
" Perkenalkan aku Ragnarok, kau tahu!? Aku di utus oleh mereka.. Yah.. mereka yang saat ini tengah tertarik dengan mu.. Para Emperor.."
DEG....
" Jangan terlalu berlebihan seperti ini, rencana awalku.. Aku yang akan menjumpai kalian semua... "
WUSHHH...
Teriakan Sakuta membuat sebuah angin yang cukup memacu detak jantung Ragnarok.
Ha.. Ha.. ha.. ha.. ha..
" Pantas saja mereka semua tertarik kepadamu."
Setelah mengatakan hal tadi, tiba-tiba tubuh Ragnarok tertarik ke arah Sakuta. Dengan tatapan mata yang terkejut sambil tersenyum kesal.
Ragnarok menghentak-kan kakinya ke dalam tanah, sehingga kakinya tiba-tiba seperti tertanam kedalam tanah. " Jangan me.. "
SLING...
Ragnarok berhasil menghindari serangan Sakuta, tapi wajahnya menggambarkan keterkejutan dan ketakutan.
Sakuta yang pertama kali dia temui sekarang sudah sangat berbeda dari sebelumnya, awalnya dia berpikir Sakuta tidak akan sekuat ini.
Ragnarok tersenyum dengan dengan wajah cengengesan, " Ha... ha.. ha... ha.. Sangguh menarik."
Ragnarok langsung mengeluarkan kartu AS miliknya, semua energi Qi atau Mana mulai mengalir ke seluruh tubuhnya Energi alam sekitar mulai terserap ke arahnya.
Ragnarok berteriak sangat kencang.
DUARRR....
Asap tebal langsung menyelimuti seluruh hutan di area tersebut setelah ledakan yang di buat Sakuta terhadap Ragnarok, ketika Ragnarok sibuk mengumpulkan Energi Qi atau Mana di tempat tersebut dengan cepat Sakuta menghajarnya sampai membuat lubang di tanah.
Sakuta memija-mijat tangan kanan-nya, " Kau terlalu banyak bicara sehingga membuat bosan lawanmu, ku kira kau akan menjadi lawan yang menarik."
DEGG...
Jantung Sakuta tiba-tiba berdegup kembali, karena dia merasakan kekuatan yang sangat hebat di dekatnya.
" Jangan meremehkan ku!? Pukulan mu tadi tidak berpengaruh padaku." Ragnarok mulai bangkit berdiri kembali, dia yang terjungkal sampai menembus tanah akibat pukulan Sakuta.
Kini mulai berdiri dengan wujud yang sekarang mulai berubah, wajahnya beserta kulitnya kini berwujud seperti Naga.
***
" Putri.. Putri.. " Salah satu bawahanya terus berteriak di depan pintu kamarnya.
KRAAKK...
" Ada apa? apa kalian menemukan sesuatu."
DEGG....
__ADS_1
Charlot tiba-tiba merasakan energi yang sangat kuat dari jarak yang lumayan dekat dengan kerajaan-nya.
" Energi Qi milik siapa ini? " Tubuh Charlot langsung bergetar seketika saat dia sadar energi ini, Kepalanya mulai terasa berat karena tekanan kuat dari energi Qi atau Mana yang sangat terasa di luar kamarnya.
Kamar Charlot memang sangat khusus, energi sekuat apapun akan di redupkan secara cepat. Karena demi mengistirahatkan tidur sang Ratu agar tidak terbangun sehingga selalu membuat tidurnya menjadi selalu nyaman dan tidak terganggu.
" Ratu Charlot.... " Sebuah teriak-kan keras yang sengaja di taruh Energi Mana, sehingga meski jaraknya masih lumayan jauh tapi suara tersebut sudah sangat jelas terdengar di telinga mereka.
" Ada apa lagi? ini." Charlot menengok ke arah asal suara itu. Ternyata itu suara Helena bersama dengan Tomoe yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.
Tidak hanya itu, Helena dan Tomoe di kedua tanganya sudah terisi dengan seseorang yang mereka sered dan sengaja mereka bawa dari tempatnya menuju kamar Charlot.
Charlot kembali terkejut karena dia sangat mengenali baju yang terpakai oleh orang-orang yang tengah di sered oleh Helena dan Tomoe.
" Tolong, kau boleh marah kepadaku tapi lepaskan mereka.. Kalian menyeretnya seakan mereka seperti bukan manusia."
Helena dan Tomoe langsung melempar sekitar lima orang ke arah Charlot, Charlot langsung memerintahkan anak buah yang ada di depan-nya untuk segera menolong mereka.
