saat ini juga!? Tapi ini karena kami juga menyukai masalah ini." Sakuta berseru lantang sambil tersenyum dengan lebar, sehingga membuat perasaan Sam Hong menjadi campur aduk.
" Yah.. Kau tenang saja kami akan menghadang dan mengurusi mereka semua." seru Shigen, Helena dan Tomoe serta Laura yang menggandeng tangan Shio mengangguk untuk menyakinkan perasaan Sam Hong yang saat ini tengah bimbang.
" Baik.. Terima Kasih, Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Tangis Sam Hong menjadi pecah. Sudah dari dulu dia menginginkan pertolongan seperti ini, Semua orang takut saat mendengar nama putra dari Taishōgun Haida.
Teman-temannya memilih menjauh dan mengucilkanya. bahkan tidak sedikit teman yang dulu dekat denganya malah kini ikut membulinya.
Itu semua sebenarnya bukan keinginan mereka, tapi ancaman Miyano Putra Haida yang seorang Seiteki Taishōgun.
Jabatan Seiteki Taishōgun hampir setara dengan Shogun, tapi tugas mereka berbeda Seiteki Taishōgun sering bertugas hanya untuk memberantas para pemberontak biasa atau Mentri Mentri daerah yang korup. Kalau kita sebut jabatan Seiteki Taishōgun adalah seorang kepala polisi.
Tapi karena Minato Haida merasa setara dengan jabatan Shogun mereka yaitu Takegawa, dia menjadi angkuh dan tidak tahu diri.
Bahkan dia berani mencoba membantah titah Kaisar karena iri melihat Tokugawa yang tak pernah di kekang oleh aturan Kaisar dan hidup bebas.
Saat Sakuta beserta teman-temanya yang sudah berada di ambang pintu. Belum mereka keluar mereka di kejutkan karena sudah terkepung puluhan Samurai.
___
__ADS_1
VOTEnya Jangan Lupa. entar ada Updet yang enggak di sangka sangka