
Shigen terkejut ketika dia hendak kembali ke gua tempat ia beristirahat dan tempat untuknya memasak daging hewan buruannya untuk dimakan, Laura tiba-tiba muncul di hadapanya entah muncul dari mana.
Laura tersenyum menatap wajah Shigen yang terkejut itu.
" Shigen, apakah kau habis selesai berburu? " Laura tersenyum lembut di hadapan Shigen, Shigen langsung membalas senyuma Laura tersebut wajahnya berubah beberapa detik sambil memastikan Laura tanpa Laura sadari.
Shigen membalas pertanyaan dan sapaan Laura tadi, mereka berbincang kecil dan kembali melanjutkan langkah mereka bersama menuju tempat tinggal Shigen.
" Ada apa denganmu? " Pertanyaan kecil Shigen tiba-tiba telah merubah raut wajah Laura.
Jantung Laura berdetak kencang sampai keringat kecil keuar dari keningnya, dia berhenti sebentar sambil berdiri dan kembali tersenyum di hadapan Shigen. "Tidak apa-apa, aku hanya takut kakak akan menemukan kita! "
" Biasanya kau memanggil dia dengan sebutan sampah? " Shigen kembali bertanya kepada Laura dan keringat di kening Laura menjadi semakin banyak.
" A-aku.. " sebelum Laura hendak menjawab pertanyaan Shigen dengan terbata-bata, Shigen tiba-tiba memeluk Laura dan berbisik lembut ke telinga kananya.
" Sudah, kau jangan terlalu menghawatirkannya? Aku pasti akan membunuhnya juga! kemudian kita akan membunuh semua kelompok Dark elf itu! Ketika aku selesai aku akan melamarmu dan aku akan menjadi kepala suku baru kelak untuk menggantikan kakakmu, Rag si anak yatim piatu itu nanti akan aku hukum gantung dia."
__ADS_1
Setelah berkata demikian Shigen melepaskan pelukanya dari Laura, sambil tersenyum kecil seakan meyakinkanya.
Wajah Laura tiba-tiba berubah geram. " Berani sekali kau!? " dengan wajah terkejut dan marah, Laura melompat mundur beberapa langkah dan menodongkan panahnya ke arah Shigen.
' Sial aku menginjak ranjau!? ' Wajah Laura menjadi pucat dan bingung harus berbuat apa.
" Ada apa denganmu hari ini?" dengan wajah santai Shigen bertanya ke Laura sambil menyipitkan matanya.
Jantung Laura kembali berdetak kencang, dia tersenyum canggung dan menggaruk-garukan kepalanya sambil memaksakan wajahnya untuk tetap tersenyum.
" Ketika aku di hukum di desa satu minggu lau, para tetua menanamiku sebuah sihir kuno! Agar aku menuruti keinginan mereka dan tidak akan bisa menghianati mereka." Laura menjelaskan dirinya hampir melupakan Shigen gara-gara sihir kutukan tersebut. "Karena aku takut melupakanmu, aku berhasil menemukan celah dari keamanan desa, dan berhasil kabur dari mereka."
Laura mengangguk dan tersenyum ke arah Shigen, dia langsung berlari cepat meninggalkan gua yang di tinggali Shigen itu dengan perasaan campur aduk.
Di tengah perjalanannya. ' Sial, berani sekali dia hendak membunuh seluruh kelompok Dark elf!? ' Dark elf yang menyamar sebagai Laura mengerinyitkan giginya cukup kuat.
Gambaran wajahnya masih marah dia masih mengingat dengan jelas kata-kata yang tadi Shigen ucapkan, ketika dia sudah berlari cukup jauh dari tempat Shigen tadi Dark elf itu berhenti di tengah hutan dia menengok kanan kiri untuk memastikan dirinya tidak di ikuti.
__ADS_1
Dark elf itu langsung bersiul seakan dia tengah memanggil sesuatu, setelah cukup lama dia bersiul tanah di depanya tiba-tiba bergetar.
Kemudan Tikus petir tanah muncul dari bawah tanah yang di injak Dark elf tersebut, Tikus tanah petir adalah hewan yang sering di gunakan Dark elf untuk mengirim pesan atau menyampaikan sebuah informasi penting agar informasi yang mereka kirimkan itu sampai dengan aman.
Mereka mengembang biakkan tikus tanah untuk di latih agar dapat bertarung dan salah satunya juga memanfaatkannya untuk mengirim sebuah informasi penting.
Dark elf itu merobek sedikit kain dari pakaiannya, ketika dia hendak menulis sesuatu di atas kain bajunya yang telah iya robek tersebut.
Tiba-tiba dia melihat sebuah senjata yang besarnya mirip seperti belati atau pisau tapi bentuknya berbeda dan nampaknya dia belum pernah melihat belati yang sebagus itu.
Belati tersebut jatuh di hadapanya dengan berlumuran banyak darah, sebelum dia menyadari darah apa yang ada di belati tersebut.
Pandangan matanya seketika itu juga langsung menghilang dan pudar dia langsung tidak bisa bernafas lagi dan mati, kunai milik Shigen berhasil menembus kepala Dark elf itu dari belakang.
Shigen menyipitkan matanya melihat jasad yang kini telah terbujur kaku di atas tanah tersebut, Shigen sudah menyadari kalau dia bukanlah Laura.
Jadi Shigen menempelkan lambang jutsu teleportasi miliknya kepundak Laura palsu tersebut ketika dia berpura-pura memeluknya, dia sengaja mengikuti permainan Laura palsu tersebut agar Laura palsu itu tidak bisa kabur darinya dan ketika Laura palsu itu lengah dia akan langsung lebih dahulu membunuhnya.
__ADS_1
Shigen kemudian menggeser pandangannya dan pandangannya tersebut tertuju kepada Tikus petir tanah yang tadi Dark elf itu panggil.