Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
19


__ADS_3

Selain menggaruk informasi penting, Mereka juga melucuti seluruh pakaian para pengawal Joaquin. Kecuali Tomoe, Tomoe hanya memakai jubah pemberian Sakuta.


" Seharusnya arah utara, jalan untuk keluar dan memasuki Benua badai, Tapi sedang... !"


Sakuta malah berjalan ke arah yang di katakan Shigen, " Dengerin dulu woy!! Arah itu tempat perangnya goblok!!"


" Tapi, kita harus cepat ke Benua Angin kan." Shigen memukul kepala Sakuta hingga muncul benjolan.


" Kita cari aman dulu, pergerakan kita akan mencurigakan kalau terburu-buru." Sakuta masih mringis dan mengusap kepalanya yang habis kena pukul. Shigen langsung menggunakan Topeng hasil jarahanya.


" Biar aku, Yang memantau situasi perang ini."


Shigen meninggalkan Sakuta beserta Tomoe, Dia menyusup di antara semak-semak, kemudian setelah sampai di pinggir hutan, dia mengerutkan dahinya seakan melihat sebuah ancaman.


" Hei... Sakuta, Kamu tadi keren." Sambil merangkul tangan kanan Sakuta, dengan nampak terlihat matanya saja karena memakai cadar, dia cekikikan manja dan membuat Sakuta takut.


" Tomoe, Apa kau sakit kenapa sekarang sifat mu berubah lagi." Sambil menyentuh kening Tomoe.

__ADS_1


" Tidak, hanya saja.. " ketika Tomoe merasakan kedatangan Shigen, dia memukul Sakuta sehingga Sakuta terpental jauh menabrak pohon.


Tomoe merapikan dirinya lagi, Shigen langsung muncul di hadapan Tomoe. Shigen nampak kebingungan karena yang dia lihat cuma Tomoe.


" Dimana? Sakuta." Singkat Shigen.


" Aku disini." Sakuta kembali dengan pakaian berantakan karena kena ranting-ranting pohon, Tomoe dengan ekspresi menyeramkan mengisyaratkan Sakuta untuk diam, dia mengangguk kecil tanda setuju.


" Dari mana kau?"


" Aku, habis mencoba menangkap Belalang! yah Belalang." Sambil menghindar tatap Tomoe, yang mengintimidasikan-nya.


Tiba-tiba Sakuta sudah pergi dari hadapan Shigen dan Tomoe.


" Dasar.. Bodoh.. !!" mereka langsung mengejar Sakuta.


Sakuta yang sekarang, berdiri di atas ranting pepohonan menatap dingin formasi Pasukan Benua Angin. Dia kemudian tersenyum dan berteriak sambil melompat.

__ADS_1


Di tengah-tengah pengejaran Sakuta, Shigen menanyakan hal mengenai peperangan antar Benua ini kepada Tomoe, Tapi jawaban yang di harapkan Shigen ternyata tidak di miliki oleh Tomoe.


Ketika, mereka sudah sampai ke bibir hutan di samping tempat yang akan terjadinya peperangan tersebut. Mereka terkejut ketika Sakuta dengan bodoh maju dan mengacak-acak formasi musuh.


" Kepung dia!" Seru salah satu pemimpin pasukan Benua Badai. Sakuta di mata ratusan ribu tentara tersebut. Bagaikan seorang Dewa kematian yang melesat cepat dan menebas kepala mereka layaknya sebuah tahu.


Ketika dia sudah hampir terdesak, Sakuta melemparkan puluhan pasukan itu puluhan meter.


" Jutsu hebat apa yang dia miliki? Apa dia sehebat itu, sehingga bisa menyembunyikan aura mana miliknya? Aku sempat berpikir dia tak memiliki mana, Tapi jutsu tadi pasti memerlukan mana yang besar !?"


" Gabungkan serangan elemen kalian." Ketika itu di tengah-tengah kepungan lautan pasukan Benua Badai, Sakuta di kepung dengan ribuan jutsu berbagai elemen.


" Walaupun kau hebat, seperti Dewa perang, tapi kau pasti tidak akan mampu menahan semua ini! Habisi.. Dia... !!" Seru keras pemimpin pasukan tersebut.


Namun, mereka semua hanya bisa mematung sambil menelan ludah mereka, mereka mengusap mata mereka seakan melihat ilusi, Sakuta masih tersenyum. Tidak terlihat goresan atau luka Seluruh jutsu yang di lepaskan hampir semua pasukan Benua Badai.


" Ku berikan kembali pada kalian." ketika itu ledakan besar terlihat dari berbagai penjuru, termasuk juga Kota Light, pusat kota Benua Besi.

__ADS_1


Ratusan Ribu balatentara itu. Seketika hampir seluruhnya hancur oleh Tehnik Khusus Sakuta FULL COUNTER-ATTACK, Sakuta membelah seluruh barisan tentara Benua Badai.


__ADS_2