Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Chapter. 73


__ADS_3

" Cepat, buka pintunya... " Pemimpin Dark elf berteriak sambil mendongak ke atas dan menatap ke arah Rag dengan gelisah.


Rag yang masih ragu terhadap para Dark elf dan masih tidak mempercayai mereka tidak mempedulikan-nya sama sekali, dia masih menatap ke arah hutan tempat Shigen menghilang dari pandangan matanya tersebut.


BRUUAAAKK....


Suara Shigen terpental terdengar jelas oleh semua orang. Shigen terpental cukup jauh sampai keluar hutan, sehingga dia mengejutkan seluruh elf yang melihatnya.


Shigen segera berdiri. " Buka gerbangnya.. Selamatkan para Dark elf ini biarkan mereka masuk!! Kita harus bekerja sama!? "


HHRRrrrrr....


Seekor Monster berbentuk seperti Kadal Naga, yang ukuranya seribu kali lipat lebih besar dari tubuh Shigen keluar dari hutan dengan mendengkur sangat keras..


Tubuh Kadal Naga itu memiliki sebuah tentakel yang mirip seperti sebuah Slaim, tentakelnya tersebut menggeliat ke atas udara seakan tentakelnya itu siap menyerang kapan saja musuh-musuhnya yang ada di depanya itu.


Para Dark elf menengok ke arah belakang tempat Shigen berdiri di sana, wajah mereka kemudian sangat terkejut dengan hal yang baru mereka lihat kali ini.


Tidak hanya para Dark elf, elf putih juga ikut terkejut dengan apa yang mereka lihat kali ini, seekor Monster raksasa yang ukuranya sangat besar.


Rag kemudian menyuruh salah satu bawahan-nya agar segera membuka gerbang desa-nya tersebut agar para Dark elf bisa segera masuk.


Dia juga kemudian segera menyuruh bawahanya itu untuk kembali menutup pintu desa itu dengan sesegera mungkin. Mereka segera membuka gerbang pintu desa mereka dan mempersilahkan para Dark elf untuk segera masuk.


Shigen masih berhadapan dengan Monster yang ada di depanya. Diaa kemudian, menengok ke arah belakang beberapa detik untuk memastikan para Dark elf selamat dan sudah masuk semuanya.


Setelah gerbang desa itu kembali tertutup, Shigen mengeluarkan nafasnya pelan untuk menenangkan dirinya dan mendapatkan ke fokusan-nya kembali.


" Tuan.. Bagaimana dengan anda? " Rag berteriak ke arah Shigen sehingga Shigen menengok ke arahnya.


Merasa ada ke sempatan emas Monster itu langsung menyerang Shigen mendadak sehingga membuat Shigen sedikit terkejut, untung saja Shigen memiliki reflek yang sangat baik sehingga dia dengan cepat langsung menghindarinya.


Kadal itu memutari Shigen seakan dia sengaja untuk memancing Shigen menyerangnya terlebih dahulu.


Shigen sedikit terkejut dengan kejeniusan musuhnya kali ini, selain lebih unggul karena ukuran dan tentakelnya. Tapi Monster itu juga bisa memiliki siasat sehingga membuat kewaspadaan Shigen harus tetap terjaga.

__ADS_1


Langkah Shigen penuh dengan perhitungan dan pertimbangan, sehingga tidak membuatnya bergerak sembrangan.


Mungkin kalau dia melakukan sedikit kesalahan itu akan membahayakan dirinya sendiri.


Di tengah-tengah tempat ia kini berdiri, Shigen mulai bergerak perlahan untuk segera menyerang.


Dia memasukkan jari tanganya ke dalam pakaian miliknya, denga perlahan Shigen mengambil sekitar delapan Kunai Hiraishin miliknya empat di sisi kanan tanganya dan empat lagi di sisi tangan kirinya.


Dengan cepat dia melemparkan empat Kunai yang berada di tangan kananya ke arah Monster kadal tersebut. Sehingga dia masih menyisakan empat Kunai di tangan kirinya.


Monster itu dengan cepat memblokir lemparan Kunai tersebut dengan tentakel miliknya, Shigen kemudian menghilang dari hadapan Monster kadal itu.


Tiba-tiba dia berada di samping Monster kadal tersebut di tempat empat Kunai yang tadi kadal itu blokir. dengan cepat dia kembali melemparkan Kunai miliknya ke arah Monster kadal itu.


Kini, kadal itu menghindari kunai-kunai yang melayang ke arahnya, ketika kadal itu masih berada di udara untuk menghindari lemparan kedua milik Shigen.


Tiba-tiba dari atas kadal tersebut ada sebuah Kunai yang dari tadi sudah melayang dan berputar di atas tubuhnya, kadal itu langsung terkejut ketika sadar di atasnya ada sebuah Kunai yang kini masih melayang.


