Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Chapter. 71


__ADS_3

Para Dark elf berkumpul di tepian api unggun yang telah mereka buat, wajah mereka menggambarkan kelelahan yang sudah mereka tahan sejak dua hari ini dari tadi.


Para jendral dan pemuka Dark elf masih membahas soal rencana penyerangan mereka besok.


" Jika membahas kebiasaan Elf putih, ketika sang Surya mulai menunjuk kan sinarnya mereka memang tidak akan berjaga atau bersiap untuk berperang!! Karena mereka semua pasti sedang sibuk untuk sembahyang atau sibuk memuja dewa mereka ."


" Tuan benar, tapi leluhur kita dari dulu juga tidak memperbolehkan kita mengganggu mereka ketika mereka sembahyang!? Karena itu akan memunculkan suatu musibah atau petaka bagi kita semua." seru salah satu bawahanya tersebut dengan wajah yang sedikit panik.


" Lalu.. Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau akan diam, ketika melihat keluargamu di bunuh di depan mata kepala mu sendiri? " Anak dari pemimpin Dark elf itu segera membuka suaranya karena dia meresa geram dengan alasan bawahan-nya tersebut.


" Bukan begitu Tu-tuan!? " wajah bawahanya seketika itu juga menjadi kaku dan terlihat khawatir.


Dia takut akan menyinggung pemimpin-nya dan mungkin akan mendapatkan masalah bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


" Sudahlah anak-ku!? Aku mengerti kenapa dia berkata demikian. Tapi memang benar apa yang di katakan-nya tadi! Dulu leluhur kita pernah menyerang mereka ketika pagi hari, ketika waktu mereka sedang sibuk sembahyang atau tengah sibuk menyembah dewa mereka.


Karena kesalahan yang mereka buat kepada para elf putih pada saat itu, koloni leluhur kita terkena suatu wabah berbahaya atau juga bisa di sebut sebuah penyakit yang dapat menular. pada saat itu!? Leluhur kita terkena suatu penyakit yang dapat menyebar hanya dengan sebuah kontak mata.


Mereka semua tiba-tiba satu persatu terbunuh dan tertular penyakit tersebut. Sehingga mereka terpaksa mengasingkan warga-warga yang terkena penyakit tersebut jauh dari desa.


Tapi, itu hanya sebuah sandiwara yang di buat oleh para leluhur pemimpin desa kita dulu. Mereka sebenarnya sudah membuat cara agar mereka menghentikan penyebaran penyakit tersebut, yaitu dengan membunuh mereka semua yang tertular.


Jadi ketika para warga yang telah tertular dan di asingkan itu sedang tertidur. Mereka membakar tempat bernaung mereka dan membakar mereka semua hidup-hidup dalam keadaan mereka yang masih tertidur, leluhur kita menyebut nama virus atau penyakit tersebut dengan nama RED DEATH. "


Mereka semua tertunduk bingung, karena mereka semua sudah kehilangan banyak cara untuk! Bagaimana mereka semua dapat membalaskan kekalahan mereka hari ini.


AAaaahhhhh...

__ADS_1


Sebuah teriakan keras dari seseorang yang tengah kesakitan tiba-tiba terdengar oleh mereka semua, itu membuat wajah mereka semua berubah menjadi sangat serius.


" Apa yang terjadi? " Wajah pemimpin Dark elf lah yang pertama kali menjadi sangat marah dan sangat serius. " Cepat periksa apa yang terjadi!! Mungkin para elf licik itu, telah menyusul kita dan menyerang balik!? "


" Tetua.. Cepat.. Lari... "sebuah teriakan keras memotong pembicaraan pemimpin Dark elf tadi. Ternyata salah satu bawahan mereka berteriak histeris sambil berlari menuju ke arah mereka semua.


" Ada apa? Apakah elf licik itu menyerang balik? Kita hadapi saja mereka semua jangan takut." Anak Tetua Dark elf itu langsung meneriaki bawahanya dan juga menyakin kan bawahanya tersebut agar tidak lari dan menghadapi mereka semua.


" Tidak, ini bukan tentang Elf putih! Ada Mons... AAaaahhhh.. " Sebelum selesai berbicar tiba-tiba tubuh bawahanya tadi seketika itu seperti tertarik oleh sesuatu yang mirip seperti sebuah tentakel yang sangat cepat dan panjang.


Wajah dari anak pemimpin Dark elf tersebut seketika itu juga langsung berubah menjadi pucat dan panik.


" It_ itu.. " dia langsung terjatuh dan terduduk di atas tempat berdiri tersebut karena terkejut dan panik.

__ADS_1


" Cepat.. bawa dan lindungi semua orang yang masih selamat!? Kita harus berlindung ke tempat yang lebih aman.." seru pemimpin Dark elf itu dengan keras.


Dia langsung menarik tubuh anaknya yang masih terkejut dan panik. Mereka semua berlari ke arah tempat para elf putih..


__ADS_2