Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Thio Sam Hong


__ADS_3

Kedua pendekar itu sudah memasang kuda-kuda bertarung mereka, mereka sudah bersiap di tempat mereka berdiri.


Thio Sam Hong segera mengambil inisiatif untuk menyerang, Pemuda yang bernama Jin juga tidak tinggal diam. Dalam hitungan beberapa detik serangan mereka sudah saling beradu dan bertemu.


Tiap serangan yang di tunjukkan Jin begitu kuat serta sagat cepat, tapi di sudut penantang yaitu Thio Sam Hong menunjukkan sebuah gerakan pelan layaknya seperti sebuah Air.


Sebuah paduan kolaburasi gerakkan beladiri yang sangat berlawanan, menunjukan sebauh pertandingan yang sagat menarik dan menegangkan semua orang berteriak begitu pula Sakuta yang juga mulai terbawa suasana pertarungan tersebut.


' Aku tidak asing dengan gerakan lembut tapi kuat. Dari pemuda yang bernama Thio Sam Hong ini.' Mereka berdua saling menghujani dan saling menahan tiap serangan satu sama lain.


Saat pemuda yang bernama Jin seakan sudah di atas Angin, dia menggunakan setiap celah yang di Miliki Sam Hong untuk selalu menyudutkannya.


Tapi setelah terus menghindar, Sam Hong akhirnya membalas serangan Jin. Dan serangannya tersebut langsung menjatuhkanya dan mengalah kan pemuda yang bernama Jin.


Mata Sakuta melebar dia seakan melihat sebuah Air yang permukaanya tengah di mainkan seorang anak kecil dengan menggunakan sebuah bola udara.


Semakin Bola udara itu semakin di tekan kedalam air. Bola udara itu akan melompat dari air dan kemudian terbang menyerang ke arah wajah anak yang bermain main dengan Air tersebut.


Sakuta mengerinyitkan giginya. " Jadi ini jurus Thaichi.. " Sakuta masih terus mengamati pemuda yang bernama Thio Sam Hong ini.


Thio Sam Hong langsung memberikan sebuah penghormatan di depan Pemuda yang bernama Jin, seluruh penonton lagsung menyoraki kedua pendekar hebat tersebut.


Setelah Jin turun dari tempat duelnya, Sam Hong kembali menantang setiap orang yang ada di sekitarnya tersebut.


Sakuta yang sudah menunggu momen ini segera melompat ke arah panggung tersebut. Dia segera memberi hormat kepada semua orang dan Thio Sam Hong.


" Nama saya Sakuta Ryogo.. " Setelah Sakuta menyebutkan namanya semua orang saling berbisik merasa tidak asing dengan nama tersebut.


Tapi Thio Sam Hong langsung mengalihkan perhatian dengan langsung membalas penghormatan Sakuta dengan membalas penghormatan tersebut.


" Thio Sam Hong.. " Sam Hong kembali memperkenalkan diri. saat setelah beberapa detik Sam Hong langsung memasang Kuda-kuda bertarungnya.


Sam Hong Langsung melompat ke arah Sakuta. Sakuta dengan reflek cepat langsung menerima serangan Sam Hong.


Sakuta kembali tersenyum di hadapan Sam Hong. ' Apa? Dia tersenyum.' Batin Sam Hong. Hujanan serangan mulai di layangka oleh Sam Hong ke arah Sakuta.


Sakuta masih bisa menangkisnya dengan tersenyum, merasa seperti di provokasi oleh Sakuta. Sam Hong kembali melompat mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak mereka berdua.


Sam Hong langsung mengambil pedang yang sengaja dia taruh di sisi panggungnya. Semua orang menjadi menggila saat duel antara Sam Hong dan Sakuta menjadi lebih seru.


" Kau sudah memiliki pedang bukan? " Seru Sam Hong sambil menatap tajam ke arah Sakuta.


Sakuta langsung mengangguk mengerti atas maksud ucapan Sam Hong. Sakuta segera menarik Kusanagi miliknya keluar dari sarungnya.


Sam Hong langsung mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh pedangnya tersebut, di tiba-tiba langsung menghilang dari pandangan semua orang kecuali pandangan mata Sakuta.


Sakuta dengan jelas dapat melihat Sam Hong bergerak dan melompat ke arahnya, Sakuta langsung memblokir seranganya tersebut.