SLAAaaapppp...


Shigen tiba-tiba muncul di atasnya, bersamaan itu juga dia langsung menangkap Kunai yang melayang tadi.


Ketika kontrol tubuh kadal itu mulai tidak beraturan karena terluka, Shigen kembali menyerangnya dengan Qi atau Mana api miliknya.


Kadal itu di serang oleh jutsu api milik Shigen terus menerus dan bertubi-tubi, tubuh kadal itu seperti terpanggang di udara dengan api yang terus menerus Shigen arahkan kepadanya.


Setelah menyerang kadal itu hampir ratusan jurus, Shigen kembali bersiap memasang kuda-kuda bertarungnya kembali.


Tubuh kadal yang kini gosong karena terpanggang oleh jutsu milik Shigen, kadal itu kemudian terkapar di tanah dan tidak sadarkan diri.


Setelah melihat Monster itu jatuh terkapar sekarang kemenangan serasa milik para elf setelah beberapa menit yang lalu. Tiba-tiba dengan perlahan namun pasti Monster yang kini sudah gosong itu kembali berdiri.


Asap hitam masih keluar dari tubuhnya perlahan, wajah para elf yang tadi terlihat senang kini setelah melihat semua kejadian saat ini menjadi kembali panik dan takut.


Tapi Shigen dengan tenang masih berdiri menghadapinya, Shigen mengangkat tanganya seakan dia memberikan isyarat untuk tidak boleh menyerah. Kemudian Shigen melirik ke arah Rag dan mengisyaratkan sesuatu.

__ADS_1


Dengan cepat setelah mengerti isyarat Shigen tadi, dia mengangkat tanganya sambil berseru kepada seluruh bawahanya.


Bukan hanya elf kulit putih, kini Dark elf juga ikut bergabung bersamanya bersiap-siap melesatkan panah mereka.


Rag sedikit tersenyum melihat pancaran mata yang kini menunjukan semangat berperang dari seluruh pasukan-nya beserta para Drak elf itu. Semangat bertahan hidup dan rasa ingin melindungi satu sama lain dari mereka, kini terpacu karena Shigen menunjukan arti sebuah perjuangan.


" TEMBAAAKK... " Teriak-kan keras Rag terdengar sampai keseluruh penjuru desa miliknya, Laura yang duduk sambil berdoa agar Shigen tetap selamat pun mendengar teriak-kan kakaknya itu.


Dia sedikit terkejut karena tidak seperti biasanya Kakaknya berteriak seperti tadi, Rag seperti berteriak dengan semangat membara dan tanpa ada rasa takut di dalam suaranya.


Ribuan anak panah melayang ke udara, kemudian satu persatu anak panah tersebut menghujani seluruh tubuh kadal tersebut.


Karena luka bakar yang amat parah kadal itu tidak bisa menghindar atau berlari, sehingga dia terhujani ratusan anak panah itu sampai kemudian dia terjatuh di atas tanah kembali dan kemudian dia mati.


Semua elf yang melihat kadal tersebut mati, mereka bersorak Sorai karena senang akhirnya mereka dapat membunuh monster kadal tersebut.


Tapi Shigen masih berdiri dengan kuda-kuda siap bertarung sehingga membuat sorak Sorai mereka terpaksa berhenti.


WHUUSsssss....


Hempasan angin yang cukup kuat keluar dari hutan di depan mereka, sampai angin tersebut menerpa wajah mereka cukup kuat.


WOOAAHRRRRrrrrr....


Tiba-tiba sebuah erangan keras kembali terdengar, erangan itu sangat kuat sampai membuat pepohonan di hutan tersebut terlepas dari tanah dan berterbangbangan melayang ke udara.


Wajah para elf kini menjadi lebih panik dan terkejut, mereka mengerutkan dahi mereka sampai keringat mereka bercucuran di kening mereka saat ini.


Sekitar puluhan Monster seukuran yang tadi mereka bunuh mulai terlihat saat daratan pepohonan tersebut menghilang dari pandangan mereka, Akibat Auman tadi.


Salah satu dari Monster itu memiliki ukuran yang lebih besar dari pada yang lainya. Kepalanya memiliki sebuah tanduk yang cukup besar sampai ke ujung pangkal tubuhnya.


NCCEekk..


Shigen sedikit berdecak karena kesal melihat kadal yang paling besar itu, dia sebenarnya tadi terlempar karena ulah kadal raksasa besar tadi...

__ADS_1


____


Kalo ada masukan cerita sama saran, masuk ke grup Legenda Ninja Angin entar kami balas dan insyaAllah jalanin..


__ADS_2