
" Baiklah, Aku akan mencoba berduel dengan Tuan Sakuta! " Seru Helena.
" Apa kau gila? Kalau aku bekerja sama dengan Shigen sekalipun, kami tidak akan sanggup mengalahkan Sakuta! Bagai mana jika kau mencoba berduel dengan ku? "
Biarpun Tomoe berkata pelan, tapi suaranya cukup bisa di dengar jelas seluruh orang di ruangan tersebut.
" Nona.. Kau terlalu meremehkan-ku!" Dia mengepalkan tangannya kuat.
Helena mengeluarkan sedikit aura kekuatannya. Tapi itu mampu membuat seluruh benda mati bergerak, Tomoe yang tadi tanpa ekspresi kini menyipitkan matanya seakan seekor Harimau yang telah mengunci Hewan buruan-nya.
" Kita bisa mencobanya dulu!? aku akan menemani mu bermain dan kau bisa memperlihatkan semua yang kau miliki!?"
Kini mereka berdua sudah berdiri di tengah-tengah tanah yang luas, di belakang Kerajaan Kota Light Benua Besi.
" Kau akan menyesali kata-kata mu tadi."
Tomoe tidak mencoba membalas omonganya. Aura yang di keluarkan mereka saling berbenturan, Tiba-tiba tubuh mereka bedua menghilang. Hanya suara pedang yang saling beradu sebagai bukti terjadinya Duel cepat mereka.
__ADS_1
Kemudian setengah arena duel Tiba-tiba terlapisi Es, setelah ledakan keras dari benturan senjata mereka yang di aliri Jutsu. semua orang yang hadir menonton mengusap-usap mata mereka.
Mereka seakan gembira melihat Tontonan seru yang jarang ini. Bahkan mungkin tidak pernah terpikir, bahwa mereka bisa sangat begitu beruntung dapat melihat.
Beda halnya dengan para Hunter di atas kelas A, mereka menonton sambil mulut mereka terbuka.
Setelah bertukar banyak Jurus hebat andalan mereka. Letikan Api dari benturan pedang mereka bagaikan sebuah Bunga api, para penonton berteriak dan beramai-ramai menyerukan nama pahlawan mereka, Yaitu Helena.
" Kau, kelihatan lelah kucing garong! "
" Aku tidak pernah lelah, meski harus beradu seribu Jutsu lagi dengan mu."
" Harusnya ini cukup, untuk saling mengukur kekuatan lawan kalian, Nona Helena ada hal penting yang harus kita bicarakan."
Mata Helena dan Tomoe saling bertemu, mereka menyarungkan lagi senjata mereka masing-masing. Helena menarik Nafas cukup panjang dan menghembuskanya.
" Baiklah, Aku mengerti! aku akan mengatur pertemuan kita." Setelah asap menghilang, barulah mereka berdua terlihat, para penonton bertepuk tangan keras, seakan duel mereka menyihir mata mereka seperti baru pertama kali terhibur.
__ADS_1
Helena dan Tomoe saling memberi hormat dan pergi meninggalkan lapangan duel tersebut bersama-sama.
Setelah semua itu, Helena mengumpulkan pemuka-pemuka penting untuk, berunding dengan Kaisar di dalam kerjaan Benua Besi. Dia mengusulkan kepada orang-orang penting itu, untuk menghormati Sakuta dan jangan berurusan dengannya.
Helena, menakuti mereka semua! bahwa Sakuta mampu menghancurkan Benua Besi dalam satu hari. Tentu kata-kata Helena membuat mereka mengeluarkan keringat dingin.
Mereka akhirnya setuju dan menyambut Sakuta sebagai pahlawan, meraka menyiap kan seluruh kemewahan yang ada di Benua Besi untuk melayani Sakuta dan membuatnya senang.
Helena tersenyum, dan keluar dari rapat tersebut. Kaisar dan para orang pilihannya malah berlomba-lomba memberikan gagasan penting mereka, untuk memuaskan hati Sakuta.
Malam pun tiba Sakuta di suruh untuk menginap di Kota Light, mereka di berikan Tempat tidur yang begitu nyaman dan makanan-makanan yang enak, mereka di layani bagaikan seorang kaisar.
Tomoe yang di temani Helena justru, pergi ke tempat pemandian Air hangat untuk membasuh tubuhnya, maklum karena dia juga wanita apalagi dia sudah lama terkurung dalam Dongeon.
Dia masuk ke kolam tersebut dengan perlahan, merasakan sensasi yang sudah lama dia inginkan, dia melemaskan tubuhnya seakan setengah beban hidupnya menghilang.
**Buat para Readers yang sudah membaca sampai sejauh ini, Jangan Lupa untuk tekan suka dan like tiap chapter. Dan Author saranin Baca juga *Tukang Kebun Bunga Itu Milikku* novel baru seri Romantis dan komedi Karangan Author sendiri.
__ADS_1
Terima Kasih**!!