Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Putra Tokugawa Leyasu


__ADS_3

" Baik Tuan Muda.. " Dengan perasaan takut mereka segera menyerang Shigen bersamaan.


Karena Shigen yang terus berpindah pindah tanpa bisa mereka kejar, mereka menjadi kelelahan dan bingung harus berbuat apa.


" Dasar Para Samurai Bodoh.. "


" Mulut mu selalu mudah sekali untuk merendahkan orang lain.. " Pandangan mata Shigen berhasil membuat wajah Tuan Muda itu meringis ketakutan.


" Hei Teman... Aku belum pernah sama sekali melihatmu atau mengganggumu!? Tapi kenapa kau malah mengganggu urusanku."


Shigen kembali menatap tajam ke arah Tuan Muda tersebut, " Siapa kau? Untuk apa kau membunuh mereka semua? "


" Putra dari pemimpin tiap-tiap provinsi Benua Bukit, Tuan Tokugawa Leyasu.. Nama ku Ishida Leyasu!? " Ishida mengerinyitkan Giginya merasa nama besarnya telah membuat Shigen sedikit takut.


" Ohh... Ternyata Tuan Tokugawa memiliki seorang anak yang telah gagal untuk didik ulang, lebih baik aku yang akan menghukum-mu atas semua kesalahanmu kali ini. Kau sekarang mengertikan siapa yang Sapi dan siapa yang Harimau? "


Ishida terkejut mendengar pernyataan Shigen yang justru malah mempermalukan-nya. "********... Berani sekali kau mengancam Tuan Muda ini!? " Wajah Ishida menjadi sangat merah dia begitu geram dan kesal, baru kali ini ada seseorang yang memancing emosinya sampai seperti ini.


Dengan brutal dia terus menyerang Shigen tanpa ampun, Shigen kembali tersenyum melihat Ishida yang sekarang seakan terlihat lebih mirip, seseorang yang sedang kesetanan.


Setelah menahan dan menghindari serangan Ishida untuk beberapa menit, Shigen kini mulai bosan. Tapi dia masih terus meladeni Ishida untuk berduel dan melakukan jual beli serangan meski saat ini dia yang lebih terlihat seperti seseorang yang tengah memperminkanya.


Wajah Ishida semakin memburuk saat Shigen seakan seperti ilusi saat serangan Ishida tepat mengenai tubuh Shigen, sebenarnya ilusi bayangan tubuh Shigen terjadi karena saat Ishida menemukan celah untuk menyerang Shigen.


Shigen dengan cepat langsung berpindah dengan tehnik khusus teleportasi miliknya, tiap-tiap celah yang di dapatkan Ishida itu sebenarnya telah di sengaja oleh Shigen sendiri.


' Aku akan mengajarkanmu dan menggambarkanmu arti sebuah.. Peperangan sesungguhnya, memberikan sebuah harapan kemudian harapan itu akan hilang.' Batin Shigen sambil wajahnya tersenyum.


SRAAKKK...


SRAAKKKK...


SRAAKKKK...


Tubuh Ishida tiba-tiba mendapatkan puluhan luka sayat tanpa iya sadari sendiri, semakin cepat dan semakin gila dia menyerang Shigen. Semakin banyak dan semakin dalam pula tiap-tiap luka sayatan yang di terimanya.


BRAAKKKKK...

__ADS_1


Shigen sudah bosan karena perlawanan Ishida yang semakin payah dan buruk, dia langsung menendang tubuh Ishida sampai terpental cukup jauh dan mengenai bangunan di sekitarnya.


HOEEKKK...


Ishida langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya. " Tuan... Tolong ampuni Tuan Muda kami!? Kalau Tuan melukainya lebih jauh, kami juga akan mendapatkan masalah yang lebih bahkan juga mereka akan membunuh dan menghukum keluarga kami."


Shigen menatap mata Akira dengan tajam, mendengar permintaan pengampunanya terset.


" Kalian itu buta atau bagaimana? Kalian takut kalau keluarga kalian akan di bunuh dan disakiti... Lalu bagaimana dengan keluarga dan orang-orang terdekat korban yang telah kalian bunuh??


Kalian akan memanen apa yang dulu kalian tanam. Potong satu tangan milik kalian semua!? Dan bawapah kemari sisa tubuh-tubuh dari tiap korban yang kepala nya kalian potong ini."


Akira bersama dengan rekan-rekanya yang lain saling menatap satu sama lain, untuk mencari solusi lain yang mungkin tidak harus memotong satu tangan mereka.


" Ahhh.. Aku hampir lupa, taruh juga semua harta yang kalian bawa!? "


Setelah beberapa menit, para bawahan Ishida masih terlalu takut untuk memotong satu tangan mereka. Karena kesal tanpa mereka sadari Shigen pangsung berlari ke arah mereka dan memotong satu tangan mereka masing-masing.


