
Sakuta terus menerus memojok-kan Ragnarok, tanpa memberikan dia celah untuk membalas seranganya.
Sudah sekitar beberapa menit Ragnarok terus menerus di pojok-kan oleh Sakuta, Sampai dia mulai merasa kesal.
Ketika Ragnarok kembali di lemparkan oleh Sakuta, dia segera membuat sebuah segel tangan.
Setelah membuat segel tangan, tiba-tiba di depanya segera muncul sebuah lingkaran portal. Dan lingkaran tersebut dengan cepat menelanya.
Sakuta segera melepaskan nafasnya dengan pelan untuk menenangkan pikiranya, dia segera berbalik arah dan mencari keberadaan Tomoe.
Ketika dia sampai di dekat Tomoe sudah ada Charlot dan Helena bersamanya, Sakuta segera mendekati Tomoe dan memeluknya.
" Sebaiknya kita harus cepat bawa dia ke tempatku. Aku memiliki beberapa dokter dan tabib yang mungkin dengan cepat menolongnya."
Setelah mendengar hal itu, Sakuta segera berlari dengan semampu dia. Di belakangnya di susul oleh Helena dan Charlot yang juga berlari dengan tergesa-gesa.
Di tengah-tengah mereka berlari, Helena terus memegangi dadanya. Setelah melihat kepanikan Sakuta entah kenapa dadanya tiba-tiba merasakan sesak.
Dia masih terbayang wajah Sakuta yang panik, ketika mengetahui Tomoe sedang terluka parah.
Charlot yang berlari di sampingnya hanya bisa menahan nafasnya saat melihat wajah Helena yang kurang senang ketika Sakuta terlihat begitu mengkhawatirkan Tomoe.
__ADS_1
Ketika mereka sampai di kerajaan Charlot, Charlot segera berteriak agar bawahanya segera bergerak cepat untuk menolong Tomoe.
Sakuta di tahan dan tidak di perbolehkan masuk ruangan pengobatan, agar dia tidak mengganggu proses pengobatan Tomoe.
Sakuta terpaksa hanya bisa menunggu di luar ruangangan tersebut. Helena mendekatinya untuk menenangkan Sakuta, " Aku paham kau sangat mengkhawatirkan-nya, tapi kau juga harus mengobati lukamu dan segeralah beristirahat."
Sakuta menatap ke arah Helena yang berdiri di sampingnya, " Kau benar, terima kasih Helena. Aku percayakan penjagaan Tomoe kepadamu."
Sakuta segera beranjak pergi setelah Helena berkata demikian.
Di tengah ruangan lain, Charlot tengah duduk sambil tubuhnya tidak mau berhenti untuk tidak bergetar. Charlot sangat Syok saat mengetahui kehebatan Sakuta saat bertarung.
Charlot menyesali perbuatanya karena hampir menyinggung Sakuta, setelah merenung untuk beberapa saat dari luar ruanganya ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya itu.
Charlot segera menyuruh mereka masuk, dengan cepat dia langsung terkejut setelah melihat setengah dari bawahanya yang tadi dia suruh untuk mengawasi Sakuta, Helena dan Tomoe kini sudah kembali.
" Dari mana kalian, setengah dari tim kalian sudah di tangkap oleh dua gadis yang kalian mata-matai."
" Saat laki-laki itu tiba-tiba berlari ke arah hutan, kami membagi setengah tim kami. Tapi rupanya laki-laki itu sengaja menjebak kami dan membuat kami semua pingsan."
Charlot terdiam untuk beberapa saat, setelah itu dia kemudian menyuruh bawahanya untuk kembali dan segera beristirahat dia langsung berterima kasih atas kerja baik mereka.
__ADS_1
" Laki-laki itu selain melindungi kami, dia juga diam-diam mengetahui gerak gerik kami. Aku kira akulah yang memainkan dia seperti boneka ha.. ha.. ha.. Tapi dia memperlakukan kami malah sebaliknya."
Charlot memijat-mijat keningnya yang mulai terasa sakit, kejadian kerajaan-nya hari hari ini bisa di bilang sangat beruntung. Andai saja sosok Sakuta tidak ada di sini, mengingat tekanan Ragnarok tubuhnya kembali merinding dengan cepat.
***
Sakuta segera bersila dan mengatur nafasnya, dia membayangkan gerakan-gerakan dari Ragnarok.
Tekanan udara dan Kekuatanya saja sudah sangat menyulitkannya, kali ini dia sebenarnya sangat beruntung. Kalau saja Tomoe tidak datang dia pasti sudah di bunuh oleh Ragnarok.
" Aku masih belum kuat, Tanda kedua Katana ini aku pasti akan mati oleh mereka. Apalagi yang bernama Ragnarok ini bukan yang terkuat dari mereka."
Sakuta sedikit lupa dengan ucapan Ragnarok tadi,' dia menyebutkan orang-orang di atasnya dengan sebutan apa tadi? ' Kepala Sakuta menjdi terasa sakit bila mengingat hal yang baru saja dia lupakan.
" Haahh.. itu tidak penting, saat ini aku harus bisa menjadi lebih kuat agar bisa menghabisi mereka semua."
***
Helena masih duduk di depan ruangan Tomoe yang sedang di obati, setelah para dokter yang mengurus Tomoe keluar dia segera menanya kan keadaan Tomoe.
" Dia sudah tidak apa-apa, dia akan kembali sadar saat pagi hari!? Kami permisi dulu."
__ADS_1