Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Chapter. 57


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi Lucy segera keluar untuk kembali menjaga Sakuta, ketika dia baru keluar kamar mandi dia terkejut karena tawananya telah menghilang.


" Sial, aku terlalu meremehkannya! " seru Lucy geram dia segara pergi keluar dari rumahnya untuk cepat mencari Sakuta.


Sempat terbelengguh jurus khusus milik Diane, Sakuta baru mengingat dirinya memiliki tehnik khusus lain yaitu perintah yang mutlak untuk seluruh tehnik kekai ataupun jurus belengguh lainya.


Segera setelah dia berhasil lepas dari kekai milik Diane, Sakuta segera pergi keluar rumah untuk menjauhi masalah lain yang akan datang kalau dia masih menunggu di rumah Lucy tadi, dia mungkin berpikir itu akan merepotkannya.


Di dalam pelariannya agar dia tidak di tangkap oleh anggota kerajaan, dia terkejut karena hampir berpapasan langsung dengan puluhan prajurit wanita yang di pimpin oleh Diane.


Sakuta langsung beranjak untuk bersembunyi di antara semak-semak belukar di tepi jalan yang mengarah ke arah kota desa para perempuan tersebut, tapi entah jurus apa yang di miliki Diane.


Diane seakan berhasil mencium keberadaan Sakuta, dia langsung menghentikan langkah puluhan prajurit kerajaan itu tiba-tiba karena merasakan kehadiran Sakuta di tempat tersebut.

__ADS_1


" Apa kalian juga bisa merasakannya? bau ini tidak jauh berbeda dengan laki-laki yang kami tangkap di rumah tadi." setelah berkata demikian, wajah Diane sangat serius sambil mencari-cari bau yang dia cium tadi karena dia memang sangat yakin dengan penciumannya tersebut.


Jantung Sakuta berdegup kencang karena takut keberadaanya dapat di ketahui oleh Diane dia terus mengumpati Diane dalam batinya, mungkin ini baru pertama kali ada seseorang yang bisa merasakan keberadaannya.


Sakuta memang mampu untuk mengalahkan mereka semua, tapi dia sudah berniat untuk tidak menimbulkan masalah kali ini.


" Apakah kau lupa? semak Belukar di desa kita kan memang katanya berbau seperti seorang laki-laki! " seru salah satu prajurit wanita tersebut.


Wajah Diane berubah seakan kecewa pada penciumanya kali ini, Diane memang di kenal sebagai ahli memata-matai di desa wanita ini dia menjadi penjaga perbatasan antar desa para wanita dan desa lain di benua Khalka ini.


" Baiklah, kita harus cepat ke rumah Lucy Nee-chan sebaiknya kita lekas ke sana." Diane beranjak pergi menggiring mereka kembali, tapi di setiap langkahnya dia masih memikirkan bau tadi yang dia cium di tempat tersebut.


'Aku sangat yakin bau yang tadi di jalan adalah bau tubuh cowok brengsek itu' batin Diane, ketika dia masih larut dalam pemikirannya mereka sudah jauh meninggalkan jalan tadi sekitar puluhan meter.

__ADS_1


" Tunggu ada seseorang yang mendekat." mereka langsung menghentikan langkah mereka karena mereka semua memang merasakan kehadiran seseorang yang dengan cepat mendekati arah mereka.


" Diane, Laki-laki itu sudah kabur!" dari jauh Lucy berteriak kencang dan terdengar jelas oleh Diane.


Diane mengerutkan dahinya dia memang yakin dengan penciumanya tadi, dia lantas dengan cepat berlari ke arah kota kembali untuk menangkap laki-laki tersebut.


'Sudah ku duga, bau tadi memang laki-laki brengsek itu!' Diane bergegas pergi meninggalkan para prajurit wanita yang di tuntunnya tanpa mengatakan sepatah katapun agar dia tidak kehilangan jejak.


" Cepat, kalian ikuti Diane dia lebih hebat menemukan lokasi seseorang dari pada kita." seru Lucy kepada para prajurit wanita yang masih kebingungan.


Para prajurit wanita itu segera bergegas menyusul Diane setelah Lucy mengatakan hal tersebut, wajah salah satu prajurit wanita itu sedikit kecewa karena telah salah tidak mempercayai Diane tadi.


" Maafkan aku yang tadi berkomentar salah tentang ucapan Diane tadi!" Seru salah satu prajurit wanita tersebut dengan wajah menyesal.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, kita semua pasti memiliki kesalahan." salah satu para prajurit wanita itu mencoba menghibur temannya tersebut, mereka juga saling memberi dukungan dan semangat satu sama lain.


__ADS_2