Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Chapter. 67


__ADS_3

" Kenapa desa ini bisa hancur? bagaimana dengan pertunangan anak-ku? " pemimpin Dark elf yang hendak akan menikahkan anaknya dengan koloni tetangga suku Dark elf yang lain menjadi sangat murka.


Setelah desa yang di pimpin oleh kawannya tersebut kini hancur, dan anehnya tidak ada bekas darah atau jasad orang yang telah mati atau di bunuh di desa Dark elf tersebut.


" Ayah, adik juga menghilang mungkin dia juga menghilang di desa ini." ucap anaknya tersebut.


" Ini pasti ulah elf yang berkulit putih itu!? " Dia sangat marah dan mengepalkan tangannya dengan keras sampai membuat tangannya sendiri terluka dan mengeluarkan darah oleh kepalanya sendiri.


" Besok kita akan menyerang mereka! kita harus bersiap-siap."


***


Shigen akhirnya di terima dan setuju untuk tinggal bersama Laura, dia juga mencoba jurus portal kuno yang di miliki para leluhur Laura dulu tetapi dia tetap tidak bisa berhasil.


Laura juga menunjukkan banyak hal tentang sihir-sihir kuno yang dia temui di perpustakaan keramat milik desanya tersebut, Shigen menemukan gambar artefak kuno di salah satu buku tua.


Gambar tersebut merupakan menara sihir yang dulu di buat para leluhur elf terdahulu, menurut cerita lama yang di ketahui Laura menara sihir itu merupakan jembatan penghubung atau sebua pintu keluar masuk dari dunia elf ini dengan dunia yang lain.


Shigen menjadi bernafas lega dan senang telah menemukan cara yang mungkin ini satu-satunya dia bisa kembali pulang.


Laura menerangkan cerita lama yang dia ketahui tentang keberadaan menara sihir tersebut, menara sihir tersebut ternyata terdapat di desa para Dark elf.


Shigen menjadi kebingungan dan kepalanya menjadi terasa sangat sakit saat mendengar hal tersebut, belum lagi ritual yang cukup merepotkan untuk membuat menara tersebut membuat portal.

__ADS_1


Meskipun dia mampu menyelinap masuk di desa Dark elf tanpa ketahuan tapi karena ritual yang sangat sulit itu membuatnya menjadi sangat kebingungan.


" Dark elf, menyerang... " Teriakan salah satu penduduk membuatnya terkejut dan kembali menyadarkan pikirannya, Shigen sesegera mungkin keluar untuk memeriksanya.


Dia menaiki gerbang besar yang saat ini tertutup dan gerbang tersebut menjaga desa para elf ini, dibatas gerbang tersebut sudah ada Rag dan para tetua di desa ini.


" Apa salah kami? kenapa kalian hendak menyerang kami? "seru Rag dengan wajah kesal.


" Kalian munafik, kalian berpikir tidak punya salah terhadap kami!? " Belum selesai berbicara pemimpin Dark elf menyuruh pasukanya untuk memanahi orang-orang yang berada di atas gerbang tersebut.


Shigen yang merasa dirinya bersalah dan memang mungkin dia adalah dalang dari permasalahan ini karena rasa tanggung jawabnya, dia segera turun dari atas gerbang dan berdiri di hadapan seluruh pasukan Dark elf yang hendak bertarung tersebut.


" Aku tau! Kalian hendak membalas dendam atas kematian teman kalian kan?" Shigen menjabkan kunai di tanah dan dia menghilang beberapa detik kemudian kembali dengan menggedong jasad yang kepalanya terpisah.


Pemimpin Dark elf menatap Shigen serius, "Hehh.. ternyata benar pasti kalian pelakunyakan? tidak hanya anak ku pasti! kalian juga pasti menyerang desa Dark elf tetangga kami! kalian telah menghancurkannya kan! Bahkan kalian dengan kejam tidak menyisakan jasad mereka agar bisa kami semayamkan dengan layak." Wajah pemimpin Dark elf itu kembali menjadi sangat geram mengingat desa yang baru dia tinggalkan.


Shigen berdiam sebentar dan mencerna apa yang tadi telah di katakan pemimpin Dark elf tersebut.


" Maksudmu, desa koloni mu di hancurkan seseorang dan jasad mereka menghilang? "


Cuih.. dia meludah, " Jangan berpura-pura bodoh desa kalian juga akan kami ratakan, dan membakar jasad kalian menjadi satu tumpuk."


" Tunggu! " Shigen mencoba berdiskusi lagi tapi kemarahan para Dark elf itu tidak bisa di hentikanya.

__ADS_1


" Seraaang.. serang.. !! " perang berhasil pecah para elf entah itu berkulit hitam atau putih saling menembakkan anak panah mereka.


Shigen terpaksa melawan para Dark elf tersebut, karena dia sudah berjanji jika perang pecah dia akan di pihak Laura.


Karena aura energi Mana di alam ke dua ini sangat kuat, Shigen langsung menyerap energi di alam ini, dia mengumpulkan energi alam tersebut untuk melingkari tubuhnya.


Karena dia berelemen api mana itu menjadi zirah api, dan bentuknya seperti besi hitam dengan api membara di sekelilinya.


Shigen hanya memukul dan membuat para Dark elf itu terjatuh pingsan, kecepatanya membuat semua elf berdecak kagum.


Dia melemparkan banyak kunai miliknya di berbagai penjuru, dia kemudian menghilang dan berpindah-pindah cepat melumpuhkan para Dark elf.


Saat Rag melihat kemampuan asli milik Shigen, dia langsung mengerutkan dahinya dia menelan ludahnya sambil mengumpati dirinya sendiri.


Untung dia tidak pernah memprivokasi langsung Shigen dia sedikit lega mengingat hal itu.


___


JANGAN LUPA LIKE DAN BERIKAN VOTE KALIAN..


Inshaallah akhir bulan ini ada crezy up doain ajah yang baik-baik, agar saya bisa terus mengupdet Legenda Ninja Angin ini.


Dukung juga author di karyakarsa.com

__ADS_1


__ADS_2