__ADS_1


Duel dua pendekar pedang menjadi sangat seru karena gerakan mereka berdua sangt cepat dan indah. Sakuta menggunaka jurus pedang kupu-kupu musim semi.


Sebelumnya setelah Raja Dragon Kaisar Naga Tifon, memberikanya sebuah berbagai pengetahuan tentang ilmu-ilmu beladiri termasuk ilmu berpedang.


Dia belum pernah menggunakan salah satu ilmunya tersebut untuk bertarung dengan musuh-musuhnya. Karena lawan lawan Sakuta sekuat Iblis dan para Siluman sehingga Sakuta hanya memerlukan sebuah insting, Gerakan cepat dan Kuat.


Itulah yang selalu di gunakan Sakuta untuk melawan semua musuhnya, ' Jurus-jurus ini akhirnya bisa ku pakai.. Kupikir jurus bela diri kuno pemberian Raja Dragon tidak mungkin akan aku gunakan. Akhirnya aku dapat menari dengan lincah menggunakan jurus-jurus ini.'


Gerakan Sakuta menjadi sangat sulit di tebak dan semakin tajam. Sam Hong menjadi semakin terpojok dan selalu terpojok.


KLAAANGG...


Pedang Sam Hong terbang melayag ke atas udara, Sam Hong mengangkat kedua tanganya dan menyerah.


Dia sudah tidak sanggup menangkis setiap serangan Sakuta. Tiba Tiba samua orang menjadi histeris dan meneriaki nama Sakuta Sam Hong, mereka semua merasa terhibur mereka kemudian langsung melempari puluhan receh di atas panggung Sam Hong.


Sam Hong menjadi sangat senang dan menjadi sangat antusias, secepat mungkin mengumpulkan puluhan koin-koin yang berserakan itu.


Tapi ke kesenangannya hanya bertahan sebentar saja, ada lima orang yang datang dengan angkuh tersenyum kecut menatapnya.


" Sam Hong!? Karena kau telah berbuat sombong di tempat umum, kakak perguruan mu ini akan merampas semua harta ilegal yang kamu miliki." Orang asing itu tersenyum sinis merendahkan Sam Hong.


Anehnya Sam Hong tidak berani membalas tatapan kelima orang tersebut. Dia hanya menundukkan dalam kepalanya dan hanya diam mendengar perkataan mereka.


" Cepat.. Berikan.. " salah satu dari kelima orang yang mengaku kakak seperguruannya, segera berlari ke arah Sam Hong degan tiba-tiba dia menendang tubuh Sam Hong dengan keras.


Sakuta yang tiba-tiba menghadang kelima pria tersebut, membuat salah satu dari mereka yang hendak menyerang Sam Hong kembali mundur.


Satelah melihat aksi Sakuta, para penonton yang tadi melihat pertunjukan Sam Hong. Mereka semua juga berkomentar kenapa kelima orang ini menuduhnya membuat tindakan ilegal.


Kelima pria ini merasa terpojok, salah satu dari mereka menunjuk Sakuta dengan ekspresi wajah yang sangat geram.


Sakuta yang memang benci ketika dia di tunjuk, segera menghilang dari pandangan mereka dan kemudian memukul keras wajah pria muda tersebut.


Pria itu terpental cukup jauh saat Sakuta hendak menyerangnya lagi, kedua tanganya tiba-tiba di hentikan ses orang. Sakuta menoleh ke arah dua orangbyang tengah mengunci tanganya tersebut.


Rupanya mereka berdua adalah Tomoe dan Helena. Keempat pria yang lainya dengan cepat mereka segera menarik pria yang telah di hajar Sakuta itu.


Mereka berlima segera berlari dan meninggalkan tempat Sam Hong. Shigen membantu Sam Hong agar segera mengangkat Tubuhnya.


Wajah Sam Hong masih mematung, ikutlah dengan kami Shigen menarik Sam Hong pergi dari kerumunan orang-orang tersebut.


***


Shigen bersama teman yang lainya menggiring Sakuta dan Sam Hong pergi ke restoran dan segera memesan hidangan yang terbaik di tempat ini.


Helena yang sudah memarahi Sakuta terus menerus, membuat wajah Sakuta sedikit babak belur Tomoe juga merasa kesal melihat tingkah anak-anak Sakuta dia juga memukuli wajah Sakuta sampai babak belur.

