
Sosok Ragnarok dengan perubahan penuhnya..
" Sial... Apa kalian sudah puas mengukurnya!? Tolong cepat bukalah segel tubuh ini." Ragnarok membuka bajunya dan terlihat sebuah Tatto di sekeliling tubuhnya.
" Meski jiwamu sekuat Tifon, tapi kau dengan mudah di pukul mundur oleh orang biasa sepertinya." Salah satu Emperor mengeritiknya karena dia berbikir Ragnarok terlalu lemah untuk menguji kekuatan Sakuta.
" Dia belum mengeluarkan batas dari kekuatan-nya!? "
" Kalian selalu bilang seperti itu, tapi kalian tidak mencobanya sendiri!? Kalau saja kekuatanku tidak di segel seperti ini. Aku pasti akan menghabisinya... "
" Sudah lah, yang penting kita telah mendapatkan informasi penting dari musuh kita." Seorang wanita ikut berkomentar di dalam pembicaraan mereka.
" Cihh.... " Ragnarok segera membuang wajahnya saat wanita itu menatapnya.
" Apa aku salah mengatakan sesuatu Ragnarok? " Ragnarok tidak menjawab pertanyaannya tersebut dia hanya memalingkan wajahnya.
" Oh jadi kau kesal karena aku menyegel kekuatanmu!? Baiklah.. "
WUSHHH.....
Tatto-tatto di tubuh Ragnarok langsung menghilang, dia segera melepaskan hawa yang lebih mencekam lebih dari ketika dia bertemu dengan Sakuta.
" Kau mau bermain-main dengan ku Ragnarok." Di balik kegelapan ada seseorang yang nampak terlihat warna matanya saja yang nampak terlihat tajam menatap lurus ke arahnya, dia yang sedikit terganggu dengan pelepasan Aura energi Qi atau Mana yang Ragnarok keluarkan segera mengancamnya.
Ragnarok segera menurunkan Auranya tersebut, " Aku tidak berani tuan.. " Kaki Ragnarok seketika itu bergetar kuat saat kedua mata itu terarah padanya.
" Ha.. ha.. ha.. ha.. Tekanan yang Tuan keluarkan memang selalu mengerikan." Wanita itu membasahi bibirnya menggunakan lidahnya, " Aku sangat ketakutan sampai aku mau keluar."
" Dasar wanita gila... "
" Kau mencoba untuk memprovokasi ku Carberus??.. "
" Kalian sebaiknya diam... Atau kalian semua akan aku bunuh!? "
THUM.. THUM.. THUM..
Keringat mulai keluar dari kening mereka masing-masing dan tanpa mereka sadari mereka semua sudah berlutut, hanya satu orang yang tidak berlutut sama sekali yaitu CERIDRIS yang masih tersenyum karena dia tidak terpengaruh oleh tekanan HYDRA.
_HYDRA
_CERIDRIS
_CARBERUS
_SCYLLA
_RAGNAROK
Dulu benua Khlaka di huni puluhan ribu manusia, tapi itu berubah kerika satu abad yang lalu.
Nama asli HYDRA dulu adalah Aizen Sosoku. Dulu sebelum dirinya memiliki kekuatan yang bahkan sampai mengancam dunia, dia adalah seorang anak yang di lahirkan oleh seorang wanita yang ketika itu berumur lima belas tahun.
Karena di terlahir dari janin seorang gadis yang masih muda, seorang biksu yang ketika itu memberkatinya mengangkatnya sebagai anak suci.
Ketika dia berumur Enam tahun, dia sudah memiliki ratusan ribu penganut yang mempercayainya sehingga sifat rendah hati dan dewasa sudah dia dapati ketika umur tersebut.
Dia di sebut anak suci yang setiap waktunya di latunkan untuk selalu memuja Dewa dan Dewi untuk kesembuhan dan kemakmuran desanya tersebut.
Tapi semua itu berubah ketika benua Khalka di datangi sekelompok bajak laut yang menjarah mereka, dan membunuh para pria yang melawan mereka.
Para gadis berserta wanita yang sudah beristri di setubuhi oleh mereka beramai-ramai.
Aizen yang kala itu di selamatkan oleh puluhan puluhan jamaahnya, tidak mengetahui bagaimana kekejaman para bajak laut itu.
Aizen di rawat dan di lindungi para jamaah setianya, samapai sekitar dua Minggu sudah berlalu ketika Aizen masih bersembunyi di persembunyiannya.
Tiba-tiba para bajak laut menyerang persembunyiannya tersebut, Ibu Aizen di setubuhi di hadapanya sendiri dan para penganutnya di bantai di depan mata kepalanya sendiri.
