
" Patriark, ada surat dari salah satu kelompok, Tuan Sakuta."
" Cepat! Berikan padaku." setelah membaca surat tersebut, Keringat dingin keluar dari keningnya.
" Ini gawat, cepat cari informasi orang-orang yang mempunyai dendam dengan Kelurga Singa Perak! Ini akan jadi masalah besar kalau di dalam surat ini benar."
Pria cukup sepuh ini, meremas surat yang telah dia baca.
" Ini akan jadi masalah buat Benua Badai, Aku akan meminta bantuan mereka! "
***
Sudah satu hari Sakuta bersembunyi, dua hari lagi akan tiba pertemuan penting untuk membahas masalah genting yang akan terjadi antar benua. Tapi akan di datangi orang-orang pilihan yang khusus.
Sakuta mencari informasi keberadaan teman-temanya, Ketika dia berhasil menemukan-nya Sakuta langsung dengan sembunyi-sembunyi menemui Tomoe.
Dia yakin Shigen ataupun Helena akan sibuk mencari informasi, dia menyelinap di salah satu kamar yang cukup mewah. Dia terkejut, melihat pemandangan yang jarang dia temui.
***
Selepas berjalan-jalan tubuhnya terasa sakit, Tomoe bergegas masuk ke kamarnya dan melepas semua pakaian-nya, untuk segera masuk ke bak yang sudah terisi penuh air hangat.
__ADS_1
Dia kemudian terkejut dengan kehadiran seseorang yang berada di kamarnya. Ketika dia sempat berteriak mulutnya segera di tutup oleh orang yang ternyata dia kenal.
" Sakuta, Kenapa kau menyelinap di kamarku!"
" Diam... Jangan sampai ada orang yang tau dulu, Tomoe ini penting! aku telah di jebak seseorang, Shigen pasti sudah mengetahuinya, kalau Shigen sudah menemukan orang-orang yang menjebak ku cepat kasih tau aku."
" Apa kau akan lekas pergi lagi? "
" Yah, Aku harus menyembunyikan keberadaan ku, aku akan bersembunyi di dekat sini." setelah melepaskan dekapanya, Tatapa Sakuta beralih, ke seluruh tubuh Tomoe yang kini tak tertutupi apapun.
Wajah Tomoe berubah merah, dan menghajar wajah Sakuta cukup keras apa lagi dia memakai tenaga dalamnya sedikit.
" Kau jangan mengintip, kalau mau bersembunyi di dekat ku."
***
Pemimpin sekte Bulan Sabit, Langsung mengirim surat kepada ketua setiap sekte yang pernah punya masalah atau dendam kepada Keluarga Singa Perak. Dia juga menyuruh setiap ketua sekte jika mereka tidak tau apa-apa untuk cepat langsung membalas isi surat tersebut.
" Patriark, Kami bertemu dengan seseorang yang katanya melihat rombongan pendekar, mereka memakai jubah dengan motif bunga Anggrek Emas, ketika sebelum kabar terjadinya pembantaian itu terjadi."
" Anggrek Emas?! Cepat bawa orang itu kemari."
__ADS_1
Orang kepercayaanya langsung pergi dan kembali masuk lagi dengan membawa seseorang.
Ketika pertanyaan yang ada di benaknya berhasil terjawab.
Pemimpin Bulan Sabit ini, langsung membuat surat dan memerintahkan bawahanya untuk segera, memberikan surat yang baru dia buat ke Salah satu teman Sakuta.
***
Shigen, memanggil Tomoe beserta Helena untuk membicarakan hal penting yang baru dia terima.
" Dengarkan aku baik-baik, Sakuta telah di jebak salah satu orang dari sekte anggrek emas, mereka menghilangkan jejak mereka untuk berurusan dengan kaisar, memakai cara licik dengan menjebak Sakuta.
Yang aku takutkan, jika Sakuta tau siapa pelakunya, dia akan mengamuk dan membabi buta Sekte tersebut. Apalagi ketua sekte ini memiliki jaringan penting yang kita butuhkan.
Kita tidak boleh sampai Sakuta tau." Ketika Shigen selesai berbicara, dia merasakan kehadiran seseorang yang menguping pembicaraanya.
" Siapa itu?!.. " Shigen bergegas mengecek keberadaan orang yang tadi dia rasakan.
" Sakuta, Dasar bodoh! Tomoe apa kau mengetahui dia dari tadi? " Tomoe mengangguk, dan membuat Shigen tersedak ludahnya sendiri.
" Ini, Akan gawat... " Tiba-tiba ada orang memasuki ruangan mereka, Pria sepuh yang jelas Helena dan Shigen kenali.
__ADS_1
" Tuan, Kita harus bergegas menyelamatkan Tetua Xiao Nian, sepertinya tuan Sakuta mencium informasi ini takutnya ini akan menjadi gawat."