__ADS_1


Shio-Chan tertawa melihat wajah Sakuta yang terlihat babak belur tersebut. Sam Hong masih belum bisa bicara dan terus menundukkan wajahnya kebawah.


" Ini Semua salah kalian... " Sam Hong tiba-tiba berdiri dan berteriak di hadapan Shigen dan yang lainya.


Sakuta yang pertama mencoba meladeni Sam Hong. Tapi Sakuta langsung di tarik Tomoe dan Helena dengan cepat.


Shigen menatapnya dengan tajam, " Apa maksudmu?! Jelas-jelas kami telah menolong mu!? " Shigen mencoba tenang menghadapi Sam Hong yang wajahnya terlihat jelas sedang ketakutan.


Shio kecil merasakan Aura yang tidak biasa melihat perdebatan orang dewasa itu, dia memeluk Laura dengan erat. Shigen memberi Isyarat kepada Laura untuk membawa Shio pergi menjauh.


Laura mengangguk dan segera pergi menjauh membawa Shio-Chan dari tempatnya tersebut. Wajah Sam Hong masih ketakutan.


" Saat mereka mencoba menyerang tadi, kalian lebih baik membiarkan mereka saja. Gara-gara mereka keluarga ku hancur."


Wajah semua orang yang mendengar ucapan Sam Hong menjadi sangat serius. " Lebih baik kau ceritakan masalah mu kepada kami, Kami sudah terpaksa ikut dalam masalah mu dengan mereka. Seru Shigen dengan jelas."


Mendengar hal tersebut Sam Hong meneteskan air matanya cukup deras. " Dulu keluargaku merupakan keluarga yang bahagia, dan aku juga bersyukur aku memiliki sebuah bakat alami menjadi seorang pendekar.


Tapi itu berubah saat aku mencoba menolong adik perempuan seperguruanku saat ia, tengah di serang kelima berandalan tadi.


Aku melawan mereka semua hingga mereka babak belur, dan melaporkan ini ke Guru kami. Tapi anehnya guru kami hanya diam saja saat aku mengucapkan nama orang-orang brengsek itu.


Justru Guru ku meminta agar aku lebih biak segera meminta maaf terhadapnya. Aku awalnya tidak mengerti maksud dari guru ku ini.


Saat hari selanjutnya aku di panggil ke ruangan kepala sekte, saat aku masuk aku melihat kelima ******** itu bersama dengan seorang pria sepuh dengan Aura wibawa yang begitu tinggi.


Di situ juga aku melihat kedua orang tuaku dan juga gadis yang telah aku tolong.


Pria sepuh itu menatap tajam diriku, ketua sekte kemudian memintaku untuk segera meminta maaf terhadap kelima ******** itu.


Aku menolak dan aku mencoba menjelaskan kepada mereka semua, tapi ayah ku tiba-tiba berteriak agar aku berhenti bercerita hal yang sesungguhnya itu.


Ketua sekte segera bertanya kepada gadis yang telah aku tolong. Tapi aku terkejut gadis itu bilang itu semua Bohong.


Pria sepuh itu tersenyum kesal kepada ku. dia bilang kepada ketua sekte di perguruanku latihlah murid mu dengan benar agar dia tidak licik seperti ini.


Setelah hari itu, aku mendengar ayahku yang di keluarkan dari pekerjaannya yaitu seorang tentara biasa di kekaisaran.


Jualan ibuku juga tiba-tiba bangkrut karena jualanya tiba-tiba menjadi tidak laku. Aku kemudian di bawa orang tuaku untuk meminta maaf kepada ke lima orang biadap tersebut.


Tapi permintaan maaf kami justru tidak di sambut baik oleh mereka. Ibuku di ******* di hadapan kami oleh pengawal rumah kelima orang biadab itu.


Tekanan aliran Qi di tubuhku di hancurkan oleh mereka. Kaki ayahku di potong oleh mereka satu.


Kami pulang dengan luka dan trauma yang sangat mendalam. Pagi harinya ibuku bunuh diri ayah ku menjadi gila, dan aku menjadi selalu di bully di perguruan ku."


___

__ADS_1


VOTE nya jangan lupa...


__ADS_2