Mata Charlot langsung kembali menatap ke arah Tomoe dan Helena, " Apa yang ingin kalian lakukan setelah ini, apa kalian akan memarahi ku !?"
NGIINGGGGG.....
Energi Qi atau Mana yang dari tadi mereka rasakan tiba-tiba semakin bertambah kuat, itu membuat kepala mereka merasakan dengungan yang aneh, dengungan itu juga membuat mereka merasakan sakit di kepala mereka masing-masing.
" Kita sebaiknya membahas ini untuk lain waktu, karena ada hal yang lebih penting dari ini yang harus kita ketahui."
" Kau benar... "
Helena beserta Tomoe langsung mengangguk bersamaan, mereka kemudian segera berlari keluar untuk mencari tempat dia mana luapan Energi Qi atau Mana ini berasal.
***
" Ada apa? Kau sepertinya tengah kesulitan."
BAK.. BAK.. BAK.. BAK..
Jual beli serangan Sakuta bersama Ragnarok seperti berat sebelah.
KRAAAAKK....
" Ha.. ha.. ha... Apakah tadi suara tulangmu yang patah? " Serangan tangan kosong Ragnarok sangat lebih di untungkan karena tubuhnya saat ini sudah sekuat besi.
Ragnarok yang sudah memakai mode Naganya, sehingga rupa dan wajahnya saat ini seperti setengah manusia dan setengah Naga.
Sakuta melompat mundur sambil memegangi tulang rusuknya, ' Sial.. kalau saja aku memiliki energi Qi atau Mana.' Batin Sakuta.
Sakuta hanya mampu menghempaskan-nya kemudian menariknya, tapi karena gerakan cepat Ragnarok sehingga dia mampu menghindari tehnik menghempaskan musuh ata menarik musuh milik Sakuta.
Wajah Ragnarok tersenyum sambil menggambarkan sebuah kemenangan. Dia sudah sangat yakin dia mampu membunuh Sakuta dengan mode Naganya tersebut.
***
" Tomoe, kenapa kau membawa kedua pedang milik Sakuta? " Helena tiba-tiba bertanya saat menyadari Tomoe tengah membawa pedang milik Sakuta.
__ADS_1
" Aku hanya berfirasat, aku berfirasat Sakuta saat ini tengah membutuhkan pedangnya."
Charlot hanya mendengarkan dengan diam seribu bahasa, karena kali ini di pikiranya tengah fokus memikirkan nasib kerajaan-nya kalau saja energi Qi atau Mana yang saat ini dia rasakan, malah akan mendekati kerajaan-nya.
DUAAARR....
Charlot, Tomoe dan Helena langsung berpencar saat tiba-tiba ada sesuatu yang terpental ke arah mereka.
Mereka bertiga langsung segera bersembunyi dan mengawasi benda yang tiba-tiba mengarah mereka.
????
SAKUTA...
Helena, Tomoe dan Charlot ternyata benda yang tiba-tiba mengarah mereka adalah Sakuta.
DEG....
Helena, Tomoe dan Charlot terkejut karena Energi kuat sedikit demi sedikit mendekati mereka.
KRAAKK...
Tomoe langsung berada di hadapan Sakuta, wajah Sakuta langsung berubah karena tiba-tiba di hadapan-nya ada seseorang.
" Sakuta, ini Katana milik.. "
BRAAAKKKKK..
Tomoe tiba-tiba terpental di depan mata Sakuta, dalam beberapa detik karena terkejut Sakuta nematung karena sungguh terkejut.
" Dasar pengganggu... " Ragnarok mengumpulkan kekuatan-nya ke tangan Kanannya.
" Mati.. kau... "
KLAAANGGG.....
Ragnarok tersenyum senang untuk beberapa saat, tapi wajahnya langsung berubah menjadi lebih serius setelah tangannya terasa di tahan oleh sesuatu.
" Apaa..... ? "
WUSHH.....
Ragnarok beruntung dapat dengan cepat menghindarinya, tapi wajahnya masihlah terkejut karena ketika dia menengok ke arah belakang ternyata popohonan di belakangnya hampir tumbang keseluruhan.
Ragnarok kembali menengok ke arah Sakuta, dia langsung mengerutkan dahinya.
" Oh.. kau cepat juga ternyata!? Pertama-tama aku ingin membalaskan pukulanmu yang tadi."
BUUG..
Ragnarok terpental cukup jauh tapi tiba-tiba tubuhnya tertarik kembali ke arah Sakuta. "Ini juga juga untuk perempuanku tadi... "
BUAKK.....
__ADS_1
____
Ini Buat ganti Chapter kemaren malam...