Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 25 Kisah Cinta Emely Dan Meng


__ADS_3

Dulu Ayah ku seorang dokter biasa, dia pernah bersekolah tapi tidak sampai menjadi seorang sarjana. Dia paling anti dengan seorang kesatria atau pendekar, Karena dirinya membenci sebuah kekerasan.


Dia termasuk orang yang baik, dan paling tidak senang dengan sebuah konflik. Jadi dia sering berjalan-jalan dan meneliti mencari resep tanaman obat untuk berbagai penyakit dengan aman.


Tiba-tiba di perjalanannya dia terpaksa berhenti, karena melewati tempat terjadinya peperangan. Setelah menunggu cukup lama, setelah tidak mendengar suara lagi, dia mengubur seluruh orang yang tewas dalam peperangan tersebut dengan layak.


Selama perjalanannya dia hanya berhenti ketika ada peperangan saja, karena sering terlihat berada di tanah bekas peperangan dengan perbuatan baiknya, orang-orang memberikan-nya nama panggilan SARJANA DERMAWAN. Orang-orang menghormatinya karena selain menolong orang yang telah mati.


Dia juga menolong orang yang terluka akibat peperangan. Orang-orang yang tak memiliki satu tangan atau kaki karena peperangan, Ayahku membuatkan mereka kaki palsu dan tangan palsu.


Sampai suatu hari dia menemukan sorang kesatria dengan berpakaian seperti orang dari Benua Badai, yang sudah setengah sekarat. Dia menyelamatkan hidupnya, ayah ku terkejut karena kesatria yang di selamatkanya, merupakan sosok perempuan cantik berambut perak.


Beruntung dia menemukan rumah yang kosong yang dekat denganya terbaring dan sudah lama tidak di huni, dia membawa perempuan berambut perak itu masuk dan dia langsung obati.


Ayah ku seorang yang humoris, dia suka bersya'ir dan bernyanyi sendiri. Dia bersyair sambil meracik obat luar buat luka pasien yang telah dia jahit. ibu ku yang sadar setelah kritisnya, syok melihat tubuhnya sudah tanpa busana dan banyak jahitan dan darah segar, yang merembes ke kain yang memlilit banyak di tubuhnya.


Ibu ku yang masih tidak mampu untuk duduk sekalipun karena begitu banyak nya luka jahitan, jadi dia kembali berbaring karena sakit di seluruh tubuhnya masih terasa.


***Bangun setiap hari bukan dengan suara keledai, melainkan dengan impian.


Bila kamu melihat apa yang tidak kamu miliki di dalam hidup, maka kamu tidak memiliki segalanya;


Bila kamu melihat apa yang kamu miliki di dalam hidup, maka kamu memiliki segalanya. 


Tidak setiap kerja keras bisa mendapatkan kemenangan,


Namun setiap kemenangan pasti harus melalui kerja keras***.


Gabungan Syair yang singkat itu menjadi Syair-syair indah yang panjang, Ibu ku yang terkejut mendengarnya sampai meneteskan air mata. Dia berpikir orang yang bersyair sangat lah hebat dan baik, dia penasaran dan hendak mau segera berterima kasih.


Setelah meracik obat, dan di rasa semua beres. Ayah ku bergegas menemui pasien-nya, tiba-tiba dia terkejut karena wanita di tolongnya malah berteriak.


" Ja,Jadi kau! yag telang menolong fan menjahit semua luka di tubuh ku? berarti kau sudah melihatnya!? Haa."

__ADS_1


Dia menangis dan berteriak sejadi-jadinya, ayah ku yang panik langsung keluar dari rumah kosong tersebut.


" His... Apa yang harus ku lakukan? "


Setelah kembali tenang dia masuk kembali dan menengok Ibu ku, ibu ku masih cemberut karena dia berpikir dirinya sudah tidak bisa menikah lagi.


" Namaku Lin Meng, Aku menemukan-mu Hampir mati karena banyak darah yang keluar, minumlah dulu Air jahe hangat ini! "


Dengan nafas berat dia memaksa dirinya merelakan karena keadaan. " Aku, masih belum bisa duduk, Apa kau bisa membantu ku."


