
Para pendekar asosiasi dan berbagaai sekte di benua Badai yang berada di bawah kepemimpinan Gin Longer, segera menyebarkan pengumuman kepada seluruh Sekte dan pendekar di Benua Badai untuk turun berperang dan membantu para pendekar di kota Emey untuk bertarung dengan para Iblis dan Siluman di kota tersebut.
Informasi tersebut segera di tanggapi serius oleh Tetua sekte dan para pendekar penting lain yang menerimanya, karena memang kekacauan Demon ini, mampu melemahkan pertahanan Benua Badai yang saat ini memang sudah lemah dan itu akan berdampak buruk bagi mereka.
Sedangkan luka dari hancurnya aliansi sekte aliran hitam, setelah bertempur dengan benua besi itu sungguh melemahkan pertahanan benua badai.
Akibat pertempuran tersebut, benua badai sungguh masih belum pulih! Apalagi kalau mereka membiarkan kekacauan kedua ini.
Meski tidak banyak, tapi ada saja salah satu sekte entah aliran putih atau hitam yang tidak mau berurusan atau turun tangan dengan peperangan ini.
Karena semakin banyak sekte yang turun peringkat, sekte yang dalam sejarah Banua Badai, yang selalu ada di peringkat bawah dapat bisa ada kemungkin bagi mereka untuk naik peringkat tanpa bersusah payah.
Selain itu faktor yang menakuti mereka entah itu sekte aliran hitam atau putih, mereka sudah melihatnya secara langsung dari banyaknya sekte besar aliran hitam, yang turun peringkat akibat pertempuran di Benua Besi.
__ADS_1
Bahkan ada pula Sekte aliran hitam yang dulu termasuk peringkat atas malah sekarang rela menjadi budak dari sebuah kekaisaran demi kelangsungan sekte mereka.
Mereka jadi enggan untuk ikut berperang meski itu demi Benua mereka sendiri.
Kedatangan seluruh bantuan pendekar dan pasukan kedua kekaisaran itu membuat Lubu Kaiji dan lainya dapat lebih bernapas lega, meski mereka sudah menghabisi banyak musuh.
Tapi sebelum lubang itu tertutup, ribuan siluman dan iblis itu tidak akan pernah ada habisnya.
***
Demon yang tersisa berhasil kabur dari Sakuta dengan jurus khusus lubang teleportasinya, wajahnya meringis kesakitan sambil tangan kanannya selalu memegangi mata kirinya.
Ketika dia melepaskan tangannya dari wajahnya tersebut, bola mata kirinya menjuntai-juntai di wajahnya, karena matanya tertusuk sama seperti Demon emperor ketika di lukai Sakuta, tapi karena Sakuta terlalu fokus menghabisi Demon emperor akhirnya Demon tersebut mampu lolos dari siksaan Sakuta.
__ADS_1
" Akan ku balas semua perlakuanmu! manusia." Demon itu lalu menarik lepas bola matanya yang terluka, dia kemudian membuat lambang jurus di tanah.
Setelah membuat Lambang jurus kemudian dia membuat segel tangan yang rumit, "Connect.. " dia berteriak dengan keras saat itu juga darah dan cairan di tubuhnya tiba-tiba hilang sedikit demi sedikit dan kemudian tubuhnya mengering seutuhnya.
Lambang jurus yang di buatnya kemudian bercahaya terang, lubang hitam teleportasi yang di gunakanya sebagai pintu masuk itu.
Tiba-tiba menyedot masuk seluruh iblis dan siluman yang di keluarkanya, bukannya kebahagiaan karena telah selesai dari pertempuran tersebut.
Justru bencana baru lain yang di hadapi mereka saat ini, lubang hitam itu malah seperti terus menyedot masuk apapun yang ada di hadapanya.
Ratu ular menyampaikan kejadian tersebut ke Sakuta melalui pikirannya karena mereka berdua saling terhubung satu sama lain karena kontrak Kichiyose mereka berdua.
" Ratu, apakah? kita bisa bertukar tempat?"
__ADS_1
" Menurutku bisa Tuan!" seru ratu ular, Ular putih setinggi puluhan ribu kaki yang berada di tengah-tengah para pendekar benua badai, tiba-tiba menghilang dan keluar asap putih tebal kejadia itu membuat mereka semua terkejut.
Jangan Lupa Vote