Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 32 Arti Kekejaman Sesungguhnya


__ADS_3

" Hahahaha... Apa kau sudah bosan hidup nak! Belajar sampai mati pun kau tak akan bisa mengalahkan kami, karena kau sudah di hadapan kami, kami tidak akan segan menghancurkan seluruh inci tulangmu, seumur hidup mu kau akan terbaring di kasur sampai ajal menjemput!? " Seru Iblis Tawa, karena merasa Sakuta bukanlah sebuah ancaman.


Sakuta menoleh ke arah Shigen dia tersenyum sebentar, kemudian menoleh kembali ke arah musuh.


" Kelihatan-nya menarik! " Dia tersenyum cukup lebar ke arah para musuhnya.


Sakuta langsung, melompat sambil mengambil pedang Kusanagi dari sarungnya. Dia beradu cepat beberapa tehnik berpedang dengan Iblis Tawa.


Teman iblis tawa langsung membantunya dengan melepaskan jurus andalan mereka.


" Harimau lembah persik! "


" Tinju penghancur besi! "


" Angin Neraka! "


" Serigala Salju! "

__ADS_1


Mereka berseru dan melepaskan jurus mereka bersamaan. Sakuta langsung terkena jurus gabungan mereka tersebut, Tapi setelah kepulan asap mulai hilang.


Mereka semua terkejut dan membelalak-kan mata mereka. Sakuta tersenyum dan tidak nampak sebuah luka atau goresan apapun di tubuhnya.


Iblis Tawa terkejut dan mencoba mundur beberapa langkah, tapi Sakuta terus mengejar dan melepaskan seluruh jutsu yang dia serap menjadi pisau energi yang cukup besar.


Iblis Tawa berhasil menahan-nya, Tapi kakinya tergores oleh sayatan pisau energi mana yang Sakuta lesatkan.


Sakuta menarik tubuh si Iblis Tawa mendekat menggunakan tehnik andalanya, iblis tawa hanya bisa meringis dia mengumpat keras kepada Sakuta, karena dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya.


Dia melayang bagai sebuah kapas yang di hisap lubang hitam, Sakuta menangkap kepala si iblis tawa dia mencengaram dengan tangan kananya, dan menjatuhkan wajahnya ke atas tanah.


" Melumpuh kan ku, seumur hidup! dengan menghancurkan Tulang belakangku! dan melumpuhkan kedua Tangan dan Kaki ku! kelihatanya menarik! " Sakuta kemudian memukul-mukul pundak belakang iblis tawa terus menerus.


Iblis Tawa hanya bisa menjerit, Suara tulang yang hancur terdengar nyaring di sertai pekikan kencang iblis tawa. Tidak hanya menghancurkan tulang belakang Iblis Tawa.


Dia juga memelintir, kedua kaki dan tangan si Iblis Tawa sampai lumpuh. Sakuta Hanya tertawa merasakan sensasi Sakit korban yang dia siksa.

__ADS_1


" Anak ini Iblis! Aku akan memotong Lidah mu! " Seru si Racun putih.


Dia melemparkan jarum kecil ke arah Sakuta, Sakuta yang asik menyiksa terganggu dia menatap dingin ke arah Racun putih, dia kemudian melempar mereka beberapa meter menggunakan tehnik rahasianya lagi, dan kembali menarik korban berikutnya.


Sakuta menangkap wajah si Racun Putih, dia membuka lebar mulutnya dan menarik lidahnya.


" Kau tadi bilang, memotong lidah kan! ini juga kelihatan menarik! "


Racun Putih membelalak-kan pandangan-nya ke arah Sakuta, Dia mencoba memberontak dan berteriak. Ketika Sakuta mengeluarkan senjatanya dari sarungnya dia kemudian memotong lidah si Racun Putih dengan cepat.


Suara pekikan Racun putih membuat teman yang lainya mengucurkan keringat dingin. " Kita harus lari, anak tanpa mana itu sungguh berbahaya! Dia tanpa ampun menyiksa mereka! " Ketika pengguna Elemen tanah dan Angin mulai berlari.


Sakuta menarik mereka dan, kemudian memotong kedua kaki mereka, Mereka menjerit kesakitan. Melihat kaki mereka terlepas dari tubuhnya.


" Kalian Semua akan dapat bagian, jangan lari, kau yang berdiri di sana kau mau lumpuh atau ku hancurkan praktik beladiri mu? "


Tubuh Si Salju Merah bergetar, dia mendekat perlahan ke arah Sakuta. Dia bersujud dan meminta ampunan.

__ADS_1


" Kau lumayan baik, Aku akan meninggalkanmu! tapi kau harus membawa orang cacat ini bersamamu kembali! mereka akan mati kering di gurun ini."


Sakuta membopong tubuh Kaisar, Shigen masih diam setelah melihat sisi Sakuta yang baru dia lihat. Mereka kemudian lenyap dari hadapan si Salju Merah dan semua kelompok yang baru di mutilasi Sakuta dengan cara berbeda-beda.


__ADS_2