
" Mundur.. " Tetua Dark elf itu berteriak sangat kencang, dia sudah bisa menebak siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah.
Dia sangat terkejut dengan kekuatan Shigen, selain Shigen memiliki jurus atau tehnik berperang yang belum pernah ia lihat selama masa hidupnya sampai saat ini.
Dia kemudia mengingat cerita sejarah yang pernah ia dengar dari kakeknya, dia akhirnya percaya tentang arti kata di atas langit masih ada langit.
Wajah para Dark elf yang kabur ketika tetua mereka menyuruh mereka untuk mundur, sangatlah buruk karena memang mereka sangat ketakutan. Mereka semua tidak menyangka setengah dari mereka di lumpuhkan hanya oleh satu orang.
Belum lagi para elf yang berkulit putih yang sedang menunggu mereka di balik gerbang.
Setelah mendengar pemimpin mereka berseru untuk segera mundur, mereka semua lari puntang-panting tanpa menghiraukan rekan mereka yang terjatuh pingsan.
Wajah kesal jelas tergambar di wajah tetua Dark elf tersebut.
" Sudahlah ayah! Mereka pasti tidak akan bertindak bodoh dengan melukai kawanan kita!? "
Dia mendongakkan kepalanya menatap wajah anaknya, dia menghembuskan nafasnya pelan tapi suara nafas yang ia keluarkan tersebut terdengar jelas di telingan anaknya yang berada di sampingnya saat ini.
Anak dari pemimpin Dark elf itu menoleh kebelakang, dia mencoba untuk mengingat wajah Shigen yang telah mempermalukan klanya tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya dia juga sangat terkejut dengan hal yang baru dia lihat saat ini, jurus-jurus Shigen sangat hebat dan asing di matanya Shigen tiba-tiba sangat cepat dan mampu berpindah-pindah hingga mata mereka tidak sanggup untuk menebak arah munculnya Shigen.
Tapi, rasa dendamnya menutupi kekagumanya tersebut karena ia telah melihat jasad adiknya yang terbujur kaku tak bernyawa di bopong olehnya bahkan dia mengaku telah membunuh adiknya tersebut.
Hal itu yang menutupi rasa kekagumanya terhadap Shigen yang dia pikirkan saat ini adalah nyawa yang telah hilang harus di balas dengan nyawa yang akan hilang.
Dia mengepalkan tangannya erat sambil berlari, di tengah pelarian mereka dia mendapatkan sebuah ide yang mungkin cukup bagus untuk membalaskan perbuatan Shigen tadi.
" Berhenti! Kita sebaiknya sembunyi di hutan terlebih dahulu." Ayahnya terkejut karena anaknya tiba-tiba menyuruhnya beserta bawahanya untuk berhenti, dia menengok kebelakang dan melihat mereka sudah cukup jauh dari tempat mereka tadi.
Dia mendekati ayahnya, kemudian mendekatkan wajahnya ketelinga kanan ayahnya.
Tapi tanpa mereka sadari dari jarak yang lumayan jauh, ada sepasang cahaya merah seperti mata iblis sedang melihat mereka dan mengawasi mereka dari jauh, layaknya seekor harimau yang menunggu mangsanya lengah.
***
Shigen menyuruh kawanan elf termasuk Rag untuk mengikat para Dark elf yang tak sadarkan diri, dia sebenarnya mau mengejar mereka yang kabur.
Tapi Shigen terpaksa mengurungkan niatnya karena merasakan aura yang mengerikan meski jaraknya masih jauh, jumblah aura tersebut sangat banyak bahkan mungkin mampu untuk meratakan tempat yang Laura tempati ini.
__ADS_1
Jadi Shigen terpaksa segera melaporkan prihal yang iya rasakan tersebut terhadap Rag, kalau dulu sebelum Shigen memperlihatkan kekuatanya Rag pasti akan meremehkannya dan mungkin tidak akan mendengarkan ucapannya tersebut.
Tapi sekarang dia sudah tahu siapa Shigen yang sebenarnya, dia sedikit terseyum kecut dan menatap dirinya sendiri. ' Orang bodoh mana yang akan membuat lelucon tentang bahaya yang akan terjadi ' batin Rag.
Sedangkan dia sudah menyaksikan sendiri bagaimana Shigen memukul mundur sebuah kelompok yang sudah siap untuk berperang, dan yang mengejutkannya lagi, dia juga telah menjatuhkan setengah dari kelompok tersebut bahkan sendirian.
Rag kini memandang Shigen layaknya seperti Dewa, karena hanya dengan tiga kata MENG_ERI_KAN ini. Yang pantas di lihat dari Shigen menurutnya.
Dia, dengan keringat deras yang keluar dari keningnya karena mengingat perlakuan buruknya terhadap Shigen dulu. Segera bersujud di hadapan Shigen dan segera memohon ampun dan meminta maaf.
Shigen mengangkat kepala Rag, dan memegang pundaknya. " Semua mahluk hidup mempunyai kesalahan, itulah! Yang Laura katakan kepadaku."
Air mata Rag tiba-tiba keluar dari matanya tersebut, Rag sangat menyesali perbuatannya terhadap Shigen, dulu Shigen adalah orang yang selama ini dia benci akhir-akhir ini, dan bahkan. Dia berencana untuk membunuhnya.
Malah sekarang Shigen malah menjadi pahlawan bagi desanya dan kelompoknya. Bahkan mungkin juga pahlawan buat dirinya secara pribadi saat ini, mengingat dia yang telah membuat anak dari tetua Dark elf tersebut terbunuh, karena dialah sesungguhnya dalang dan mungkin pembunuh asli anak dari tetua Dark elf tersebut.
___
Jangan Lupa Vote terus Legenda Ninja Angin.
__ADS_1