Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Panah Pembunuh Titan


__ADS_3

Charlot membuka peti tersebut dengan perlahan, tapi karena aura kuat yang keluar dari isi peti tersebut membuatnya sedikit kesulitan untuk bernafas.


" Apa kau membutuhkan bantuan? " melihat Charlot yang sedikit kesulitan membuat Sakuta ingin membantunya.


" Lebih baik kami berdua saja yang membantunya tuan Sakuta!? " Helena langsung berkomentar karena tindakan Sakuta yang tiba-tiba.


" Oh.. Baiklah... " Sakuta menjauh dari Charlot beberapa meter, kemudian dengan segera Tomoe dan Helena langsung membantu Charlot membuka peti tersebut untuk melihat isi yang ada di dalam peti.


KRAAAKKKK...


" Aura-nya sangat mengganggu sekali!? Tuan Sakuta sepertinya hanya kau yang tak terpengaruh! " Tegur Charlot.


Sakuta memperhatikan Tomoe dan Helena, memang hanya dirinya yang tidak terpengaruh sedikitpun oleh kekuatan yang di pancarkan panah tersebut.


" Sakuta, lebih baik kau yang membawa panah ini!? firasatku mengatakan kita akan membutuhkannya."


" Tapi.. Untuk siapa? " Seru Tomoe.


" Benar.. Di antara kita, bahkan Shigen sekalipun tidak ada dari kita yang terbiasa bersenjatakan sebuah panah."


" Tidak, bawalah pusaka ini!? Aku bermimpi teman baru kalian membutuhkannya."

__ADS_1


" Sejak kapan perjalanan kita bertambah satu orang? " Seru Sakuta.


" Sudahlah.. Putri Charlot sudah meramal kita demikian sebaiknya kita membawanya saja." Seru Helena.


***


HACCHUUUHHH.....


" Kenapa? Apa kau sakit... " Shigen menempelkan telapak tanganya ke kening Laura.


" Ini bukan sakit, sepertinya ada orang yang tengah membicarakan aku dari belakang."


Mendengar kata-kata itu, wajah Laura langsung sepontan memerah. " Sudah lah.. jangan sering membuatku malu."


" Ha.. ha.. ha.. Maaf."


Laura bersam Shigen tengah duduk di depan perapian yang mereka buat, mereka berdua masih berada di tengah hutan Benua Bukit.


" Sudah satu hari kita berada di hutan ini!? Kenapa kita tidak segera ke pemukiman? "


" Tenanglah... Aku juga masih bingung, kalau kita cepat keluar kemungkinan terbesar identitasmu sebagai elf bisa dengan cepat di ketahui oleh orang-orang di sini. Lebih baik kita berada di hutan dulu karena memang inilah yang terbaik."

__ADS_1


Shigen tersenyum sambil merangkul tubuh Laura dengan lembut. Sebenarnya Shigen ingin lebih bergerak cepat di bandingkan berdiam diri atau selalu menunggu.


Tapi, dia tau sifat para penduduk Benua Bukit. Para penduduk Benua Bukit rata-rata mereka semua adalah seorang pendekar pedang atau bisa kita sebut seorang Samurai.


Kemudian kota-kota besar maupun kecil di Benua Bukit juga kebanyakan menjadi tempat persinggahan bagi berbagai macam pendekar. Baik dari Benua Angin, Benua Badai, Dan Benua Besi.


Benua Bukit merupakan Benua ternetral yang kebanyakan penduduknya merupakan seorang Samurai, banyak juga dari para penduduk sekitar yang merupakan Seorang Ronin, atau Samurai tanpa tuan.


Para Samurai biasanya mereka selalu bekerja di bawah tangan atau bayangan orang-orang yang penting seperti seorang Kaisar atau menteri.


Itulah kenapa para penduduk lokal dari Benua Bukit, sangat berhati-hati terhadap orang asing atau seorang pendekar pengelana meski kota mereka sering di sebut oleh orang-orang seluruh dunia menjadi Benua ternetral di dunia.


Penduduk Benua Bukit sangat memegang teguh arti sebuah kesetiaan, sehingga banyak dari mereka rela di panggil Ronin atau Samurai tanpa tuan karena tidak ingin menghianati tuanya terdahulu.


____


**TERIMAKASIH UNTUK LIKE, VOTE, DAN MASUKANYA.


ADA LAGI YANG MAU MEMBERIAKAN MASUKAN CERITA?


Kalian bisa tulis di kolom komentar atau kirim masukan kalian di grup Novel ini. Bisa juga kalian menghubungi Author melalui WA**.

__ADS_1


__ADS_2