
Di kota Light nampak ribuan pasukan berbaris, suara bisik mereka terdengar seperti dengungan seekor lebah, ada yang merasa Cemas, Sedih, dan ada pula yang bersemangat.
Mereka semua ada tiga puluh baris, Satu baris terdapat seribu orang dengan keahlian masing-masing yang saling melengkapi dan melindungi Attacker, Tanker, Supporter.
Di Benua Besi terdapat seratus Hunter kelas S bisa di sebut sebagai kelas S karena kemampuan mereka mampu meratakan sebuah desa kecil. dan kemampuan mereka hampir setara dengan lima puluh Hunter kelas A.
Ada juga Hunter kelas Negara, atau kekuatan mereka setara Lubu Kaiji yaitu Hunter Kelas SSS. Terdapat sepuluh orang di Benua Besi yang di akui kekuatannya setara dengan Dewa perang.
Bahkan, konon Hunter kelas Negara yang menduduki posisi Satu, Dan Dua mampu menjelajahi dua alam semesta selain bumi dari ketujuh alam ciptaan para Dewa.
Masing-masing kelompok di pimpin tiga orang Hunter Kelas S, ada juga satu orang dan ada pula dua orang.
__ADS_1
Ketika mereka di kagetkan dengan cahaya ledakan yang cukup yang besar mereka segera bergerak cepat tapi teratur.
Ketika Salah satu barisan yang terdepan sudah sampai di titik lokasi, Mereka di kejutkan dengan pasukan Benua Badai yang mundur, Tapi yang membuat para pasukan Benua Besi mengerutkan dahi mereka karena di tengah-tengah lubang besar jawaban dari cahaya dan gempa yang besar tadi itu.
Ada Satu orang dengan tangan kanannya memegang katana dan di pinggang kirinya, masih terdapat katana yang masih belum keluar dari sarungnya.
Hunter kelas S dan Negara langsung bergerak maju mengepung Sakuta, Mereka takut Sakuta bisa menjadi kawan atau lawan.
Sebelum Sakuta mengamuk lagi Shigen dengan sudah memakai topeng dan berteriak, memberi kode supaya Sakuta tidak melakukan hal bodoh lagi. Shigen bersama Tomoe mendekati Sakuta sambil memukul atas kepalanya, Sakuta hanya bertingkah bodoh dan mengelus kepalanya yang sakit.
" Namaku Helena, penduduk Lokal Benua Besi, Siapa kalian? Apa kalian mau menjadi teman atau lawan?"
__ADS_1
" Kami hanya seorang pengelana yang tidak bermaksud ikut campur masalah antar benua ini, kami hanya mau ijin lewat tapi pihak Benua Badai tidak mengijin kanya sehingga temanku yang bodoh ini mengamuk."
Shigen memang paling pandai menghadapi situasi yang rumit seperti ini, Tomoe memandang dingin Helena karena insting perempuannya berkata Helena berbaha baginya tapi bukan soal kekuatan.
Helena masih terus menatap Sakuta tidak percaya. karena Helena salah satu Hunter peringkat ke Tiga yang berarti Hunter kelas Negara, dia menarik nafas dengan berat.
" Baiklah, kalian harus menceritakan informasi yang kalian punya dan jangan mempersulit kami? kalian ikut dan turuti perintah Saya."
Semua Hunter terkuat Benua Besi yang memandang Sakuta itu. Justru lebih merinding jika berhadapan dengan Tomoe atau Shigen. karena pancaran Mana yang begitu Dasyat terus keluar dari tubuh mereka, Aura mereka berdua setara dengan Helena yang berada di Hunter kelas Negara.
Jadi mereka tidak brani bergeming sedikitpun, karena mengetahui konsekuensi yang berbahaya bagi mereka sendiri.
__ADS_1
Sakuta bersama temannya, di awasi langsung oleh Helena.
Selain memiliki posisi sebagai peringkat tiga teratas, dia juga menjadi permata nomor satu bagi Benua Besi tepatnya Bunganya Kota Light. Bahkan dirinya menjadi model lukisan yang bertema arti kecantikan, karena kecantikan lukisan itu. pelelang menjual pertamanya saja begitu bombastis, harganya dua puluh peti yang berisikan seribu balok emas! apa lagi harga dirinya.