Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 50 Sakuta VS Enam Demon


__ADS_3

Di tengah-tengah kota. "Kalau aku bertemu Shigen lagi! Aku akan memberikanya perhitungan." grutu Tomoe sambil terus membunuh Iblis-iblis yang keluar dari lubang hitam.


" Aku juga sangat kesal pada dia!? " seru Helena sambil memanyunkan bibirnya, kolaborasi serangan Helena dan Tomoe sangat hebat sehingga banyak orang-orang yang melihat kedua gadis cantik itu sambil berdecak kagum.


" Sudahlah Nona-nona mungkin tuan Shigen punya maksud lain." Mio Zi ikut ambil suara di dekat Tomoe dan Helena sambil senyuman-senyum.


Meski para siluman dan iblis yang keluar dari lubang hitam tersebut sangatlah mudah di kalahkan, tapi para siluman dan iblis itu seakan tidak ada habisnya.


Prajurit dari kerajaan ming yang dekat kota Emey mulai berdatangan untuk membantu, meski jumblah mereka terbatas dan masih kalah jumblah di bandingkan para Iblis dan Siluman tersebut, tapi itu cukup untuk membuat pendekar yang sedari tadi terus bertarung bisa mengatur nafas mereka.


" Lubang itu yang harus kita tutup!? siluman dan iblis ini tidak akan ada habisnya."


" Kau benar.. tapi bagaimana untuk menutupnya? "


" Mungkin, kita harus membunuh musuh yang bernama Demon itu."

__ADS_1


" Jangan bodoh! para tetua saja, menerima luka dalam yang parah akibat melawan Demon, meski mereka sekarang kelihatan baik-baik saja. Lihat saja tetua Gin dan tetua Xiao Nian yang terlihat terluka parah akibat Demon itu! apalagi kita."


Perdebatan kecil antara para pendekar mulai bermunculan, meski musuh mereka mudah untuk di kalahkan tapi ketahanan tubuh mereka mulai mencapai batasnya.


Lubu Kaiji terus membunuh para iblis dan siluman dengan gagah berani beserta para pendekar hebat benua badai yang lainnya, wajahnya berubah kesal mendengar dari jauh ocehan kecil para juniornya.


" Dengarkan aku baik-baik! ini masih awal dari peperangan sesungguhnya, untuk itu ini sebagai ajang awal buat melatih kalian semua. Untuk menembus batas kekuatan kalian, kalian harus melampaui batas diri kalian sendiri, untuk mencapai tahapan yang lebih tinggi!? Kalian harapan benua ini kalian harus lebih kuat "


" Aaaaaaa.... " semua pendekar berterima keras.


Ucapan Lubu Kaiji membuat semangat para pendekar menjadi kembali bangkit, mereka bahkan lebih ganas dan lebih semangat dalam bertarung.


Sakuta tersenyum kecil sambil berhadapan dengan enam Demon tanpa gentar. "Sepertinya? Aku harus cepat mengakhiri ini." seru Sakuta dengan tenang.


" Kau terlalu meremehkan ka.. " tiba-tiba empat kepala dari enam Demon itu sudah terlepas dari tubuhnya, darah segar memancur deras keluar dari leher yang sudah kehilangan kepalanya.

__ADS_1


Kini tersisa tinggal dua Demon, Demon emperor dan Demon yang mampu membuat sebuah lubang hitam, wajah kedua Demon yang tersisa itu kini berubah menjadi lebih serius.


Sakuta mengayunkan katana miliknya untuk menyeka darah yang menempel di pedangnya tersebut, tiba-tiba sebuah gelombang dasyat keluar dari tubuh Sakuta dan menumbangkan pepohonan di dekatnya.


Hutan tersebut menjadi sebuah lapangan yang luas setelah Sakuta mengeluarkan tehnik khususnya.


" Siapa kalian? dan dari mana kalian berasal? " seru sakuta, Demon yang tersisa butuh sedikit waktu untuk kembali sadar dari keterkejutanya, mereka masih mengerutkan dahi karena masih terkejut dengan sosok Sakuta.


" Meski kami tinggal dua orang! ta... Aaaa.. " Demon emperor kemudian tiba-tiba memekik keras kesakitan.


Sakuta tiba-tiba berhasil menusuk mata kanan Demon emperor dengan ketana miliknya, Demon emperor masih berteriak kesakitan sambil terus mengumpat Sakuta, Sakuta mengeluarkan bola mata Demon emperor sambil merobek telinga kanan milik Demon emperor.


Bola mata Demon emperor masih tertanjab di ujung katana milik Sakuta. " Jadi kalian siapa?" dengan wajah yang dingin Sakuta kembali memberikan pertanyaan yang sama.


**PENGUMUMAN.

__ADS_1


Sebelumnya saya meminta maaf karena masih banyaknya kesalahan dalam penulisan saya, kalau ada salah dan masukan kasih tau saya di komentar,entar saya revisi ulang chapter berapa? entar saya benerin.


Jangan kemudian baca terus nuduh novel hasil terjemahan yang penulisannya enggak karuan, sekolah saya aja cuma lulusan paket C tapi saya berani nulis karena banyaknya imajinasi, males saya kalo di omong novel karya hasil terjemahan**.


__ADS_2