Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 48 Pertempuran 3


__ADS_3

" Itu, Seekor Naga!?.. " Seru Shigen yang baru masih di tengah hutan yang tiba-tiba muncul sambil memegang kunai miliknya.


Dia kembali menghilang dan langsung muncul di tengah-tengah kota yang tepat terdapat kunainya sebelum dia mengamankan Song Yan ke istana, dia sudah menanjabkan kunai itu di tanah, tepat di tengah-tengah keberadaan Lubu Kaiji dan yang lainnya.


Kedatangan Shigen yang tiba-tiba muncul membuat semua orang terkejut, tapi setelah mengetahui sosok yang tiba-tiba muncul kewaspadaan mereka kembali terarahkan ke atas.


Setibanya Shigen sampai di kota kembali, datanglah pula ratusan murid dari sekte Anggrek Emas untuk hendak mau ikut membantu.


" Patriack, bagaimana ke adaanmu? " seru salah murid Xiao Nian.


" Tenang, Patriack tidak terluka parah! Tapi Tetua Gin yang kini sedang dalam ke adaan gawat. Kalian lindungilah Tetua Gin ketika dia sedang memulihkan tubuhnya kembali." Ucap Nie Lang si God Slayer.


Lubu Kaiji dan para pendekar lain setelah beradu ribuan jurus dengan para Demon mendapatkan beberapa luka di sekujur tubuhnya, dia segera memakan pil penyembuh untuk memulihkan kembali tubuhnya dan tenaga dalam mereka meski sedikit.


Meskipun seakan mereka baik-baik saja tetapi luka dalam yang di berikan para Demon kepada mereka sesungguhnya terlalu parah.

__ADS_1


" Sakuta dimana? " Tanya Shigen.


" Tuan Sakuta sepertinya masih bertempur dengan Demon di bukit atas itu." Ucap Mio Zi yang masih duduk bersilah sambil menunjuk ke arah bukit yang lumayan dekat dengan kota.


Tiba-tiba Shigen kembali menghilang dari hadapan semua orang, meski sudah melihatnya berulang kali tapi kemampuan Shigen masih tetap mengejutkan mereka.


***


Setelah para Demon mundur, Demon Emperor yang bertempur dengan Sakuta masih kesulitan untuk kabur, terpaksa dia memanggil teman-temannya untuk membantunya melooloskan diri dari Sakuta.


Seketika itu api besar yang cukup untuk melukai mereka tiba-tiba muncul di hadapan Demon tersebut, membuat Demon itu mundur beberapa langkah.


Dengan cepat setelah kobaran api itu sedikit demi sedikit menghilang, dari api itu mulai nampak bentuk seseorang dan tidak lain ternyata itu adalah Shigen yang baru datang, Shigen tidak sadar telah memberikan peluang bagi Sakuta dengan teralihkannya para Demon tersebut meski untuk sesaat.


Sakuta langsung memanggil Ratu Ular keluar, fokus Sakuta dari tadi terarahkan ke arah Naga besar yang baru keluar dari Lubang hitam itu.

__ADS_1


Jadi dia tidak mendengarkan ocehan kecil dari para Demon tersebut. Kemunculan Ular putih raksasa sebesar Naga Luciver membuat semua orang serta para Demon terkejut.


Naga Luciver melebarkan sayapnya dan membuat kota Emey yang sekarang hanyalah menjadi puing-puing bangunan mejadi gelap gulita karena warna langit tertutup oleh sayapnya.


Ketika kemunculan Ular Putih raksasa yang tiba-tiba di hadapan semua orang. Tomoe juga langsung memanggil Yamata yang sedari tadi tidur dan melingkar manis di jari kelingkingnya.


Dua ular putih raksasa yang tiba-tiba langsung muncul dan berhadap-hadapan dengan Naga Demon tersebut, membuat wajah Demon Emperor menjadi lebih murka.


Demon Emperor melirik semua bawahannya seakan mengisyaratkan sesuatu. Dan langsung di susul oleh semua anggukan para Demon bawahanya tersebut.


Para Demon membuat suatu segel pemanggil dan tubuh Para Demon tiba-tiba mengeluarkan aura biru yang jelas meski dengan mata biasa, Aura tersebut terus membesar dan membuat tekanan kuat di sekitar musuhnya.


Seketika itu dari balik portal yang di buat seakan seperti pintu masuk bagi para Demon dan Naga Luciver tersebut, langsung keluar lagi ribuan berbagai macam iblis-iblis dan Siluman dengan tingkatan yang berbeda-beda.


Di dalam kota Emey. " Itu, para Iblis dan Siluman seperti penghuni Dongeon seratus alam di Benua Besi. " Seru Lubu Kaiji.

__ADS_1


" Mereka sangat banyak!? " Ucap Murid Xiao Nian sambil wajahnya menjadi sangat serius dan ketakutan.


__ADS_2