Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 49 Pertempuran 4


__ADS_3

Duel Naga Luciver dan dua Ular raksasa berbuah berat sebelah, karena kalah jumblah dan Naga tersebut juga tak mampu melawan Ular Yamata.


Naga tersebut seakan berteriak karena tersiksa oleh lilitan kuat Yamata, kulit sisiknya yang kuat dan tajam seperti baja seakan membuat pertahanan kuat di tubuhnya masih tidak ada apa-apanya dengan keunikan tubuh Yamata.


Tubuh Yamata yang sepenuhnya seperti baja meskipun berupa bongkahan es selain kuat dan susah untuk melukainya, seorang musuh yang tiba-tiba menyentuh tubuh Ular tersebut meski tidak sengaja dia akan membeku seketika menjadi bongkaha es karena tubuh khususnya.


Setelah Naga Luciver membeku seutuhnya karena ular tersebut, Yamata masih melilitnya kuat hingga tubuh Naga tersebut hancur berkeping-keping.


Ratu Ular pergi dan menyerahkan tugas untuk mengalahkan Naga tersebut kepada Yamata karena dengan Yamatapun Naga Luciver sudah tidak mampu berkutik.


Dia langsung pergi meluncur ke arah kota untuk membantu para pendekar yang sedang kesusahan oleh munculnya para iblis dan siluman di sana.


Mata Shigen dan Sakuta saling melirik, seakan sengaja saling menantang untuk berduel menentukan siapa? diantara mereka yang paling kuat, Shigen melemparkan enam kunai ke arah seluruh Demon, dengan mudah langsung di blokir dan di tahan oleh para Demon.


" Sakuta diamlah disana dulu, biar aku menjamu mereka sebentar." dengan menatap Sakuta sambil tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah terserah padamu." Sakuta langsung duduk di antara bebatuan untuk menonton.


Kunai Shigen masih melayang pelan dan berputar-putar di udara tepat di depan para Demon, Shigen berteriak dan tubuhnya tiba-tiba langsung mengeluarkan pusaran api dasyat yang mengelilinginya.


Api yang mengelilingi Shigen langsung mereda sedikit demi sedikit mulai menghilang.


Ketika Shigen yang tiba-tiba muncul di hadapan para Demon dan teman-temanya, secara diam-diam dia sudah menanamkan segel teleportasinya di tubuh Tomoe dan Helena.


Shigen lalu memutar tangan kirinya dengan membentuk segel tangan di jari, tubuh Helena dan Tomoe tiba-tiba langsung perpindah dengan cepat di tengah-tengah kota dan mengejutkan semua orang yang ada di sana, begitupun Tomoe dan Helena sendiri.


" Ini, ku perlihatkan hanya padamu Sakuta. Tubuhku ketika di gurun neraka masih sangatlah lemah karena sudah terlalu lama terkurung di Dongeon. sekarang aku juga tidak akan segan-segan dengan mereka!? Akan ku tunjukkan sisi buasku! Di depanmu. " dengan senyum yang menantang.


Shigen kembali melemparkan kunainya dengan mendadak, sehingga membuat seluruh Demon terkejut. Dan langsung di blokir oleh para Demon meskipun telat. Kunai tersebut kembali berputar-putar di udara pelan.


Tubuh Shigen menghilang dan langsung menyerang para Demon dengan cepat dan meninggalkan pijakan kaki di tanah, meski geraka Shigen cepat tapi itu masih bisa di tahan oleh para Demon.

__ADS_1


" Kalian para manusia meremehkan kami." Seru Demon Emperor.


Ketika dia hampir di serang para Demon dia langsung berpindah lagi dengan cepat dan terus berputar-putar di antara lima Demon.


Sudah cukup lama Shigen bertukar beberapa serangan dengan para Demon.


Demon yang membawa Kendi wajahnya langsung berubah menjadi lebih serius dia mengerutkan dahinya terus, karena sudah kesulitan menahan Shigen, dia sudah habis-habisan mempertahankan dirinya ketika melawan Lin Zi, Wang Mu, dan Mio Zi teng ternyata kekuatan mereka membuat berat sebelah.


Demon yang mampu membuat ruang teleportasi terkejut dengan serangan Shigen, dia kemudian terpaksa menarik Shigen masuk ke ruang dimensinya untuk memisahkannya dengan Sakuta.


Anehnya ketika tubuh Shigen di tarik masuk ke portal dimensi ciptaan Demon tersebut, Shigen tak mampu lolos darinya sehingga Shigen hanya bisa mengerinyitkan giginya.


Shigen yang telah menanamkan lambang jurusnya di tubuh Sakuta dan para Demon, dia sesegera mungkin memindahkan mereka ke hutan yang cukup jauh dengan kota.


Ketika wajahnya masih di luar portal Shigen berpesan kepada Sakuta. " Sakuta habisi mereka!? Kita sepertinya akan berpisah dulu."

__ADS_1


Sakuta langsung berdiri dan menaikan alisnya, dan dia baru sadar Shigen ternyata sudah memindahkanya dengan para Demon di hutan yang cukup jauh dari kota.


" Sepertinya!? Aku harus Serius... "


__ADS_2