Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Chapter. 75


__ADS_3

Setelah tertidur beberapa jam, Shigen akhirnya segera terbangun, saat dia tersadar di sampingnya ternyata sudah ada Laura yang tengah tertidur di sampingnya.


Shigen tersenyum sambil melihat Laura yang kini sedang tidur dan tenang di sampingnya, perlahan-lahan Shigen dekatkan tangan kanan-nya dia hendak mengelus kepala Laura.


GUBRAAKKK...


Rag yang tiba-tiba langsung masuk kedalam ruangan istirahatnya, membuat Shigen begitu terkejut. Dengan cepat dia menarik tangan-nya yang tengah mengelus kepala Laura.


Tapi karena Rag yang lebih dulu cepat masuk, sehingga dia lebih dahulu ketahuan oleh Rag.


" Apakah aku masuk tidak dalam waktu yang tepat!! "


" Ehem.. Lebih baik kita membahas hal yang lebih penting, apa yang mau kau bicarakan? "


" Baiklah, sebenarnya ketika kau masih tertidur.. Laura sudah menceritakan semuanya kepada kami, bagaimana Tuan Shigen bisa berada negri elf ini? Dan kenapa kau bisa terjebak di negri ini."


" Baiklah aku mengerti, tapi tunggu dulu!? Lebih baik kau tidak terlalu formal kepadaku! Aku tidak menyukai itu."


Pandangan Shigen ke arahnya membuatnya gugup seketika untuk beberapa menit. " Saya mengerti! "


" Jadi, bagaimana kau akan memulangkan ku? "


" Sebenarnya kami juga sudah meneliti buku-buku kuno milik leluhur kami dulu. Untuk menemukan cara buat kau bisa pulang kembali ke negrimu! Aku bersama pemimpin Dark elf sudah setuju untuk bekerja sama membuat aliansi dan saling membantu."


" Kami akan bekerja sama untuk bisa membantu mu kembali!? "


" Huh... " Shigen menatap ke arah Laura yang masih memejamkan matan-nya.

__ADS_1


Rag yang mengerti perasaan Shigen, dia langsung menyela lamunan-nya, " Maaf, sebelumnya kami juga akan menolong kalian berdua bersama? "


" Tunggu!? Maksud mu apa dengan kalian berdua? Memangnya Siapa yang akan mengikuti ku? "


Rag melihat ke arah Laura, " Maksud mu adikmu akan ikut bersama ku? "


" Tapi, ini keinginan dia sendiri!? "


Shigen terdiam beberapa detik, " Tapi... "


SSsstttt.....


Laura tiba-tiba langsung bangun dan menutup bibir Shigen dengan jarinya. " Kau jangan bilang ini akan menjadi masalah yang serius lagi." Laura memayunkan bibirnya di hadapan Shigen.


Shigen menangkap tangan Laura, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Laura.


" He... He... he... Aku hanya menunggumu supaya mengelus kepalaku!? Karena aku yang sedari awal merawatmu.. Te he... "


" Dasar.. Kau ini.. " Rag kemudian tersenyum melihat kemesraan mereka berdua.


" Tapi, bagaimana dengan teman-teman dan saudara-saudaramu?! " Laura menunduk-kan kepalanya kemudian dia mendekati Shigen dan langsung memeluknya.


" Aku ingin bahagia, dan kebahagiaan ku itu saat ada waktu aku bisa terus bersamamu! Karena mereka semua teman-teman dan keluargaku mereka lebih menginginkan arti sebuah kebahagiaan di setiap hari-hari ku!? "


" Baiklah, aku akan selalu menjagamu dan melindungimu."


" Lebih baik, kalian harus bersiap besok kita semua akan pergi ke desa Dark elf." seru Rag.

__ADS_1


***


Shigen bersama dengan Laura, mereka berdua di temani ratusan Dark elf beserta elf putih bersamanya.


Rag dengan pemimpin Dark elf di posisi mereka masing-masing.


Untuk membuka formasi teleportasi menara kuno tersebut, membutuhkan dua orang penyihir terbaik dari masing-masing desa berbeda.


Shigen dengan Laura langsung berdiri di tengah-tengah menara tersebut, seluruh keluarga dan teman-teman Laura tidak bisa menahan tangisan mereka.


Shigen memegang tangan Laura agar memberikan mereka sebuah salam perpisahan yang tak akan pernah mereka lupakan.


" Aku berterimakasih kepada kalian semua, aku bersyukur pernah di cintai kalian semua, Terimakasih Hik.. Hik.. Hik.. "


Tangisan Laura sudah tidak bisa ia tahan lagi dan akhirnya pecah, Shigen kemudian segera memanggil tangan Laura dengan lembut dan memberikan kekuatan secara tidak sengaja.


Setelah Rag bersama dengan pemimpin Dark elf itu mengalirkan tenaga dalam mereka, di titik-titik tertentu menara tersebut.


Lingkaran Cahaya di belakang mereka tiba-tiba keluar, " Aku tidak akan pernah melupakan kalian semua, Aku akan selalu kangen kalian semua... Kakak, kau memang kakak yang yang baik aku sangat mencintai mu!? Selamat.. "


WUHHSSSss...


Shigen bersama Laura seakan termakan, oleh lingkaran cahaya lingkaran tersebut.


Setelah mereka berdua menghilang masuk ke dalam cahaya itu, Rag langsung terjatuh ke tanah dan berteriak dengan keras. Laura memang selalu di lihatnya bukan seperti seorang adik tapi di lihat nya seperti seorang wanita dan seorang pria.


Tapi tetap saja ikatan persaudara-an mereka, membuat hati mereka juga merasakan sesak yang sama.

__ADS_1


__ADS_2