
" Tetua Rag, kami menemukan sebuah kotak di depan gerbang desa! " Rag yang tengah memeriksa lembaran surat terkejut wajah Rag langsung berubah kegirangan setelah mendengarnya, dia langsung memerintahkan bawahanya untuk membawa masuk kotak tersebut.
' Mungkin Dark elf itu berhasil melaksanakan tugasnya! ' Dengan wajah senang dia tidak sabar ingin melihat isi dari dalam kotak tersebut.
" Cepat buka kotak ini! " Rag langsung memerintah supaya cepat membuka kotak tersebut.
Suara kotak yang telah terbuka itu seakan menjadi sebuah suara yang paling ingin iya dengar saat ini, kotak itu segera terbuka oleh bawahanya tersebut tapi.
Tiba-tiba para bawahanya langsung muntah-muntah di hadapanya.
" Ada apa? " Rag bertanya dengan wajah yang kebingungan dan bersuara dengan nada yang geram dia kemudian mendorong bawahanya agar menyingkir dari kotanya tersebut.
Wajah Rag langsung berubah menjadi putih pucat. " Ini Kepala kan! I-itu kepala anak pemimpin suku Dark elf yang aku suruh membunuh ******** Shigen itu! "
" Tetua Rag, ada mayat tanpa kepala yang di gantung di atas pohon pinus suci kita." bawahnya dengan tergesa-gesa menyampaikan hal yang ia temuinya tersebut.
Bawahanya yang baru melapor kepada Rag itu menjadi kebingungan, ketika dia masuk Rag sudah terduduk sambil mematung dengan wajah ketakutan dan tubuh yang bergetar hebat selain itu juga teman-temannya juga lemas seakan habis melihat iblis.
__ADS_1
Dia menghampiri Rag dan menyentuhnya sambil memanggil-manggil nama Rag, Rag sontak terkejut dan begitu murka terhadap bawahanya yang telah mengejutkanya tersebut.
Dia langsung memukul wajah bawahanya tersebut. " Ada apa? kau berani sekali mengejutkanku! "
Sambil memegangi wajah yang habis di pukuli Rag, dia melaporkan temuanya tersebut.
Setelah mendengar laporanya itu Rag malah menjadi hilang kendali dan sangat murka dia memukuli bawahanya itu sampai hampir membunuhnya, untung saja bawahanya yang lain menghentikan aksi gila Rag tersebut.
Setelah kotak isi kepala dan tubuh yang tergantung di pohon pinus suci itu sudah di bereskan, Rag mengumpulkan tetua dan penasehat kepercayaannya.
" Kemungkinan perang antar suku akan kembali terjadi lagi." salah satu tetua angkat suara dan mendesah lemas sambil kebingungan entah harus apa yang ia lakukan.
Rag hanya mampu menundukkan kepalanya karena dia sudah kehilangan ide, menyesalpun dia tidak pantas sebenarnya masalah yang terbesarnya adalah karena Dark elf yang dia suruh merupakan salah satu anak dari pemimpin Dark elf.
Jadi dia hanya berpikir mungkin hanya dengan menyerahkan dirinya terhadap tetua Dark elf dan menggantikan nyawa anaknya itu, adalah jalan satu satunya untuk menyelamatkan penduduk desanya.
" Bagaimana kalau kita membunuh Shigen ini, Nona Laura bisa di jadikan umpan yang bagus." bawahan Shigen melontarkan idenya.
__ADS_1
Setelah mendengar masukan tadi wajah para tetua di dalam ruangan itu menjadi sangat serius, salah satu dari mereka kembali bersuara dan setuju dengan ide tersebut.
" Apa kalian bodoh!? " tetua elf yang paling tersepuh berteriak kencang sambil menggebrag meja di depannya. " Kalian tau kenapa Shigen ini mengirim kepala Dark elf yang telah ia bunuh ke desa kita ini? dia juga mencoba menyampaikan pesan untuk jangan coba mengganggunya."
" Betul apa yang di katakan tetua tadi, kalau kita bermain-main dengannya lagi mungkin itu malah yang akan merugikan kita." seluruh orang yang ada di ruangan terdiam.
" Lebih baik, kita menemui Shigen ini dan mengabulkan apa yang dia mau! Itu sebagai permintaan maaf kita. Biarkan Nona Laura menemuinya dan menyampaikan permintaan maaf kita, kemudian kita manfaatkan dia untuk melawan para Dark elf."
Wajah Rag terkejut dengan ucapan yang tadi di sampaikan oleh salah satu tetua elf itu. "Aku setuju dengan saran tetua tadi. Bagaimana dengan yang lainya? "
Rag meminta masukan suara lagi, "Aku setuju.. "
" Aku juga setuju.. "
" Aku Setuju.. "
" Aku juga setuju.. "seluruh orang di dalam ruangan tersebut sependapat dengan saran tetua mereka tersebut.
__ADS_1