Saat tubuh Aizen di salib dan di gotong ramai-rami oleh para bajak laut, seluruh warga dan para jamaahnya yang dulu selalu memujanya kini hanya bisa melihatnya dengan tatapan kosong karena mereka di paksa bekerja rodi oleh para bajak laut itu.
__ADS_1
Pemimpin dari bajak laut itu, menemui Aizen dengan tersenyum melihat Aizen yang saat ini tengah sekarat.
" Para warga sekalian, apa inikah anak suci yang selalu kalian banggakan? Hai anak suci... di mana tuhanmu saat ini katanya dengan doamu desa ini bisa makmur dan aman dari segala bahaya."
Pemimpin dari bajak laut itu mendekati Aizen, " Kalau kau anak suci aku adalah Dewan-nya.. Ha.. ha.. ha.. Kau tau siapa yang memberitahukan tempat persembunyianmu? Itu adalah para biksu atau guru-guru mu.. ha.. ha.. ha.. ha.. Saat kami memotong satu persatu jari mereka untuk memberi tahukan lokasimu dia menangis sambil menjilati kaki ku."
Pemimpin bajak laut itu mengangkat kakinya di atas untuk menunjuk-kan kakinya tersebut kepada Aizen.
Dia kembali tersenyum," Para warga sekalian, anak suci yang kalian puja dan kalian lindungi ini adalah penyebab kalian bisa seperti ini!? Jadi ambillah batu di bawah kalian dan lempari anak ini sampai mati... "
IYAA... IYAAA..
KITA SIAL GARA-GARA DIA...
BUNUH DIA...
BUNUH DIA...
Karena emosi dan amarah para warga sudah tidak bisa mereka tahan, kemarahan mereka terpaksa mereka arahkan ke satu orang yaitu Aizen..
Aizen di lempari batu sampai tubuhnya berlumuran darah dan kemudian mati.
Di dalam alam bawah sadar milik Aizen." Kenapa ini jadi kesalahanku.. Oh.. dewa kalian selalu ku puja untuk keselamatan seluruh orang di sini tapi.. kenapa kau tidak menolong kami... "
Di tengah-tengah kegelapan Aizen berteriak memaki-maki semua Dewa yang selama ini dia puja, tiba-tiba dia terkejut karena ada sesosok bayangan hitam yang mendekatinya dan tersenyum ke arahnya.
" Kenapa Kau menyembah dan berdoa kepada para Dewa itu? Mereka tidak bisa mengabulkan Doa kalian mereka hanya menciptakan kalian agar kalian semua mati!? Tapi jika mulai sekarang kau selalu memujaku dan selalu berdoa kepada ku, maka aku akan memberikan semua yang kalian inginkan.."
Bayangan hitam itu tersenyum ke arah Aizen, dan meyakinkanya dengan mendekatkan wajahnya ke mata Aizen.
Aizen yang sudah lemah dan tidak berdaya itu menyetujui perjanjian-nya tersebut, tubuhnya yang kini masih tersalib dan berlumuran darah.
Kini mulai kembali bergerak sedikit demi sedikit. Seketika itu waktu sudah berganti menjadi malam, dia yang sudah di kira mati oleh seluruh orang. Tubuhnya masih di biarkan untuk tersalib dan di letakkan di tengah-tengah desanya itu.
Dia segera tersadar dan mulai bergerak untuk melepaskan dirinya itu.
KRAAAK..
Dia berjalan berniat untuk segera bersembunyi, tapi dia terkejut karena bukan dirinya saja yang tersalib.
Dia segerah mengarahkan pandanganya ke atas papan salib tersebut. Wajah Aizen lagsung berubah serius karena ketika dia menyadari sosok yang tersalib di sebelahnya itu ternyata ibunya sendiri.
Tubuhnya berlumuran darah dan yang lebih kejamnya lagi, ada sebuah kayu yang lumayan besar di tusuk-kan di kemaluannya tersebut.
Aizen langsung mencengkram tanah dengan kuat, Seluruh otot-otot di wajahnya mulai terlihat jelas keluar.
" Kalian semua, akan mendapatkan sesuatu yang serupa."
Malam itu menjadi malam yang penuh teriakkan dan ketakutan yang sangat mencekam.
Aizen membunuh semua orang dan memotongnya menjadi beberapa bagian. Dia memisahkan kepala dari tubuh korbannya itu dengan menariknya sehingga kepala orang yang telah di bunuh ya terdapat tulang dan bagian dalam tubuh korbannya yang ikut tertarik.
Ketika ada ssalah satu bajak laut yang mendekatinya, tubuhnya akan segera hancur menjadi gumpalan darah sehingga mereka tidak berani untuk mendekat atau menyerangnya.
