
Butuh hampir lima jam, mereka berdebat dan mengajukan setiap informasi penting mereka, hanya Gin Longer yang mempunyai banyak informasi, karena memang kekuatan Sektenya yang mampu menguasai setiap asosiasi dan jalanya perdagangan antar Benua.
Setelah selesai Tetua Gin Longer mengajak setiap Tamu dan Tuan Rumah, Untuk bersantap di salah satu cabang Restoran bernama Restoran Batu Giok miliknya di dekat sekte Anggrek Emas.
Awalnya Tetua Xiao Nian menolak karena dia ingin melayani Tamu-tamunya, Tapi Lin Zi si Drunken Gods, memaksa ikut Tetua Gin karena dia teringat Restoran Batu Giok terkenal dengan arak terbaiknya.
Setibanya Mereka di Restoran Batu Giok, Mereka di sambut dengan hangat, meskipun banyak dari mereka berpenampilan buruk apalagi Wang Mu dan Sakuta.
Tapi para pelayan Restoran lebih memandang Tetua Gin, karena mereka tau kalau Tetua Gin menghormati mereka berarti para pendekar tersebut bukan orang sembarangan.
Lin Zi sudah menjilati bibirnya yang kering, setibanya duduk di tempat khusus yang di sediakan untuk mereka semua, dia langsung meminta di ambilkan arak terbaik di Restoran tersebut sepuluh kendi.
" Berikan para pendekar yang berada di sini, Arak terbaik, makanan terbaik serta layani mereka semaksimal mungkin." Tetua Gin berpesan pada pelayan itu.
__ADS_1
" Apakah kami perlu menyiapkan gadis-gadis untuk menghibur para pendekar, Tetua Gin? "
Xiao Lang si God Slayer angkat bicara dan setuju untuk tontonan menarik yang di tawarkan, Tetua Gin menuruti dan meminta semua pelayanan terbaik disini.
Ketika Arak dan berbagai macam makanan sudah datang mengisi meja mereka, muncullah beberapa gadis-gadis muda yang cantik membawa berbagai alat musik dan empat dari mereka berdiri untuk menari.
Ketika lantunan dan paduan berbagai instrumen musik di jadikan satu, keluar lah melodi-melodi nada yang indah, dan menyejuk-kan hati tarian empat gadis cantik tersebut.
Bagaikan Kupu-kupu yang berterbangan di bunga yang mekar ketika musim semi, bau harum dari tubuh gadis-gadis penari dan pemain musik ini, mengisi seluruh ruangan.
Dengan arak terbaik serta makanan terbaik dan para gadis cantik di sini, membuat mereka tertawa dan melupakan beban berat yang akan mereka tanggung.
Sakuta terpaksa duduk mematung setelah menyantap seluruh makanan dengan lahap, hanya Sakuta yang terlalu menonjol ketika makan, karena kerakusanya dia menghabiskan ratusan piring dengan cepat Tomoe dan Helena sudah terbiasa dengan itu.
__ADS_1
Tapi Tomoe dan Helena berada di sampingnya, karena gerak gerik Sakuta ingin ikut menari dan tertawa dengan pendekar lainya.
Ketika salah satu penari di bisikan Xiao Lang untuk menjemput Sakuta, pandangan mengintimidasi Tomoe dan Helena tertuju pada penari tersebut.
Mio Zi tertawa melihat tingkah laku Tomoe dan Helena.
" Sepertinya tuan Sakuta memang harus di jaga ketat, oleh Nona Tomoe dan Nona Helena! memang orang yang hebat di sampingnya ada wanita yang hebat."
Lubu Kaiji dan Shigen masih terlihat membicarakan hal penting, Shigen di suruh tetap menutup identitasnya dari publik beserta Tomoe.
Tetua Gin juga berbincang dengan Wang Mu si pengemis gila prihal masalah penting, Sakuta kemudian di ajak Tomoe untuk membeli pakaian baru untuknya.
Karena gersang dan teriknya, serta banyaknya iblis dan hewan buas di Gurun Neraka, membuat pakaian-nya banyak yang sobek dan berantakan.
__ADS_1
Tomoe menyered dan meninggalkan restoran tersebut, ketika memasuki toko pakaian Dia memilih banyak pakaian untuk di pakai Sakuta.
Sakuta hanya bisa menuruti keinginan Tomoe, dia juga heran dengan semuanya.