AKHHHH...


AAKHHHH...


Mereka semua menjerit kesakitan dengan sejadinya, saat darah dari tangan mereka yang terpotong keluar dengan deras.


" Mungkin ini sudah cukup, bawa Tuan Muda kalian pergi menjauh dari desa ini!? "


Shigen membelakangi mereka sambil menunggu mereka untuk segera pergi dari tempatnya tersebut.


Setelah mereka semua pergi para warga dan penduduk lokal yang hidup di dalam hutan tersebut bersorak dengan keras, mereka sangat bersyukur dan puas dengan hukuman yang telah mereka terima.


Tapi tetap saja, kelurga dan kerabat dekat korban yang terbunuhan merasakan kesedihan yang berbeda.


" Shigen... Gadis kecil ini!? " Laura tengah memeluk gadis kecil cucu dari pria sepuh yang kini sudah terbujur kaku tak bernyawa.


Shigen segera maendekati Laura dan segera memeluknya. " Nasib gadis kecil ini sangat malang sekali.. Kakak beserta Kakeknya sudah mati terbunuh oleh mereka."


" Tuan.. Tuan.. Apa yang harus kami lakukan!?" Seorang pria paruh baya berlari ke arah Shigen dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


Shigen nampak berpikir sejenak, " Lebih baik kita kuburkan dulu teman-teman kalian yang telah di bunuh secara kejam seperti ini.. Kita kubur mereka secara layak."


" Tuan.. Tanpa tetua bagaimana nasib cucu kecilnya!? "


" Aku bersama kekasihku yang akan mengurusnya.. Aku sudah terlanjur ikut campur urusan kalian jadi aku akan tinggal di sini sampai urusan kalian selesai. Tapi kenapa ini bisa terjadi? apa yang mereka cari?"


" Tuan Muda Ishida, merupakan anak tertua Shogun Tokugawa Leyasu. Setelah Benua Bukit di serang oleh makhluk entah dari mana ia berasal.


Tuan Tokugawa mendapati dirinya terkena luka dalam yang sangat parah, anak Tuan Tokugawa yang kedua dia yang sekarang menggantikannya untuk sementara menjadi Shogun di Benua Bukit.


Karena anak kedua Tuan Tokugawa sangat berbakat dalam hal beladiri dia di titipkan oleh Tuan Tokugawa kedua pusakanya, tapi sifat kedua kakak beradik ini sebenarnya mereka berdua sama.


Mereka berdua menginginkan sumberdaya yang telah Kakek Tetua sembunyikan dan ia simpan untuk krisis yang mungkin akan terjadi.


Sumber daya yang Tetua kumpulkan adalah tanaman obat yang sudah berumur ribuan tahun, tanaman tanaman tersebut sangat sulit di cari di dunia ini.


Karena kebaikan Tetua dulu, dia pernah menolong seorang Kultivator dari Benua Badai yang telah ratusan tahun dia berlatih dan bersembunyi di dalam gua untuk mencapai ranah para Dewa. Tapi meski sudah ratusan tahun dia masih belum menembus alam kekuatan para Dewa.


Tetua tidak sengaja menemukan Kultivator tersebut dalam ke adaan yang sudah terluka sangat parah Meridian dan semua Dantiannya hampir hancur karena menerima beban kekuatan yang sangat besar, dia kemudian segera menolongnya.


Alhasil dengan tanaman obat-obatan atau sumber daya yang sudah berumur ribuan tahun miliknya, sang Kultivator itu selamat dan aneh kekuatan yang ia idamkan selama ratusan tahun berhasil ia dapatkan karena bantuan dari Sumber daya Tetua itu.


Mendengar kabar tersebut, anak-anak dari Tuan Tokugawa menginginkan Sumber daya ribuan tahun itu dari Tetua.


Melihat munculnya kekacauan demi kekacauan yang telah terjadi akhir-akhir ini. Tuan Tokugawa terluka sangat parah akibat munculnya Monster entah dari mana.


Bukan hanya Benua Bukit, Benua Badai pun kira-kira seminggu yang lalu di kabarkan telah di serang Makhluk yang sama seperti di Benua Bukit.


Kabarnya Pendekar Hebat bernama Gin Longer terbunuh akibat insiden tersebut.."


Mendengar cerita tersebut, Shigen mengerutkan dahinya karena tidak percaya adanya Kultivator yang telah menembus ranah para Dewa.


Tapi bukan hanya kabar itu yang membuatnya terkejut, kematian Gin Longer juga yang membuatnya menjadi sangat panik.


' Ini gawat... Kekacauan akhir-akhir ini akan memperburuk situasi dunia para pendekar.' Lirihnya dalam hati.


" Baiklah.. Terima kasih atas informasi yang kau berikan.."

__ADS_1


__ADS_2