
" Mereka adalah Demon!? " Ucap Xiao Nian dan Sakuta bersamaan, meski mereka jauh mereka tidak sengaja menyebut Enam musuh yang akan mengacaukan seluruh lima Benua ini bersamaan.
Xiao Nian mendapat petunjuk dari kekuatan Spiritual keahlian meramalnya, sedangkan Sakuta mendapat bisikan dari Ratu Ular lewat pikiranya.
Suasana kacau di kota Emey karena kepanikan munculnya tragedi aneh di langit Kota Emey, akhirnya mulai mereda karena kecepatan para pendekar yang membantu dan menolong para warga sekitar untuk mengevakuasikan diri.
" Demon? Makhluk apa itu? " Seru Lubu kaiji.
Semua orang mempertanyakan tentang makhluk yang baru mereka dengar, Tapi semua perdebatan kecil mereka terpaksa terhenti.
***
" Kita mulai membuat mimpi buruk yang akan selalu di ingat oleh bangsa manusia ini!? " Seru salah satu Demon.
Seketika itu salah satu dari enam Demon tersebut, mengeluarkan semburan bola Api dari mulutnya setelah membuat segel tangan yang sangat cepat, besarnya puluhan ribu kali lipat di bandingkan tubuhnya bahkan ukurannya hampir seperempat Kota Emey.
" Mereka mulai menyerang!? " Ucap Helena dari atas bukit.
Tiba-tiba dari tengah Kita, " Biar aku yang menghentikanya." Nie Lang melompat dan mengibaskan kipas andalanya, dengan di aliri Mana yang cukup besar.
Angin kuat dan dasyat yang di keluarkan Nie Lang menggunakan Kipas kesayangaya membuat pertemuan Bola Api raksasa dan hempasan Angin yang sangat kuat meledak dan membuat gemuruh lantang seperti kilat.
__ADS_1
Membuat langit di kota Emey seakan seperti lautan Api yang berkobar dan menutupi birunya langit kota Emey menjadi merah api.
" Sepertinya! ada beberapa orang kuat di bawah kita, yang siap bertarung demi Benua ini!?" Ucap salah satu Demon yang memiliki enam tangan.
Mereka kembali membuat gerakan dengan cepat, salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah kendi berbentuk seperti botol arak China zaman kuno.
Dia membuka penutup kendi yang baru dia keluarkan, seketika itu keluar suara nyaring yang membuat seluruh orang yang mendengarnya berteriak kesakitan.
" Benda apa itu? " Seru Wang Mu dengan wajah kesakitan dan menutup kedua telinganya dengan kedua tangan.
Dari kejauhan di tempat Tomoe, Helena, dan Sakuta, " Tubuh-ku, semakin lemas dan sakit." Seru Helena dengan warna wajah semakin pucat.
Tiba-tiba dia merasakan getaran aneh di Katana yang telah Kaisar Dragon berikan, "Apa mungkin, kau mampu mengatasi ini." Gumam Sakuta sambil memegang gagang Katana tersebut, Sakuta langsung mengeluarkan Katana Hitam tersebut dari sarungnya.
Dia membuat satu sayatan di udara, satu sayatan tersebut menjadi seperti pisau gelombang yang memecah gelombang aneh ngndi keluarkan kendi tersebut.
Suara dan efek yang di berikan oleh kendi itu menghilang seketika dari semua orang, setelah Sakuta berhasil menghancurkan kendi tersebut tanpa dia sadari.
Kendi itu tiba-toba retak, " Sial, Dari mana serangan tadi? Mereka ternyata lebih merepotkan. Aku akan menghadapi orang yang telah menghancurkan kendi kesayanganku ini." Wajahnya memerah karena kesal sambil menatap ke arah Sakuta berada.
" Tidak Tunggu, biar aku yang memeriksanya! kalian bersenang-senanglah sesuka kalian, dengan orang-orang di bawah itu. Aku punya firasat aneh tentang orang yang mampu menghentikan kendi penghancur arwah ini."
__ADS_1
Ucap salah satu Demon yang terkuat di antara mereka, dia yang memiliki jurus khusus seperti Bunglon yang mampu menghilangkan keberadaanya dengan menjadi transparan, sebab itu hanya mata Temujin milik Helena lah yang mampu melihatnya.
" Itu berasal dari arah angka jarum jam dua belas!? " Ucap Demon yang memiliki empat tangan.
" Kau benar.. "
Seketika itu, Seluruh Demon berpencar dan memulai aksi mereka.
" Mereka mulai menyerang!? " Ucap Gin Longer.
Di tempat Sakuta. " Sakuta salah satu dari mereka mendekati kita!? " Seru Helena dengan wajah serius.
" Baiklah kita akan menyambutnya." Sakuta segera mengeluarkan Pedang Kusanagi dari sarungnya dan memasang kuda-kudanya, Tomoe dan Helena saling menatap dan mengangguk bersamaan.
Mereka semua sudah bersiap-siap dengan mengalirkan seluruh kekuatan tenaga dalam mereka, Energi Mana yang mereka pancarkan begitu kuat sehingga membuat benda kecil seperti kerikil melayang keudara.
Di dalam kota tempat Gin Longer, Xiao Nian, dan Lubu Kaiji serta lainya berkumpul, mereka sudah memasang kuda-kuda untuk berperang dengan Demon tersebut Aura mereka tidak semua melebihi Aura kuat yang di pancarkan Tomoe dan Helena.
___
Jangan Lupa berikan Vote untuk Legenda Ninja Angin.
__ADS_1