
Pengumuman!!
Sebelumnya, saya mengucapkan beribu terima kasih kepada saudara AGIL GUALI.
Karena dia sebagai orang pertama yang memberikan voting, dan dukungan pertama kali, Di Legenda Ninja Angin ini.
***
Mereka semua menatap ke arah Sakuta.
" Maksud mu pedang putih ini!? " Sambil Sakuta mengangkat pedang tersebut ke atas.
" Yah, Tuan, Itu pedang Kusanagi! pedang yang terbuat dari ekor iblis Yamata No Orochi."
" Kalau begitu, pedang yang satunya lagi itu apa?" Tanya Shigen penasaran.
" Oh.. ini pedang yang di berikan Kaisar Dragon." Sambil tersenyum senang.
" Hah.. kenapa kau tidak mengenalkan itu padaku! " Tanya Shigen kesal.
" Tuan, Alangkah baiknya! kau memperlihatkan-nya." jawab Ratu Ular
__ADS_1
Sakuta terpaksa mengambil pedang yang selama ini dia sarungkan selama ini. Ketika Sakuta mengangkat beberapa inci pedang tersebut, aura menakut kan keluar membuat kulit mereka yang berada di ruangan tersebut merinding.
" Cukup, Tuan Sakuta! kau seharusnya memperingatkan kami! " peringatan Helena langsung Sakuta dengar.
Setelah memasukkan kembali pedang tersebut, Sakuta malah tersenyum seperti tak mempunyai salah. Ratu Ular kemudian pamit, dan ketika itu keluar asap menandakan dia menghilang.
" Bagaimana kakak Sakuta, seperti tidak terpengaruh? Kekuatan pedang yang di keluarkan kakak tadi sangat besar." Tanya Huan penasaran.
" Aku juga tidak tau, bahkan para titan juga tidak sanggup bergerak, dan tak mampu mengelak sayatan Katana ini!"
" Sakuta, Rahasia apa lagi yang kau sembunyikan padaku! " Geram Tomoe, Sakuta merasakan aura pembunuh menyeramkan.
Sambil memberikan sebuah Jepit rambut berukir kupu-kupu.
" Oh, Iya aku juga membelikan mu Bunga."
Tomoe, yang wajahnya tadi marah kini merona dan malu-malu. Sakuta mengusap keringat yang keluar dari keningnya, Dia mulai merasa lega dan menghembus kan nafasnya perlahan sebagai tanda dia telah selamat dari malapetaka.
" Terima kasih Sakuta, Besok kau boleh mengajak ku."
Helena mengerutkan dahinya, baru pertama kali ada seorang pria yang tidak tertarik denganya.
__ADS_1
" Tuan Sakuta Lupa sepertinya, terhadapku? " Helena sekarang jadi lebih berani merayu Sakuta di hadapan Tomoe.
" Kucing garong, kau bilang kau bunganya kota Light ini, kenapa kau merayu pria milik... !" Wajah Tomoe berubah jadi merah tomat, dia menghentikan perkataan-nya sambil menatap Sakuta.
" Aku tidak bermaksud bilang!? Suk... Sakuta Bodoh.. !? " Tomoe malah memaki-maki Sakuta.
Helena mendekati Sakuta, dan mengelus lembut pipinya sambil menatap tajam ke arahnya. Sakuta berusaha menghindar sambil tersenyum canggung, dan sesekali melirik ke arah Tomoe.
Tatapan Tomoe berubah menjadi menyeramkan kembali.
" Sudahlah, Kita harus serius! jadi apakah Nona Helena serius mau bergabung dengan kami, Walaupun Sakuta di belakang kami. Tapi kekuatan kami masih jauh untuk melawan mereka, kami percaya Nona memiliki sesuatu yang mampu membantu kami.
Kalau kalian bersedia kita harus bergegas ke Benua Angin, mengambil catatan Tuan Hanzo untuk kita beritahukan ke seluruh pendekar di bumi ini. Karena kita harus bersatu dan membantu satu sama lain."
Ketika mendengar informasi penting tersebut, Helena saling berpandangan Bersama Huan mereka mengangguk bersamaan. Setelah mereka sepakat dan selesai membahas tujuan mereka tiba-tiba ada seorang pelayan yang menyampaikan kabar mengejutkan.
Kota Light di serang dua orang, tapi itu hanya pengalihan untuk melemahkan penjagaan istana, mereka menerobos dan menculik Kaisar.
Helena dan Huan yang terkejut, langsung berlari untuk mengejar penjahat tersebut. Sakuta bersama kelompoknya di paksa untuk diam sementara di istana takut ada strategi lain yang di miliki musuh.
Mereka di suruh menunggu, untuk memastikan keselamatan warga kota. Sakuta yang selalu bertindak bodoh pun di tahan Shigen dengan paksa.
__ADS_1