Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Dendam Thio Sam Hong


__ADS_3

Thio Sam Hong masuk perlahan di kediaman Haida. Tubuhnya tiba-tiba bergetar setelah melihat semua kekacauan yang telah Sakuta perbuat.


" Sam Hong... Aku salah maaf kan aku!? " Putra Haida merengek saat meliht Sam Hong memasuki kediamannya. " Sam Hong.. Aku akan berikan apapun.. "


Sam Hong menoleh ke arahPutra Haida sambil menahan sakit di dadanya, dia mengerakkan giginya dengan kuat menahan rasa sesak mengingat setiap perbuatan buruk Haida beserta putranya.


Matanya memerah dengan nafas yang sudah sangat tidak teratur. Rasa Sedih, Marah menjadi campur aduk di pikiranya.


Sam Hong mendekati putra Haida yang kini masih merengek meminta ampun darinya. Dia menarik rambut Putra Haida dengan kasar.


Dia membelalakkan matanya sambil mendekatkan wajahnya persis di depan mata Putra Haida. Sam Hong tersenyum seperti orang yang kesetanan.


" Kau ingat bagaimana ibuku meminta ampun.. " Sam Hong mendekatkan kembali tatapan menyeramkanya di hadapan putra Haida. " Tapi apa?? Kau malah menyuruh bawahan mu untuk memukulinya dan kemudian kau menyuruh bawahanmu untuk memper****nya. Dasar ********."


Sam Hong menusuk kaki putra Haida dengan belati yang selalu dia bawa. " Setelah kedua tanganmu!? Aku juga akan memotong kedua tangan ayahmu!? "


Sam Hong melepaskan jambakanya di Putra Haida kemudian dia mendekati Haida sambil tersenyum merendahkan.

__ADS_1


" Hai.. Tuan Besar Seiteki Taishōgun Heida. Kau masih ingat dengan ku? " Sam Hong kembali mendekatkan wajahnya di depan wajah Heida dengan senyuman merendahkan.


Tubuh Heida bergetar kuat saat melihat wajah Sam Hong sangat dekat dengan matanya. Saat menyaksikan bagaimana dia menghina anaknya sebenarnya hati Heida ingin segera menolong anaknya kemudian dia ingin membunuh Sam Hong di hadapan Putranya itu.


Tapi posisinya kali ini sangat buruk karena saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa. Jurus rahasia yang sebenarnya ia sembunyikan untuk suatu hari kalau dia mendapatkan kesempatan untuk bertarung dengan Tokugawa.


Justru dengan mudah Sakuta kalah kan dirinya beserta jurus rahasianya tersebut. Dia mencoba melawan rasa takutnya saat menatap kedua mata Sam Hong yang begitu dekat dengan matanya.


" Ada apa Tuan Seiteki Taishōgun Heida.. Apa Tuan besar seperti mu bisa ketakutan dengan serangga kecil seperti ku?! Oh.. Iya kau masih mengingat Ayahku yang kau fitnah sehingga dia di keluarkan dari kerjaannya sebagai seorang tentara Kekaisaran?! " Sam Hong tertawa sambil tersenyum kesakitan dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


" Ayah ku kini menjadi gila.. Karena masih belum menerima kematian ibuku!? Dan kau tau apa yang lebih seru lagi? Aku selalu di bully oleh guru-guru ku dan teman-teman karena permintaan mu!? Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. "


" Tidak.. Dengar kan dulu aku akan memenggal kepala anak ku sendiri karena ini semua kan kesalahanya. Bagaimana?? " Nafas Heida sudah tidak bisa ia atur agas bernafas dengan teratur, jantungnya berdetak sangat keras karena tidak bisa menahan rasa takutnya mendengar ancaman Sam Hong.


Wajah Putra Heida langsung berubah karena terkejut. " Ayah.. Apa yang kau katakan barusan?! " Putra Heida yang mendengar perkataan Ayahnya yang malah ingin menyelamatkan dirinya sendiri dengan mengorbankan nyawa anaknya tersebut.


Membuat Putranya menjadi sangat marah, karena itu semua sangat tidak adil baginya.

__ADS_1


Sam Hong menjadi tertawa melihat sifat buruk Heida. Bukan hanya berbuat buruk terhadap orang lain, tapi demi menyelamatkan dirinya sendiri dia rela mengorbankan keluarganya sendiri bahkan putranya yang merupakan darah dagingnya.


" Kau memang pemimpin yang paling buruk dari pada kotoran." Sam Hong segera melemparkan tubuh Heida ke atas, kemudian dia melompat dan memukul tulang belakang Heida dengan keras.


KRAAKKK...


Bunyi tulang yang patah terdengar jelas di telinga setiap orang bahkan Sakuta yang tengah menonton ya.


AAAAAaaaaaaaa.....


" Aku akan mebunuh mu!? Aku akan membunuh mu brengsek." Heida masih terus berteriak dengan Histeris sambil memegangi punggungnya yang terasa sangat begitu menyakitkan.


Seluruh bawahan Heida yang melihat semua aksi Sakuta dan Sam Hong, dari awal sampai akhir hanya bisa mematung dan tidak berani mengganggu kedua pemuda itu.


" Untuk semua bawahan Heida.. Jika ingin bernasib seperti majikan kalian!? Maka Kalian bersiaplah." Ucapan Sakuta yang begitu dingin membuat jantung setiap orang hampir berhenti.


Mereka langsung segera berlari dengan cepat tanpa menghiraukan kedua tuan mereka.

__ADS_1


___


Jangan Pernah Menghina pekerjaan seseorang atau menghina kebiasaan mereka.. Karena belum tentu dirikita lebih Mulya atau lebih tinggi dari pada orang tersebut.


__ADS_2