Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Kemarahan Tokugawa


__ADS_3

" Uhuk-Uhuk.. Sepertinya sudah tidak ada lagi pil atau obat yang bisa memulihkan ke adaan ku lagi. Chenghua kau adalah tangan kanan ku yang sangat aku percayai kalau ak.. "


TUAAN... TUANNN.. TUAANN..


Tiba-tiba dari luar kediaman Tokugawa, dia mendengar teriakan seseorang yang seakan ketakutan. " Siapa dia berani-beraninya menggangu istirahatku.. Chenghua cepat bunuh dia kalau perlu."


" Baik Tuan... " Chenghua langsung menuruti permintaan Tuanya yaitu Tokugawa Leyasu, orang yang sangat penting di Benu Bukit. Selain Tokugawa di kenal luas oleh masyarakat sekitar di Benua Bukit sebagai jendral besar panglima perang Benua Bukit.


Dia juga merupakan seorang Shogun meski jabatan Shogun masih kalah dengan kaisar tapi. Seluruh Kaisar besar di Benua Bukit akan takut dengan titahnya. Di benua Bukit tidak ada yang berani dengan Shogun Tokugawa jendral besar panglima perang.


Saat Chenghua keluar dan memeriksa apa yang tengah terjadi dia terkejut melihat putra kedua Tuanya yaitu Kiba Leyasu sudah terluka parah.


" Siapa yang berani melakukan ini? " Seru Kiba dengan nada begitu geram.


Seluruh bawahan Kiba tidak ada yang berani membalas pertanyaan dari Chenghua. Ketika Chenghua menyadari ada gambaran ketakutan di wajah bawahan Kiba.


Dia memahami situasi mereka saat ini. Kalau mereka membahas masalah ini mungkin akan membahayakan Tuan mereka sendiri yaitu Kiba Leyasu.


Seluruh bawahan yang di tugaskan Tokugawa untuk menjaga dirinya atau keluarga kandungnya, mereka akan dipilih secara ketat bahkan kebanyakan dari bawahan setia Tokugawa dulunya mereka semua merupakan seorang budak.


Mereka akan di berikan latihan fisik dan mental untuk di latih agar mereka seakan-akan menjag keluarga Tokugawa seperti layaknya harta mereka atau seseorang yang benar-benar sangat penting bahkan lebih penting dari nyawa mereka.


Jadi Chenghua juga mengerti bagaimana kesetiaan mereka terhadap tuanya, dan mungkin ada hal yang harus mereka jaga agar bisa menyelamatkan Tuan mereka.


" Kiba... Apa yang terjadi padamu?? " Chenghua terkejut saat tiba-tiba Tokugawa berteriak histeris dan sudah berada di belekagnya.

__ADS_1


" Tuan.. Biarkan ini aku yang mengurusnya.. " Tokugawa sempat menolak karena dia ingin tau siapa dalang dari terlukanya anak kesayangannya tersebut.


" Tuan besar Tokugawa, hemba memberi hormat kedapa Tuan.." Akira bawahan Ishida putra tertua Tokugawa bersujud di hadapan Tokugawa.


Tokugawa sempat tidak mempedulikannya karena panik dengan keadaan Kiba putra kesayangannya, tapi saat dia sadar Akira sudah tidak memiliki satu tangan dia kembali terkejut.


" Ada apa dengan Tuan Muda mu?? " Tanya Tokugawa dengan dingin.


" Maaf kan hamba Tuan besar Tokugawa!? Tuan Muda kami Tuan Ishida juga terluka parah bahkan lebih parah dari pada Tuan Muda Kiba.


" Apa...??? Apa yang terjadi, kenapa semua dengan anakku. Siapa yang berani-beraninya melukai putra Tokugawa." Seru Tokugawa geram.


Wajah semua bahan putra-putranya seketika langsung menunduk tidak ada yang berani dari mereka untuk mengungkap sosok orang yang melukai putranya tersebut.


" Kenapa?? Kalian semua diam.. Apa ada seseorang yang lebih hebat dari pada Tokugawa ini!? " Tegurnya sambil memelototi bawahan-bawahan Putranya tersebut.


" Ada apa anak ku!? Siapa yang berani berbuat seperti ini terhadapmu? " Tokugawa memegangi wajah putranya itu.


" Ayah.. Maaf kan putra mu ini!? Aku telah membawa tiga pusaka Ayah tanpa ijin dari mu." Kiba segera mengeluarkan Pusaka Kecapi beserta Kipas yang mirip seperti daun serta segera melepas Zirang perang Emas milik ayahnya tersebut.


" Kau memakai semua ini?? " ekspresi wajah Tokugawa sedikit berubah saat mengetahui senjata yang di bawa putranya tersebut.


Dia berpikir, mungkin orang yang bisa mencelakakan anaknya sampai seperti ini bukan orang biasa, meski kekuatan Kiba masih belum setara dengan dirinya tapi dia tahu keuatan Kiba dapat mampu mengendalikan tiga pusaka dewanya tersebut.


Dia saja ragu, untuk bisa dapat mengalahkan Kiba dengan hanya memakai satu dari pusaka Dewa andalanya tersebut.

__ADS_1


' Aku tau sekuat apa tiap-tiap kekuatan dari salah satu tiga pusaka Dewanya ini.' Tokugawa segera menyuruh dayang dayang istananya untuk segera mengobati Kiba dan segera merawatnya dengan baik.


Tokugawa menyuruh para bawahan anak-anaknya tersebut untuk segera mengikutinya, " Cepat ikuti aku.. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian."


Seluruh bawahan Kiba beserta Akira saling menatap karena mereka takut mereka akan mendapatkan hubungan.


Tapi Chenghua yang selalu memahami mereka, segera berisyarat untuk mengikuti saja apa kemauan dari Tuan Besar mereka.


Tokugawa segera duduk di meja kecil yang berada di dalam ruangan tamunya. " Ceritakan kepadaku bagaimana orang itu bisa mengalahkan putraku."


Wajah seluruh bawahanya langsung menunduk dala, mereka merasa takut dan bingung harus menjawab apa.


CEPATT.. CERITAKAN..


Suara Tokugawa yang di aliri tenaga dalamnya, membuat jantung setiap orang di dalam ruangan tersebut berdetak dengan kencang seakan jantung mereka mau pecah.


" Dua orang berbeda yang telah mengalahkan Para Tuan Muda, Tuan Kiba sempat hampir membunuh orang yang telah memukuli Tuan Ishida.


Orang yang hampir di kalahkan Tuan Kiba sebernya sangat hebat dan sulit untuk di kalahkan Tuan Kiba sendiri!? Sehingga Tuan membuat rencana bersama kami.


Saat dia mulai lengah kami menembakinya dengan jarum beracun racikan Tuan Chenghua. Akhirnya dia tidak bisa bergerak dan Tuan Kiba hampir membunuhnya. Tapi tiba-tiba temanya muncul dan mengalahkan Tuan Kiba dengan mudah."


Tokugawa memejamkan matanya sambil mencerna dan membayangkan gambaran orang-orang yang berhasil melukai Putranya tersebut.


____

__ADS_1


**Like nya dong... Agar bisa Updet satu hari tiga kali.


Jangan Lupa dukung dengan Vote kalian**..


__ADS_2