" Ah, Aku lupa tenang saja kau adalah pasien ku, Oh iya! Namamu Siapa? kau pasti berasal dari Benua Badai? "


" Emely Morgan, Ayah-ku sebenarnya berasal dari Benua Besi, Aku menerima Surat kalau Ayahku mati terbenuh karena perang! jadi aku kemari untuk membawa jasadnya dan aku mau kuburkan beliau di Benua Badai."


" Kenapa Nona Emely Berakhir terluka parah seperti ini? "


" Aku di serang kawanan bandit, Tapi aku sudah membunuh mereka semua! Tapi inilah bayaranku."


" Apakah kau seorang Sarjana Dokter? "


" Tidak, Aku bukan keduanya, Aku hanya seseorang yang benci perang dan mau membantu semua orang dengan sesuatu yang ku punya! "


" Tapi, Kau pandai sekali bersya'ir? "


" Apa kau menyukainya? Yah sebenarnya cita-cita ku mau menjadi penyair terkenal dan hidup sederhana dengan istri ku kelak."


Emely yang terkejut karena kata istri dia menjadi merona, karena di masih seorang Single.


" Kau sudah menikah? "


" Hah... Aku bilang tadi Istri ku Kelak, bukan aku bilang aku sudah menikah."


" Oh, ternyata seperti itu." Emely tersenyum dan entah, setelah dia mendengar orang yang menolongnya masih belum menikah dia jadi merasa tenang.

__ADS_1


" Lebih baik, kau beristi rahat aku akan menjaga mu sampai kau sembuh."


Hampir sebulan mereka Hidup bersama, Dua minggu lalu keadaan Emely membaik dan bisa Duduk. Sekarang dia kembali membaik, dia mampu berdiri dan berjalan tapi perlahan-lahan.


Meng bersyukur dengan keadaanya, Setelah sekian lama mereka berdua saling mengenal, dan bercanda gurau kadang Meng banyak mengajarkan sesuatu yang dia tau. kadang Emely menjadi seorang Murid dan Guru dan kadang pula seperti seorang suami dan istri yang saling membantu.


Meng Menjaga dan merawatnya dengan baik hingga sembuh dia total, Emely sekarang kembali sehat. Dia kadang-kadang merayu Meng untuk menikahinya karena dia sangat berterima kasih.


Tapi Meng hanya merona dan mengerti kalau Emely sering mengerjainya. Tiba-tiba waktu-waktu yang membahagiakan mereka akan berakhir mereka berdua merasakan sesak di dada mereka.


Emely senang Mengguraui Meng, karena mengeluarkan Ekspresi wajah yang lucu. ketika panik Mereka sudaah lama seperti sepasang kekasih. Karena ikatan yang sudah sangat kuat terikat, Emely tidur dengan air mata yang mengalir. Sedangkan Meng mencoba untuk tabah dan kuat.


Kini Mereka akan berpisah, Meng terus mengelus kepala Emely yang sekarang dia sedang menangis tersedu-sedu.


" Kau, akan menemui ku lagi Meng? "


" Ayolah, ini akan menjadi sentimental kalau kau seperti ini! "


Emely memeluknya erat dan kadang Meng menghapus air mata yang mengalir di matanya, seketika semua kembali tenang. Meng memberikan sebuah janji, kalau dia bertemu lagi dengan Emely dia akan menikahinya.


Emely yang senang mendengar peryata-anya tersenyum dan mengiyakan janjinya.


" Aku akan, memegang janji mu kau harus mencariku dan temui aku!?"


Meng mengangguk dan mereka berpisah sambil kadang menatap punggung masing-masing, sampai mereka saling hilang di pandangan mata mereka masing-masing.


Berbulan-bulan setelah perpisahan mereka, Emely sering mengirim kanya sebuah surat tentang rasa rindunya. Meng juga sering membalas surat-surat tersebut, sampai mereka akhirnya bertemu kembali dan menikah hidup bersama.


***


Sebenarnya, perempuan yang memakai topeng tersebut merupakan wanita cantik. dari pasangan Meng dan Emely Dia berstatus menjadi Hunter Rangking lima Yaitu Lin Huan Emely, Panggilannya Penyihir Manis.


Dia berpura-pura menjadi seorang pengemis dan memakai Topeng, karena menjalankan misi untuk mengetahui para Pejabat yang korup.

__ADS_1


__ADS_2