Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Zirah Perang Emas


__ADS_3

" Hei.. Kenapa kau bisa hampir kalah oleh orang-orang seperti ini? "


" Aku hilang di dunia lain.. Kalian tidak mencari ku.. Brengsek."


" Dasar.. Kami juga dapat masalah bodoh."


Saat mereka berdua tengah asik berdebat, di belakang mereka tiba-tiba sebuah Angin Topan mengarah ke mereka dengan melesat sangat cepat.


Sakuta menyipitkan matanya sambil mengeluarkan Katana Hitamnya dengan cepat, dia menyayatkan Katananya terkebut ke udara.


Angin yang merusak dan menumbangkan pepohonan di depanya itu seketika langsung menghilang.


" Apaa?? " Kiba berteriak dari jarak yang lumayan jauh karena terkejut, dia baru pertama kali melihat serangan pusakanya tersebut berhasil terblokir oleh seseorang.


" Siapa kau? Kami tidak pernah mencari masalah dengan dirimu.. " Kiba kembali berbicara setelah sadar dari keterkejutannya.


Sakuta tidak menjawab pertanyaan Kiba sama sekali bahkan dia menatapnya dengan sinis. " Apa kau bodoh.. "


Hanya mengucapkan beberapa patah kata, kaki Kiba tiba-tiba gemetar karena ketakutan.


' Sial.. Apa mungkin aku takut dengan orang ini? Sial... ' Batin Kiba dalam hati, dia terus mengumpati dirinya sendiri karena tidak bisa menghentikan kakinya yang terus gemetar.

__ADS_1


Sakuta kemudian menyarungkan kembali Katana Hitamnya, dia kemudian menarik pedang Kusanagi dari sarungnya.


Dia kemudian melirik ke arah belakang menatap Shigen untuk beberapa detik. " Ini yang ku maksud dengan bertarung."


Sakuta langsung menghilang dari pandangan Shigen. Shigen mengerinyitkan giginya karena kesal. " Sial... Dia lagi-lagi mau menggurui ku.."


Helena yang sekarang sedang menjaga Shigen setelah menyerahkan obat penawar racunya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena sedikit kesal.


" Dasar sombong... "


Mendengar ucapan Helena Shigen segera menatapnya, Shigen langsung terkejut saat sadar pandangan Helena saat ini tengah meremehkan-nya.


***


SRIIIINGGGGG...


Bunyi suara dari benturan senjata Sakuta dengan Kiba terdengar sangat nyaring di malam hari ini.


" Kecepatan biasa yang di miliki seorang Ninja... ( CUIHH ) Kau meremehkanku!? " Kiba tersenyum meledek di hadapan Sakuta.


" Jangan meremehkan musuh mu.. "

__ADS_1


WUUUUSSHHH...


Tubuh Kiba tiba-tiba melayang dan terlempar cukup jauh seperti kapas terbawa angin, tapi yang lebih mengejutkannya lagi tubuhnya tiba-tiba tertarik kembali lagi di hadapan Sakuta.


Saat tubuhnya melayang ke arah Sakuta dengan cepat, bawahan Kiba dari jauh menolongnya dengan menembaki Sakuta dengan jarum beracun yang sama saat di tembakkan ke arah Shigen.


Kiba merasa aman untuk beberapa detik, saat tiba-tiba Sakuta tanpa ia sadari sudah di belakangnya Kiba tidak sempat menghindar. Dan dia akhirnya terkena serangan Sakuta pertama kali.


BRAAKKK...


Kiba terpental cukup jauh oleh sabetan Kusanagi sampai membentur sebuah pohon. Setelah beberapa menit Kiba kembali berdiri dengan baju yang yang sudah robek parah.


Dari jarak yang terhitung cukup dekat dengan Sakuta, dia tersenyum kemudian tertawa dengan lantang dan terbahak-bahak.


Shigen yang melihat dan mengamati pertarungan mereka dari jauh, langsung menyadari kenapa Kiba tidak terluka sama sekali dari seranganya tadi.


Sakuta menyipitkan matanya karena terkejut musuhnya masih bisa tertawa saat dia sudah menyerangnya cukup keras ketika dia menyabetkan Kusanagi di tubuh Kiba tadi.


" Itu.. Zirah Perang Emas, pusaka yang sering di pakai Tuan Tokugawa Leyasu!? " Seru Tomoe karena dia memang sangat mengenali Zirah emas tersebut.


___

__ADS_1


**Kalau ada saran lagi.. Bisa kasih tau langsung di grup chat saya.


Terima Kasih**..


__ADS_2