
Shigen yang tengah berbincang ringan berdua bersama Laura di atas dinding kota sambil berjaga, mereka berdua duduk berdampingan sambil bersandar di dinding pengawas desa tersebut.
Mereka berdua tengah membahas hal-hal yang bersangkutan dengan kebiasaan mereka berdua sehari-hari untuk membuang sedikit waktu mereka.
Shigen kemudian menceritakan massa lalunya ketika masih menjadi seorang murid di akademi ninja kepada Laura, Laura tertawa ketika Shigen menceritakan hal hal yang lucu di massa lalunya.
Juga ketika Shigen menceritakan hal yang menyedihkan di massa lalunya, Laura pun bersedih seketika saat mendengar kan cerita menyedihkan Shigen tersebut.
Entah sudah berapa lama mereka berbincang-bincang dan membuang waktu senggang mereka, sampai malam semakin tua dan warna malam semakin gelap udara malam itu semakin dingin.
Mereka tidak hanya berdua saja di atas dinding desa tersebut. Mereka di temani beberapa elf penjaga yang bertugas mengawasi dinding desa tersebut.
Ada salah satu elf penjaga yang mendekati mereka berdua, elf itu menawarkan sebuah selimut untuk menghangatkan tubuh mereka berdua.
Laura menerimanya dan berterima kasih atas pemberianya tersebut, Shigen sekarang lebih di hormati oleh penduduk desa bahkan di spesialkan oleh Rag sendiri.
Rag sekarang lebih menghormatinya dan menjaga perasaan-nya. Bahkan dia mempercayakan perlindungan desa beserta adiknya tersebut.
Saat ke sunyian malam dan suara binatang malam yang bergumam semakin kencang, teriakan keras muncul dari jarak yang lumayan jauh dari desa elf putih itu.
__ADS_1
Shigen segera berdiri karena terkejut dengan suara teriakan itu, Shigen memegang punggung Laura dan kemudian dengan cepat dia menatap mata Laura dengan serius.
" Cepatlah, bersembunyi di rumahmu!? Ini mungkin akan menjadi ke adaan yang sangat gawat."
Laura sempat menolak perintah dan permintaan Shigen, tapi Shigen tidak berhenti untuk meyakin kan-nya.
" Turuti permintaan ku kali ini!? Aku pasti akan kembali menemui mu! Kau lah seseorang yang akan ku temui pertama kali!? Percaya lah Setelah menyelesaikan masalah ini aku berjanji!? " Laura menggangguk dengan perasaan masih cemas dan takut. Dia kemudian memeluk Shigen dengan tiba-tiba karena dia sungguh sangat menghawatirkan keadaan Shigen sampai saat ini, seketika itu air matanya tidak bisa ia bendung sehingga jatuh membasahi pipi putihnya.
Shigen kemudian memberi isyarat kepada elf penjaga gerbang tersebut untuk segera membunyikan lonceng peringatan bahaya kepada seluruh elf warga desa tersebut.
Dia sengaja memerintahkan-nya agar warga desa segera bersembunyi dan melindungi diri mereka masing-masing, Shigen menengok ke arah belakang menatap Laura yang saat ini tengah pergi meninggalkan-nya agar segera menyelamatkan diri.
Para pasukan elf dan elf penjaga gerbang desa itu segera keluar dan berbaris untuk bersiap-siap agar menjaga desa mereka dari perang yang mungkin akan pecah kembali.
Rag kemudian berlari menuju ke arah tempat Shigen berdiri, Dia kemudian berdiri di samping Shigen dan bersiap memberi kan komandonya atau perintahnya bagi pasukan elfnya tersebut.
Setelah Rag berada di sampingnya, Shigen membisikan suatu rencana miliknya ke telinga Rag.
Setelah menyampaikan rencananya tersebut, Rag mengangguk menandakan paham dengan rencana Shigen itu
__ADS_1
Dari jarak yang lumayan jauh, suara langkah kaki puluhan orang mulai terdengar semakin mendekat ke arah desa mereka, Rag sedikit menelan ludah karena sebenarnya dia masih belum siap dengan perang ini.
Rag kemudian segera mengangkat tangan kanan-nya untuk memberi perintah agar bersiap menaruh panah mereka ke busur mereka masing-masing, dan di waktu itu pula mereka sudah bersiap untuk menembak.
Satu demi satu para Dark elf itu mulai terlihat dari hutan di depan desa Rag tersebut. Terlihat dari bahasa tubuh mereka ada kepanikan dan ketakutan yang mereka hadapi saat ini. Sambil berlari dengan tergesa-gesa mereka juga berteriak meminta tolong, tapi Rag yang tidak mendengar dan paham dengan tingkah dan teriakan mereka sempat hampir menurunkan tangan-nya agar segera menembak.
Tapi Shigen segera menangkap tangan Rag dengan cepat. Itu membuat Rag bersama dengan pasukan elf putih kebingungan karena mereka juga langsung menghentikan tembakan panah mereka terhadap para pasukan Dark elf yang tengah berlari itu.
Rag juga sempat terkejut dan kebingungan dengan tingkah Shigen yang begitu tiba-tiba menghentikan-nya. Kalau saja tangan Rag segera ia turunya mungkin pasukan elf putih itu sedah melepaskan tembakan merek ke arah pasukan Dark elf yang saat itu berlari ke arah mereka.
Para Dark elf itu semakin mendekat dan sesegera mungkin mereka langsung kembali berteriak dengan keras meminta pertolongan kepada para elf putih itu.
Rag kemudia baru saja paham dan sadar kenapa Shigen tiba-tiba menghentikan-nya, teriakan para Dark elf itu kemudian terdengar dengan jelas oleh mereka.
Sehingga membuat mereka kebingungan apa yang harus mereka lakukan, Rag melihat ke arah Shigen dia sebenarnya hendak bertanya apa yang harus iya lakukan.
Tapi kemudian Shigen melompat turun dari dinding pembatas desa, dia segera berlari menuju ke arah hutan dimana para Dark elf itu menjauh dari sesuatu...
____
__ADS_1
LIKE, COMENT, AND VOTE...