
Surat itu berisikan sebuah tantangan terhadap pahlawan Benua Besi, yaitu Sakuta, mereka menunggu Sakuta besok di Gurun Neraka yang berada pas di perbatasan dua Benua, kalau Sakuta tidak mau menemui mereka kelompok tersebut tidak segan untuk membunuh Sang Kaisar.
" Lancang sekali, Mereka... " Seru salah satu kesatria sahabat Helena.
" Kita Harus berhati-hati kita akan menyerang mereka besok, dengan kekuatan besar."
" Jangan Bodoh, Mereka semua kuat dan berpengalaman, mereka tidak sebodoh itu sampai tidak mampu mencium pergerakan kita! itu bahkan lebih membahagiakan lagi bagi hidup Kaisar." Teriak Helena.
Para kesatria itu menundukkan kepala mereka, Shigen yang mendengar perdebatan mereka mulai angkat bicara.
" Aku mempunyai ide, biar aku yang akan mendatangi mereka."
Ucapan Shigen membuat Helena mengerutkan dahinya, Dia sadar Shigen memang lebih kuat di bandingkan dirinya.
" Tuan Shigen, walaupun kau memang hebat tapi jangan meremehkan musuh! mereka juga pasti memiliki sebuah rencana." Seru Helena.
" Aku juga tidak meremehkan mereka, Sakuta akan bersamaku, dia akan bersembunyi di belakangku untuk menolong ku jika aku mulai terlihat terdesak."
" Jadi, kau akan menahan mereka sampai mereka mengeluarkan rencana mereka." Tanya Helena.
__ADS_1
" Benar sekali, Apa lagi keberadaan Sakuta sangat sulit untuk di rasakan bahkan oleh kita."
Mereka yang berada di ruangan tersebut selain orang yang belum sedekat Helena, akan terkejut dan saling memandang satu sama lain, karena memang benar dengan apa yang di katakan Shigen yang nampak selalu memakai topeng tersebut.
Mereka saling berbisik, dan seperti menyetujui apa yang di rencanakan-nya.
" Kalian semua tau, Sakuta sekuat apa!? Tapi walaupun Sakuta mampu menghadapi mereka semua, tapi dalam perang Taktik selalu lebih di untungkan ketimbang kekuatan."
" Baiklah, Kami setuju dengan saran darimu Tuan Shigen."
Ke esokan harinya, Shigen bersama Sakuta pergi bersama-sama ke Gurun Neraka. Sakuta di suruh untuk berjalan sembunyi-sembunyi dan bahkan tidak terlihat oleh Shigen sekalipun.
" Kau cukup menarik, pahlawan muda." Seru salah satu orang, yang melihat sosok tubuh Shigen yang mulai terlihat.
Suara tersebut cukup terdengar jelas di telinga Shigen, Shigen melihat empat orang yang sedang menahan Sang Kaisar, ' Benar yang di katakan Helena, mereka ada empat orang, Tapi aku merasakan kehadiran satu orang lagi.' Batin Shigen.
" Apa bisa, kita selesaikan sekarang!?" Seru Shigen.
Tiba-tiba, salah satu orang dengan membawa senjata berupa jarum yang sebesar pedang, Mendekat dan menyerang Shigen dengan cepat.
__ADS_1
Shigen menghindar dan mundur beberapa langkah, ' Mereka tak membuang waktu.' seru Shigen dalam hati.
" Janga melamun ketika menghadapi kami! "
Shigen menoleh keatas dan terkejut, dengan serangan kejutan kedua dari mereka, mereka terus menyerang Shigen seperti tanpa membiarkanya bernapas.
Shigen terus menghindar serangan cepat mereka, dia diam-diam mengeluarkan senjata andalanya yaitu Kunai Hiraishin.
Shigen melemparkan senjata miliknya ke arah salah satu musuhnya, Tapi dengan mudah dia menangkisnya. Tapi wajah mereka berubah setelah Shigen tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka.
Shigen tiba-tiba muncul dari belakang mereka, dan menyayat tubuh musuhnya cukup lebar, tetapi kombinasi serangan mereka malah semakin cepat dan kuat.
" Sial, Bagaimana dia melakukanya." Seru salah satu dari mereka.
Shigen kembali melemparkan Kunai miliknya lebih banyak lagi, di kunai Hiraishin miliknya. terdapat lambang segel khusus di senjatanya tersebut, kunai Hiraishin merupakan senjata andalanya dan sebagai rahasia kecepatan-nya.
" Aku mengenali tehnik miliknya! kunai yang di lemparkanya, merupakan alat untuk membawa tubuhnya ketitik di mana yang menguntungkanya, dan menandai setiap tempat sebagai teleportasi buatnya."
Shigen tersenyum kecut di balik topengnya, kini ke empat orang tersebut saling membelakangi, dengan posisi bertahan.
__ADS_1