
" Silahkan masuk.. Tuan Putri." Suara pelayan menyambut masuk, tamu yang baru datang memasuki ruangan paling atas dan Khusus tersebut.
Wanita yang berusia tiga belasan tahun memasuki ruangan yang sekarang di penuhi pendekar. Ketika dia masuk putri angkat kaisar tersebut begitu terkejut menemukan dirinya berada di tempat yang di penuhi pendekar hebat.
Dia memberi penghormatan terbaiknya, begitupun pelayan pribadi di sebelahnya. " Maaf kan kami, yang masuk sembarangan ke tempat para pendekar saya ijin pamit."
Gin Longer menghentikan-nya, dia menyuruh pelayan Kestoran mempersilahkan tamu sepesial yang baru datang tersebut untuk duduk.
" Tuan Putri, Tetua Xiao Nian pun ada di sini, Kau tak perlu repot-repot pergi ke sekte tersebut."
Wajah Putri itu berubah dia terkejut dengan seseorang yang mengetahui niatnya. " Maaf Senior semuanya, atas kelancangan ku di depan para senior semua! mungkin Tetua Gin sudah mengetahui niat ku, Ijin kan aku menyampaikan niat ku.
Namaku Song Yan putri angkat kaisar Ming Aku ingin bertemu Sakuta Ryogo, dia adalah kakak Angkat ku ketika kami masih berada di Benua Angin."
Wajah Tetua Gin memang tidak asing baginya karena beliau merupakan Ketua Penasehat Dua Kaisar di Benua Badai, dia juga Memegang jalan kendali perdagangan Benua Badai jadi dia memang sudah sangat mengenalnya.
Perkataan-nya tersebut membuat semua orang di tempat tersebut tersedak dan terkejut atas perkataanya.
" Kau.. dari Benua Angin.. " Seru Shigen terbata-bata.
__ADS_1
" Yah, Benar tuan pendekar." Ucap Song Yan.
Tiba-tiba keributan terjadi di lantai bawah lestoran, Suara gaduh tersebut mengejutkan para pendekar yang berada di ruangan teratas ini.
" Lancang, Siapa yang berani membuat keributan di tempatku!? " Seru Gin Longer.
Seorang pelayan berlari ke arah Gin Longer dengan keringat dingin, dia berbisik ketelinga kanan Gin Longer.
Wajah Gin Longer Berubah panik," Pendekar semuanya.. Kita Harus cepat turun ke bawah.. " Mereka yang mendengar peryataan Gin Longer, semuanya kebingungan dan saling menatap satu sama lain, karena memang belum mengetahui apa yang terjadi.
***
" Heh.. ternyata pasangan Rusa yang macam-macam dengan kita di jalan tadi, malah masuk ke sarang harimau!? " Seru salah satu Pasukan Kerajaan tersebut, Mereka tersenyum dan terkekeh cukup keras.
" Kalian bisa kami maafkan, asal kau si pria lepaskan pakaian mu dan bersujudlah di hadapan kami dengan telanjang. Dan kau Wanita, kau boleh memuaskan kami malam ini!? " Para pengawal kerajaan tertawa lepas semuanya, dia menatap ke arah Tomoe dengan wajah dan pikiran mesum mereka.
Otot Jengkel keluar di sisi kening kiri Tomoe, wajahnya berubah menjadi marah aura dingin tiba-tiba keluar dari tubuhnya. Sakuta hanya menggeleng kepala pelan, seakan memberi perasaan iba di hadapan para pasukan pengawal kekaisaran tersebut.
" Kalian sudah salah mencari masala dengan kami." Ucap Tomoe pelan, tapi perkataan-nya terdengar jelas oleh mereka yang kini terkejut dengan kekuatan besar yang keluar dari tubuh Tomoe.
__ADS_1
Seketika itu kaki mereka di selimuti oleh bongkahan Es yang membuat mereka tidak bisa bergerak, Wajah mereka kini berubah mereka menatap Tomoe dan Sakuta seakan adalah malaikat pencabut nyawa mereka.
" Ampuni kami pendekar, kami terlalu bodoh untuk tidak mengenali kalian berdua."
" Maaf, Kalian terlambat.. " Dengan cepat Tomoe menendang mereka, ketika mereka tidak bisa berkutik sekecilpun.
Para Pengawal kerajaan tersebut terpental jauh masuk ke dalam Lestoran, dan merusak properti serta membuat gaduh para pengunjung Lestoran Batu Giok.
Shigen Tiba-tiba berada di hadapan Tomoe. "Hentikan, Apa? Yang kau lakukan? " Tegur Shigen.
" Mereka mencari masalah dengan kami." Seru Tomoe.
Gadis dengan pakaian seorang putri baru turun dari atas tangga lestoran, wajahnya berubah terkejut melihat beberapa pengawalnya terkapar di lantai lestoran.
Dia merubah arah pandangan-nya ke arah Tomoe dia langsung membungkuk dan memberi hormat. " Maaf kan atas perlakuan buruk, pengawal ku aku kurang mendidik mereka maaf kan aku Nona Pendekar."
Song Yan mengangkat pundaknya dan wajahnya langsung berubah, ketika pandangan kedua matanya jatuh ke arah sosok Pria di belakang Tomoe yang tidak asing baginya.
" Kakak, Sakuta... "
__ADS_1