Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 38 Terbentuknya Kekuatan Besar


__ADS_3

Sakuta melompat mundur dan menghindari setiap serangan, Ketika Sakuta menghempaskan Wang Zi yang merupakan Pengguna palu Wrat Hammer. Xiao Lang melompat dan menjatuhkan Tombak Naga Emasnya ke tanah.


Sakuta mengerutkan dahinya, baru pertama kali tehniknya di patahkan seseorang. Nie Lang melemparkan pisau kecil senjata rahasianya yang berada di kipas Fan Blade miliknya ke arah Sakuta.


Sakuta kembali mundur beberapa langkah setelah bertukar beberapa serangan kecil.


' Mereka lawan yang merepotkan.' Gumam Sakuta, dia kemudian mengambil katana yang selalu di sarungkanya.


Tiba-tiba aura kuat membuat tubuh seluruh orang selain Sakuta seperti tertekan benda yang berat, seluruh murid yang belum mencapai kultivasi tertentu terjatuh pingsan.


" Hentikan.. Semua.. Ini!? " Suara yang mengandung mana yang kuat, membuat Sakuta dan tiga God Slayer menyarungkan senjata mereka.


Empat orang muncul di tengah-tengah Sakuta dan tiga god slayer, aura tenaga dalam mereka merembes keluar, membuat tiga God Slayer mundur cukup jauh.


Beda halnya dengan Sakuta, yang tidak memiliki mana dia tak bergeming sedikitpun, empat orang tersebut yaitu Lubu Kaiji si Dewa Perang, Lin Zi si drunken gods, Wang Mu Pengemis Gila, Mio Zi Dewi Badai.


" Sakuta, Dinginkan kepalamu.. Tetua Xiao Nian adalah sekutu kita." Teriak Shigen dari kejauhan.


" Ah.. Shigen.. Helena.. Tomoe.. " Shigen mendekati Sakuta dan langsung memukul kepala atas Sakuta.


Xiao Nian langsung turun dan memberi hormat Tetua Gin bersama orang-orang yang datang bersamanya.

__ADS_1


" Tuan, kami akan membereskan masalah ini kepada kaisar, Maaf kan kesalahan kami." Xiao Nian memberi hormat Sakuta dan di susul orang-orang dari sekte Anggrek Emas.


Sakuta mendesah pelan sambil menggaruk kepalanya.


" Baiklah, Aku juga minta maaf kepada seluruh Tetua dan Murid dari Anggrek Emas."


Lubu kaiji memandang salah satu tiga God Slayer.


" Lebih baik Kita, lakukan perkumpulan-nya di sini! " Seru Lubu Kaiji.


Setelah mereka semua memasuki ruangan khusus yang cukup besar, dari sekte Anggrek Emas hanya Tetua mereka dan tiga God Slayer, Kelompok Sakuta Lubu kaiji bersama rekanya, dan hanya Tetua Gin dari sekte Bulan sabit.


Dari awal sampai akhir semua orang kecuali kelompok Sakuta mengerutkan dahi mereka, Mereka semua membayangkan perang besar akan terjadi.


Sakuta kembali di suruh memanggil ratu ular, ketika Sang Ratu muncul semua orang-orang besar dari Benua Badai memberi hormat kepada Sang Ratu.


Shigen beserta Tomoe mengeluarkan identitas mereka, Lubu Kaiji tersedak mengingat Tomoe Gozen dulu adalah tawanan-nya.


" Bagaimana kalian bisa keluar, Aku bahkan tidak mampu melepaskan, segel milik-ku."


" Itu adalah aku! " Sakuta bersuara dan membuat seluruh pandangan tertuju padanya.

__ADS_1


" Sepertinya kebenaran, tentang runtuhnya seluruh sekte aliran hitam hanya karena satu orang memang benar." Seru Lubu Kaiji, sambil tersenyum tipis.


" Kaiji, apa yang terjadi dengan adik ku." Tomoe mulai bersuara.


" Ah.. Dia sehat, aku menjaga adik mu sesuai keinginanmu."


Xiao Nian kemudian membuka suara, " Kita harus bersatu dan memberi tau seluruh pendekar di seluruh benua."


" Aku pernah mencoba, tapi para kaisar malah mengecap ku sebagai buronan seluruh Benua, dan membentuk organisasi untuk mengurungku." Seru Shigen.


" Aku mengenal mu, Shigen si iblis Susano kau mengatakan kepada seluruh dunia bahwa akan terjadi perang." seru Wang Zi.


" Yah, itulah aku! Tapi kalian sudah mendengar kebenaran dari semuanya."


Ratu Ular pamit dan di susul para petinggi memberikan-nya hormat, Semua orang yang hadir menyampaikan informasi yang mereka ketahui, khususnya Helena dia menguatkan setiap informasi karena Benua Besi memang dekat dengan Benua yang hilang.


" Baiklah, Sekte anggrek akan menjadi sekutu kalian." Seru Xiao Nian.


" Kami dari Sekte Bulan Sabit juga demikian." Seru Tetua Gin Longer


" Yah, Hanzo juga merupakan sahabat kami karena dari Satu generasi." Seru Lubu Kaiji

__ADS_1


__ADS_2