
" Sepertinya kita melupakan satu orang?! " salah satu dari kedua orang yang tengah bersembunyi itu terlihat sangat kebingungan.
" Melupakan siapa?! " Seru temanya membalas.
" Aku tadi seperti melihat ada dua pria.. Tadi aku yakin keompok itu ada dua pria yang bersama mereka. " Wajahnya menjadi sangat serius karena dia sungguh sangat yakin dengan perhitungan-nya tadi.
Setelah beberapa menit mereka masih memantau, tapi ada yang aneh pada saat itu. Karena rekan-nya tiba-tiba menjadi sepi dan selalu diam dia tidak menjawab semua pertanyaan pertanyaanya sehingga membuatnya menjadi sangat kekhawatir
Dia menjadi sedikit jengkel. " Hei.. Apa kau mendengar kanku? " merasa kesal karena selalu tidak di jawab dia langsung berbalik dan menoleh ke arah temanya tersebut.
Dia langsung mengerutkan dahinya, saat dia sadar ternyata rekan satu timnya sudah tidak sadarkan diri. Karena panik dia langsung melompat untuk memastikan apa yang terjadi dan siapa orang yang mengganggunya tersebut.
Waktu dia mendarat setelah dia lompat. Tiba-tiba kakinya langsung terjerat sebuah jebakan, bayangan tubuh seseorang sempat terlihat di depanya dia kemudian menyipitkan matanya untuk memastikan siapa orang itu.
Saat bayangan orang itu mulai semakin terlihat jelas, tiba-tiba tubuhnya semakin dingin dan Pandangan matanya terkunci karena saat dia sadar tubuhnya sudah terkurung di dalam es.
" Nona Tomoe.. Kau ternyata sedikit sadis!? " Seru Shigen sambil menelan ludahnya.
" Mungkin aku salah orang!? Tapi tadi ketika aku mandi di sungai. Aku merasakan seseorang yang tengah mengawasiku, jadi aku lampiaskan saja kearanku ini terhadap dua penguntit ini."
__ADS_1
Shigen tersenyum canggung mendengar jawaban dari Tomoe, ' Dasar wanita.. Kenapa mereka selalu menganggap semua pria itu sama.' Batin Shigen.
" Baiklah... Mungkin mereka tengah menunggu kita!? Aku akan menyusul mereka dulu." Tomoe langsung beranjak pergi dari hadapan Shigen.
Shigen memandangi Tomoe yang semakin mengecil dari pandanganya. " Huuhhh.. Aku hampir ketahuan. Aku bisa mati karena gadis seperti itu!? Tadi pagi kan aku benar-benar tidak sengaja melihatnya. Tapi mengingat jarak saat aku sekilas melihatnya dia sungguh bisa merasakan kehadiranku? "
GLEK...
Saat Shigen menyusul Sakuta dan yang lainya, pikirannya masih melayang dan masih memikirkan nasib orang-orang yang mematai mereka tadi.
" Hei.. Bukanya ini terlalu lama untuk menghabisi mereka berdua?? " Seru Sakuta menanyakanya.
" Kakak Shio Lapar!? " mendengar Shio berkata seperti itu Sakuta kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berenam telah memasuki sebuah Kota, Helena segera menarik Laura beserta Shio untuk langsung segera mampir ke sebuah restoran.
Sakuta yang masih merasa belum lapar, dia pergi melihat-lihat keramaian Kota di Benua Bukit tersebut.
Saat dia terus berjalan mengikuti arah langkah kakinya, Sakuta tertarik melihat sebuah atraksi seorang pemuda yang tengah mendemokan sebuah jurus pedang di antara kerumunan orang-orang.
__ADS_1
Gerakan pemuda itu sangat gesit dan tajam. Semua orang bertepuk tangan setelah pemuda itu selesai mendemo jadikan jurusnya.
Kemudian dia langsung memperkenalkan dirinya, dia bernama Thio Sam Hong. selesai memperkenalkan diri dia berseru dengan lantang dia ingin bertaruh besar kepada semua orang yang hadir menyaksikanya.
Dia menantang semua orang di hadapanya untuk berduel dengannya, kalau dia kalah dia akan memberikan semua harta yang dia punya tapi kalau sang penantang kalah begitu juga sebaliknya.
Setelah berkata demikian tiba-tiba ada seseorang dari belakang yang terbang ke arah pemuda tersebut.
Perawakannya sangat gagah dia sangat jelas terlihat seperti seorang tentara kerajaan. Dilagsung memperkenalkan dirinya bernama Jin.
Pendekar Jin memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah putra asli Benua Bukit, dia menerima tantangan pemuda tersebut dan meletakkan sebuah kantung yang berisi semua harta miliknya.
Pemuda pendekar yang menantang itu langsung memberi hormat kepadanya.
___
**VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE.. VOTE..
Kalau masuk sepuluh besar, tak kasih Up tiga puluh episode untuk bulan depan bahkan lebih**..
__ADS_1