Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 45 Munculnya Bencana


__ADS_3

" Sudah lama, Benua ini terlalu damai! Aku tak menyukainya! senyuman wajah bodoh semua orang ini.. mereka, Aku lebih Suka... Mereka... Berteriak... Ketakutan... KE.. KE.. KE.. "


***


Tiba-tiba tanah di kota Emey bergetar Keras....


" Ini, Apa yang terjadi? " Seru Lubu Kaiji sambil ekspresi wajahnya berubah serius....


Tiba-tiba Suara retakan di atas langit terdengar keras, sampai bisa terdengar di setiap sudut di Kota Emey...


Sakuta yang tidak memiliki mana, dia tidak merasakan apapun kecuali suara retakan keras yang di dengarnya, Retakan keras tersebut di sertai getaran energi yang amat kuat...


Membuat wajah Semua orang berubah menjadi begitu amat serius...


Tubuh Song Yan


Bergetar hebat sembari memeluk erat lengan Sakuta. Sakuta menyipitkan matanya melihat semua orang dengan pandangan cemas dan ekspresi wajah yang amat Serius, Ketakutan, dan penuh kewaspadaan, tubuh mereka bahkan bergetar.


Setidaknya insting Sakuta...


Membuatnya cepat bergerak keluar untuk melihat fenomena apa yang terjadi di luar?


Aksi Sakuta menyadarkan semua orang yang dari tadi mematung karena Syok berat, Orang-orang yang berada di Lestoran tersebut segera berlari berhamburan...

__ADS_1


Ketika para pendekar keluar menyusul Sakuta, ternyata Semua orang di Kota Emey sedang histeris ketakutan. Sambil menunjuk ke arah langit yang sedang terjadi fenomena mengerikan di langit tersebut...


Mereka membelalak-kan mata mereka, dengan wajah dan pandangan yang begitu amat serius, sambil mulut mereka terbuka...


Lubang itu menjadi lebih besar, dan aura yang sangat dasyat bahkan sampai seperti ledakan gelombang menyebar keseluruh penjuru kota Emey...


Ledakan Energi tersebut membuat setiap orang terkejut. " Ini... Gila... di dalam pikiran ku aku melihat kota ini akan hancur.. " Seru Xiao Nian sambil histeris dan memasang wajah panik.


Wajah Gin Longer lebih buruk setelah mendengar Xiao Nian mengatakan hal tersebut, " Cepat.. ungsikan semua orang.. !?" Seru Gin Longer


Ketika itu muncul puluhan orang di hadapan Gin Longer sambil bersujud dan mengangguk..


Mereka semua tiba-tiba menghilang dari hadapan Gin Longer dan melompat berhamburan layaknya angin, untuk pergi ke setiap Sudut Kota dan titik penting yang terdapat banyak warga sipil..


" Sekarang ini.. Tidak pentingkan!? Untuk membahasnya.. "


***


Sementara itu Sakuta berlari di susul Tomoe dan Helena di sampingnya, " Aku akan mencari tempat yang lebih tinggi untuk memastikan-nya!? Kalian lebih baik menolong warga !? " Seru Sakuta.


" Tidak, Aku merasakan Tetua Gin Longer pasti sudah mengatasi masalah para warga!? Kami akan ikut bersamamu!? " Seru Helena sambil memberikan isyarat pada Tomoe.


" Baiklah, terserah kalian." Ucap Sakuta singkat. Ketika Sakuta, Tomoe, dan Helena sudah berada di atas bukit yang paling tinggi di dekat Kota.

__ADS_1


Dari atas bukit tersebut, mereka melihat seseorang yang keluar dari lubang Hitam tersebut. Mereka berkisaran lima orang tapi meskibegitu ada yang aneh dari mereka, bentuk mereka seperti manusia.


Tapi Rupa mereka menyeramkan seperti wajah monster dan iblis, Telinga mereka runcing, Mereka memiliki tanduk, warna mata mereka putih semua, bahkan tidak memiliki bola hitam di matanya. Taring bawah mereka bahkan mencuat keluar dan menambah kesan menyeramkan.


Ada pula dari mereka yang bertangan enam dan empat. Meskipun masih samar-samar di mata telanjang mereka.


Helena membuat segel tangan di hadapan wajahnya, " TEMUJIN.... " Tiba-tiba Mata Helena berubah biru sebiru langit.


Mata biru Helena menatap tajam ke arah makhluk yang baru muncul di atas langit tersebut.


" Mereka ada enam!? " Seru Helena. Sakuta dan Tomoe terkejut mereka hanya melihat lima orang dengan mata telanjang mereka, tapi mereka tidak membantah ucapan Helena karena mengetahui keistimewaan mata TEMUJIN.


***


' Dasar si Sakuta ini, dia buru-buru pergi dan langsung menyerahkan gadis ini padaku tanpa persetujuanku.' Gumam Shigen.


" Aku harus memastikan keselamatan mu! Aku akan membawamu pulang ke Istana Kaisar!? ketika kita sampai!? beritahu Kaisar tentang ke adaan darurat ini.


Minta kepadanya untuk mengirim surat darurat penuh satu Benua, ke Kaisar Yuan... Agar mereka membantu kita, Mungkin kekuatan Satu kaisar ini masih kurang cukup untuk menghentikan kekacauan yang akan terjadi di sini. "


" Tapi Kak Sakuta... " Lirih Song Yan dengan ekspresi khawatir.


" Tenang saja, Sakuta justru yang paling kita andalkan."

__ADS_1


__ADS_2