
Setelah pembicaraan kecil itu Sakuta, Tomoe beserta Helena, dia bawa Charlot untuk melihat sebuah batu raksasa yang akan di gunakan mereka bertiga sebagai alat atau tempat mereka bertiga kembali.
Batu itu, dulu pernah di gunakan pendekar hebat dari benua Khalka beberapa abad dulu, untuk pergi mengantarkan pesan dari kaisar benua Khalka atau juga kadang di gunakan oleh pendekar tersebut untuk pergi mengemban tugas.
Hanya segelintir pendekar dari benua Khalka yang mampu berpindah menggunakan batu itu. Karena selain di butuhkan tehnik khusus, yang hanya bisa di aktifkan oleh keturunan penjaga batu yang di ajarkan turun temurun.
Karena kecepatan perpindahanya lebih cepat dari kecepatan cahaya, bagi pendekar yang hendak memakai teleportasi tersebut setidaknya memiliki energi Mana atau Qi yang sangat dasyat.
Bagi pendekar yang hanya berada dalam kategori biasa, tubuh mereka akan hancur karena kecepatan perpindahan itu akan menghancurkan tubuhnya.
Itu di sebabkan karena paparan radiasi yang sangat kuat, serta kecepatan teleportasi itu akan menghancurkan kulit dan tubuh mereka atau pendekar yang di kategorikan biasa.
__ADS_1
Charlot menatap ke arah Sakuta yang kini tengah berpikir. " Tidak apa-apa.. Aku memiliki cara khusus untuk mengatasi teleportasi ini!? Tapi untuk Tomoe dan Helena kekuatan mereka pasti sudah tidak di ragukan lagi kan putri Charlot."
Charlot mengeluarkan nafasnya pelan, " Aku lebih akan mempercayai mu tuan Sakuta!? " Charlot kembali menjelaskan cara mengaktifkan teleportasi menggunakan batu itu. " Hanya satu orang dari seluruh wanita di negri ini yang bisa mengaktifkan teleportasi batu ini!? Namanya Lucy, mungkin tuan Sakuta pasti sudah mengenalnya.. "
Urat-urat kecil mulai nampak terlihat di kepala Tomoe dan Helena, " Tenang Lucy ini yang pernah menangkap tuan Sakuta bukan melakukan hal lainya."
Senyum di wajah Tomoe dan Helena tiba-tiba langsung kembali setelah penjelasan Charlot yang cukup jelas itu.
" Sebaiknya kau tidak membahas wanita lain ketika aku sedang bersama mereka berdua. Entah kenapa mereka selalu seperti ini!? "
" Yahh... Mungkin aku telah berbuat salah kepada mereka, tapi aku tidak menyadarinya."
__ADS_1
" Dasar... Hi.. hi.. hi.. hi.. " Charlot tertawa cengengesan setelah mendengar pernyataan Sakuta.
" Putri.. " Helena yang dari awal seakan menahan diri untuk menanyakan sesuatu terhadap Charlot. Kini dia sudah memaksa dirinya untuk memberanikan diri.
" Kau pernah bilang kepada aku dan Tomoe, tentang sebuah peta yang negrimu miliki boleh kami melihat peta tersebut."
Peta tujuh alam yang di miliki benua Khalka ini sebenarnya sudah menjadi harta negara bagi kerajaan putri Charlot.
Tapi permintaan Helena ini, sedikit sangat sulit untuk di turuti. Tapi melihat tugas yang akan mereka emban saat ini membuatnya sedikit gelisah.
" Putri, kau sesungguhnya sudah tau tugas yang sedang kami emban saat ini.. Kalau kau menerima permintaan kami ini, kami juga akan membantu benua Khalka ini!? Karena lawan kita sebenarnya sama."
__ADS_1
Charlot sedikit memikirkan hal ini cukup serius, " Kalian benar, Meski bagaimana pun kunci atau petunjuk apapun tentang dunia kita ini kalian harus mengetahuinya kalau melihat tanggung jawab besar kalian!? Tapi peta ini sudah menjadi harta negri ini. Apakah tidak ada hal lainya yang di inginkan kalian.. Apa cuma peta Tujuh dunia itu yang kalian butuhkan aku ta.. "
" Yang takut itu bukan hanya dirimu, melainkan semua orang yang masih hidup di dunia ini sampai tua pun kita akan merasakan arti ketakutan. Bagaimana kalau mereka yang kemudian mencurinya dari mu? "