***
" Cepat bunuh Monster itu." seru pemimpin bajak laut tersebut. Di dalam kerajaan yang sangat besar yang baru beberapa hari pemimpin bajak laut dan anak buahnya itu buat.
" Kami tidak berani mendekatinya karena ketika kami mendekatinya, kami semua akan hancur seperti air darah."
" Kapten kami akan pergi, kalau kau memang mau mendirikan kerajaan disini silahkan tapi jangan mencegah kami untuk pergi."
Seluruh bawahanya menjadi sangat panik dan ketakutan, mereka sudah kebingungan harus berbuat apa.
Jadi mereka memutuskan untuk menghianati kapten mereka. " Kalian semua penghianat.."
***
" Anak suci tolong ampuni keluarga saya, maaf kan saya ibu mereka di bawa oleh para bajak laut jahat tersebut am.... "
KRAAAKKK....
__ADS_1
Sebelum orang itu menjelaskan ceritanya sampai akhir, tubuhnya sudah langsung melayang dan tiba-tiba tulang-tulangnya patah. Tubuhnya lebih mirip seperti kain yang tengah di peras.
Darah segar menyembur deras dan berceceran mengenai wajah anak-anaknya yang masih kecil.
" Hee.. he... he.. Tuan ampuni kam... eekk eekk.. " Kepala mereka tiba-tiba pecah seperti buah semangka yang di remas kuat.
Aizen membalikan arahnya ke arah rumah yang sangat besar yang terlihat jelas masih baru berdiri.
" Sekarang giliran para bajak laut ini!? " Dengan jalan perlahan Aizen berpapasan dengan ratusan anak buah bajak laut itu yang hendak melarikan diri.
" Kalian mau kemana malam-malam begini? Aku tidak akan membiarkan satubdari kalian untuk pergi atau pulang dari kotaku ini!? "
" Tembaki dia, jangan sampai dia mendekati kita." Seru kawanan para permpok itu.
" Heeh... bajak laut memang hebat.. " Aizen mengangkat tanganya dan semua para perampok itu melayag keudara dan segera hancur menjadi cipratan darah yang sangat banyak.
" Waaaah.. Aku sudah lama belum mandi, ternyata sujah kali ini terasa lebih hangat dan membuat ku nyaman.
***
" Aku harus pergi.. Aku harus pergi... Untung saja aku sudah membuat jalan singkat agar lebih cepat untuk segera lari dari tempat terkutuk ini.
HAAH.. HAAH...
HAA..
HAA..
HAA...
" Heh... pas sekali aku menunggu di sini."
DEEGG...
DEEGG...
Wajah dari pemimpin bajak laut itu langsung berubah warna menjadi putih pucat, " Maaf kan aku, Tuan suci.. Dewa maha pengasih dan mengampuni setiap kesalahan umatnya kan?? Jadi kalau saya mulai bertobat Dewa mungkin akan mengampuni kesalahan ku kali ini.."
Aizen tersenyum ke arahnya dengan tatapan tajam, " Kau benar, okeh kalau begitu kau harus aku sidang dan didik menjadi penganut Dewa yang baik.. kemarilah."
Pemimpin bajak laut itu menelan ludahnya pelan, dia mengikuti Aizen berjalan kembali menuju ke kerajaan-nya tersebut.
" Aku sudah memasak makanan yang di sukai para Dewa jadi kau harus memakanya.. "
Aizen meretakakan kepala-kepala anak buahnya di hadapan pemimpin bajak laut itu.
HUEEKKK...
Dia langsung muntah karena merasa jijik dengan empat kepala orang-orang yang dia sangat kenali.
" Hehhh.. kau mengeluarkan isi perut mu!? Kau berarti tidak mensyukuri pemberian Dewa. tanganya terpaksa aku potong."
AAAHHHH...
AAAAHH...
AAHHHHHHHH...
Aizen memotong satu persatu tanganya sedikit demi sedikit.
" Tolong ampuni aku Tuan.. Aku akan segera bertobat dan menjadi penganutmy yang setia.."
" Hoooo... Kau mau menjadi seperti mereka." Aizen menarik rambutnya supaya dia mengikutinya.
Pemimpin bajak laut itu hendak menikanya tapi dia tidak bisa bergerak, dan mengendaliakan tubuhnya.
Saat tiba-tiba Aizen melemparnya ke luar villanya, dia kembali merasakan sakit kepala akibat bau darah yang sangat menyengat..
" Tuan tolong... kalau begitu bunuhlah saja aku.. Aku tidak mau hidup melihat mereka seperti ini!? "
" Kau hanya boleh mati ketika aku menyuruhmu mati.. "
__ADS_1
Aizen kembali tersenyum saat melihat wajah pemimpin bajak laut itu menjadi semakin ketakutan saat melihatnya...