
Dengan kecetan Shigen, Song Yan sudah di antarkan dengan selamat ke Istana Kekaisaran Ming, Song Yan segera melaporkan masalah yang terjadi di Kota Emey kepada Kaisar.
Shigen langsung bergegas kembali ke Kota tanpa berpamitan dengan Song Yan, dia langsung menghilang dari istana kekaisaran Ming itu.
Para Pendekar murid Xiao Nian dari Sekte Anggrek Emas mulai berdatangan untuk ikut membantu Xiao Nian beserta yang lainnya, sekitar ratusan orang mulai berdatangan di Kota tersebut.
Tapi mereka masih jauh dengan lokasi pertempuran Xiao Nian dengan yang lainnya, membutuhkan beberapa jam lagi sehingga mereka sampai di tempat pertempuran tersebut.
Tapi dari kejauhan mereka dapat merasakan pertempuran dasyat antara beberapa pendekar hebat di Benua Badai dengan musuh yang masih mereka belum ketahui pasti informasinya, karena bertukaran serangan mereka mampu mengguncang Langit dan Bumi serta menghancurkan bangunan-bangunan di kota Emey sampai rata.
***
Itu bagaikan sebuah angin segar bagi Gin Longer, Lubu Kaiji, dan lainya. Meskipun mereka menang jumlah tapi kekuatan mereka tetap masih kalah dengan para Demon tersebut.
Sudah ribuan jurus dan beberapa serangan mereka saling bertukar, dari kejauhan memang Gin Longer dan lainya nampak lebih unggul dari pada Demon.
Tubuh mereka nampak banyak terdapat luka sayatan pedang atau senjata lain yang di pakai para Demon, pertukaran serangan mereka menghancurkan bangunan-bangunan di dekat mereka sampai menjadi sebuah puing-puing kecil.
__ADS_1
Tiga God Slayer masih bertarung dengan sangat ketat dengan Demon yang memiliki enam tangan, benturan senjata mereka menggetarkan langit dan bumi serta menghancurkan sekelilingnya.
Di atas bukit tempat Sakuta bertempur, Demon yang mampu menghilangkan keberadaannya hampir terpukul mundur, Sakuta dengan buas terus menyudutkanya dengan serangan bertubi-tubi menggunakan dua katana andalanya.
Dengan kemampuan penglihatan Helena dan Gensutya yang selalu melindungi sakuta serta penglihatan mata yang hebat, membuat Demon tersebut sulit untuk menyerang balik Sakuta.
Tomoe yang memiliki Energi Mana yang tak terbatas, dari kejauhan terus membantu Sakuta sehingga membuat Demon tersebut menjadi lebih kesulitan untuk bergerak walaupun itu cuma untuk melarikan diri.
Demon tersebut mengerutkan dahinya wajahnya berubah menjadi lebih serius. Dia terus mengumpat sambil menghindari sayatan Sakuta dia hanya bisa terus menangkis dan menghindar.
Ketika dia menyerang menggunakan Tenaga dalamnya, Sakuta justru menyerap jurusnya tersebut dan memberikannya kembali membuatnya seperti senjata makan Tuan.
Wajahnya sekarang berubah menjadi lebih sangat geram dan juga sudah sangat kesulitan. "Luciver.... " Demon tersebut langsung berteriak dengan keras, dan nampak urat-urat di lehernya keluar karena saking kerasnya dia berteriak.
Seketika itu warna langit berubah menjadi hitam, angin kencang berhembus seketika dengan kuat di kota tersebut, suara gemuruh petir dan kilatan cahaya seakan-akan.
Akan terjadi sebuah badai yang sangat besar di Kota Emey.
__ADS_1
Demon yang melawan Tiga God Slayer mundur dengan tangan sebelah kanannya terpotong semua.
Lin Zi, Wang Mu, dan Mio Zi hampir berhasil membunuh Demon yang membawa kendi di belakangnya.
Demon bertangan empat juga mundur setelah, bertukar puluhan ribu serangan dengan Lubu Kaiji dan terus seimbang.
Gin Longer terluka parah begitupun Xiao Nian yang membantunya, Gin Longer terkena tebasan besar di punggungnya karena lawannya mampu menghilang dengan tiba-tiba memasuki sebuah Lubang Dimensi.
Sehingga memecahkan serangan kombinasi antara Xiao Nian dengan Gin Longer. Lubu Kaiji segera menghampiri Gin Longer.
" Tetua Gin, istirahatlah biar aku yang menghadapinya." Seru Lubu Kaiji.
" Aku sebenarnya masih mau meladeni kalian, tapi Demon Emperor sudah memanggil hewan kesayangan-nya! Berarti kami harus mundur." Tiba-tiba di samping Demon tersebut keluar sebuah lubang hitam lalu dia masuk dan menghilang.
" Sial, Mereka kabur.. " Umpat Lubu Kaiji kesal.
" Tidak pendekar Dewa perang, lihatlah di atas langit." Seru Xiao Nian, dengan menunjukan jari telunjuknya ke arah langit.
__ADS_1
Keluarlah sebuah tangan Monster dari portal tersebut, Ketika seluruh tubuh Monster itu keluar seutuhnya.
Aura mengerikan yang di keluarka Monster tersebut, membuat seluruh tubuh para pendekar yang berada di Kota Emey seakan seperti tertimba batu besar.