
" Apa kalian akan bermesraan terus."
Suara asing tiba-tiba, membangkitkan kewaspadaan mereka.
" Siapa kau? dan di mana kau bersembunyi? apakah kau iblis atau siluman yang mampu berbicara seperti kami.?"
" Kau mengejekku? tentu aku sama seperti kalian, ternyata sesuai yang di katakan pesan terakhir miliknya, dia benar-benar Shinobi ahli nujum."
' Shinobi ahli nujum.' batin Sakuta di tengah tengah kebingungannya.
" Maksud mu, apa?"
" Tidak, aku cuma berbicara sendiri, aku di sini tolong lepaskan aku, aku di tipu seseorang sehingga aku di tinggalkan mereka di tempat ini." sambil dia tersenyum mencurigakan.
Sakuta, menyipitkan matanya, dia melihat seseorang yang persis di belenggu puluhan rantai, yang melilit tubuhnya seperti Tomoe dulu, tapi anehnya nampak sebuah pedang besar yang berdiri menancap di dada pria tersebut.
Sakuta melangkahkan kakinya, menuju ke arah sumber suara pria tadi. Tapi tiba-tiba Tomoe menahanya.
" Jangan! jangan, terlalu baik dengan semua orang, aku dengar sebelum Dewa perang menyegel ku di atas tadi, lima tahun lalu ada seseorang yang sudah lebih dulu, di kurung di Dongen seratus alam ini."
" Dengar nona, semua orang sebenarnya baik. tapi dia berubah menjadi jahat karna sebuah keadaan dan penghianatan."
__ADS_1
" Aku tidak butuh ceramahmu!?"
" Oh, maaf. jadi bisa kah tuan membebaskanku?"
Sakuta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Hai tuan, aku akan memberikan mu rahasia penting, kalau kau melepaskanku."
" Rahasia, rahasia tentang apa?"
" Sebuah rahasia penting, untuk seluruh kedamaian lima benua."
" Itu, menurut orang-orang sekarang. Wajah mu sepertinya orang dari benua angin? Apakah klan IGA, sekarang telah hancur dan semua keturunannya pun menghilang?" sambil menatap Sakuta seperti mencari jawaban dari bahasa tubuhnya.
" Aku akan melepaskanmu." Sakuta merasakan orang yang mengetahui hal penting di benuanya pasti mempunyai rahasia besar baginya.
" Tunggu, Sakuta dia itu berbahaya, bagaimana dia masih hidup coba lihat, sedangkan pedang yang begitu besar menancab di tubuhnya.!" Tomoe menjadi panik, dia takut orang yang baru dia jumpai mempunyai sifat buruk.
" Tenang Tomoe, kalaupun dia berbahaya aku yakin bisa mengalahkannya." Sakuta menatap raut wajah pemuda misterius tersebut.
" Hei, tenang saja aku satu benua denganmu."
__ADS_1
Tomoe tiba-tiba teringat akan sesuatu, wajahnya berubah seakan dia baru teringat hal penting, Sakuta mendekatinya dia memandangi setiap rantai yang membelenggu tubuh pria tersebut.
" LEPASKAN KEKAI." sama persis seperti dia melepaskan Tomoe, rantai-rantai itu seketika hancur. walaupun hal ini Tomoe sudah pernah dia lihat tapi dia masih tetap tidak percaya, apalagi sosok pembuka segel ini, orang yang sama sekali tak memiliki mana.
" Perintahmu seakan mutlak." sama seperti Tomoe, dia pun terkejut bukan main, " Baiklah, aku akan melepaskan pedang ini dulu!"
Pria misterius tersebut, mencabut pedang lumayan besar yang tertancab di dadanya. seakan mencabut dengan paksa dia berteriak kencang, setelah dia melepaskan pedang di tubuhnya, Tomoe mendekatinya dan seakan mencari sebuah kebenaran yang ada di pikirannya.
" Apa benar kau si iblis susano?"
" Hah, itu panggilanku dulu, mereka menamaiku seperti Dewa Susano! seenaknya saja mereka, padahal aku kan takut di kutuk para dewa juga." Sambil bertingkah memohon ampun kepada seseorang.
" Jadi kau benar dia." Tomoe mendekap kedua tangannya, dan memejamkan matanya seakan berfikir.
" Boleh kami tau? namamu?"
" Oh, kau benar aku tidak sopan, Namaku Shigen aku tidak bisa menyebutkan margaku, aku berasal sepertimu tuan, yaitu benua Angin, aku di segel di sini karna memberontak sebuah organisasi berbahaya. Mereka dalang dari terjadinya perang antara, Benua Angin, dan Benua Bukit."
Maaf kalo gambar petanya malah merusak pemandangan.
__ADS_1