
Di tengah-tengah perbincangan Charlot, Tomoe dan Helena salah satu bawahan Charlot masuk ke ruangan mereka, dia membisikkan sesuatu ke telinga Charlot sampai membuat wajah Charlot berubah terkejut.
Helena menatap Charlot dengan serius, 'sepertinya mereka merencanakan sesuatu!' batin Helena.
Setelah bawahannya beranjak pergi Charlot menatap kedua perempuan yang ada di depannya.
" Baiklah, Nona Helena dan dan Nona Tomoe! Sebaiknya kalian beristirahat terlebih dahulu. Di kerajaan ini, kami memiliki sebuah pemandian air hangat yang sangat besar dan mewah. Untuk menyambut kalian berdua sebaiknya kalian membersihkan tubuh kalian terlebih dahulu kemudian beristirahatlah."
" Kami.. " Tomoe menghentikan pembicaraan Helena dengan cepat, dia mengangguk sambil menatap Helena. Dia mengisyaratkan untuk setuju terlebih dahulu.
Tomoe memang sudah tidak tahan dengan keringat dan gatal di sekujur tubuhnya, meski dia seorang pendekar yang hebat tapi dia juga merupakan seorang perempuan.
Tomoe tidak terbiasa kalau dia tidak mandi meski hanya satu hari, tapi beda cerita buatnya ketika dia terkurung di Dongeon seratus alam.
Tapi, meski dia tidak bisa mandi di Dongeon seratus alam dia menyelimuti tubuhnya dengan es yang ia hasilkan dari energi mananya.
__ADS_1
Helena mendesah pasrah karena permintaan temanya itu, kemudian Charlot memanggil salah satu bawahanya untuk menemani mereka berdua agar membersihkan badan mereka dan kemudian beristirahat.
" Mereka sudah pergi cukup lama, panggil orang-orang yang telah menangkap priabitu untuk masuk ke sini! " Charlot memerintahkan anak buanya untuk memanggil Diane dan Lucy masuk ke dalam ruangannya.
Sakuta saat ini sudah di ikat dengan tali khusus yang sangat kuat, kesadarannya juga terkunci oleh jutsu milik Diane.
" Taruh laki-laki itu ke dalam kamarku! lepaskan ikatan di tubuhnya, aku yang akan langsung mengawasinya dan mengintrogasi dia." Diane, Lucy beserta pengawal kerajaanya tersebut mengangguk dan memberi hormat kepada pemimpin mereka.
Setelah Sakuta sudah di letakakan di atas kasur kamar milik Charlot, Charlot memberi isyarat kepada bawahnya untuk pergi. " Diane dan Lucy aku akan memberikan kalian imbalan besar yang aku umumkan kemarin, dan kerajaan akan memberikan kalian berdua penghargaan yang sangat besar dan pantas."
Lucy dan Diane tersenyum dan saling berpandangan, "Terima kasih putri." mereka membungkuk dan memberi hormat kembali, mereka berdua segera pamit untuk pergi dari hadapan Charlot.
Charlot tersenyum sambil menikmati wajah tampan yang di miliki Sakuta, dia mengelus lembut wajahnya. " Kulit wajahnya begitu hangat, ternyata ucapan Ibu dan Nenek dulu benar laki-laki memang sangat berbeda dengan seorang perempuan."
Charlot membelai lembut sekujur tubuh Sakuta, tiap sentuhanya terhadap Sakuta selalu membuatnya takjub, Charlot menempelkan wajahnya ke dada Sakuta sambil sedikit memeluknya.
__ADS_1
" Apakah semua lelaki mirip seperti ini? dia sangat berotot dan tubuhnya juga kekar, mungkin ini kenapa yang membuat kami para wanita nyaman! " Charlot masih meraba sekujur tubuh Sakuta dan membelainya dengan lembut dan pelan.
Tubuh Charlot tiba-tiba menjadi panas, nafasnya juga seakan menjadi berat dia kini memegangi wajah Sakuta dengan kedua telapak tangannya.
Tubuhnya tiba-tiba sekarang tidak bisa ia kontrol dia mendekatkan bibirnya perlahan sambil terus menikmati pandangan matanya ke arah wajah tampan milik Sakuta.
Saat dia perlahan-lahan seakan hendak mendekatkan bibirnya, aksinya terpaksa terhenti saat Sakuta tiba-tiba langsung terbangun dan terkejut.
Ketika Sakuta bangun sambil terkejut tanpa ia sadari dia telah mendorong tubuh Charlot sampai terjatuh kelantai, Charlot menatap Sakuta kini menjadi geram.
' Sial, aku mendapatkan masalah yang baru lagi ' Sakuta segera pergi keluar kamar Charlot dengan secepat mungkin dan meninggalkanya.
Tapi tidak semudah itu untuk bisa pergi dari genggaman Charlot, Charlot adalah seorang ratu kerajaan Negri perempuan dia juga seorang kesatria yang hebat di negrinya tersebut.
Sakuta kini hanya bisa terus berlari dengan secepat mungkin agar tidak tertangkap lagi dan menemukan teman-temanya. Saat dia berlari dia baru menyadari Pakaianya yang telah terbuka, ' Sial apakah aku sudah ternodai? kenapa hal itu terjadi saat aku tak sadarkan diri!? ' dengan ekspresi sedikit kecewa dan sedih dia masih berlari dari kejaran Charlot.
__ADS_1
____
Jangan Lupa Vote Legenda Ninja Anginnya..