Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Runtuhnya Kekuasaan Haida


__ADS_3

Para Samurai itu meringis saat melihat kawanan Sakuta mulai keluar, mereka menjilati bibir mereka karena sasaran mereka ternyata bukan hanya sekelompok pria. Tapi juga terlihat ada tiga gadis cantik yang bersama mereka.


" Sepertinya sasaran kita kali ini sangat menarik.. Bukan hanya bayarannya saja yang sangat banyak tapi ternyata kita jug nanti akan bersenang-senang malam ini."


YAHH... YAH.. YAAAHHH..


" Berisik.. " karena kesal mendengar celotehan para ******** itu. Tomoe bergerak maju satu langkah. Anehnya hanya dengan satu langkah kakinya itu semua Samurai itu membeku terbungkus oleh es.


Melihat hal itu setengah dari mereka yang berhasil menghindar hendak menyerang balik Tomoe. Saat mereka melompat ke arah Tomoe tiba-tiba tubuh mereka terpental seakan di pukul oleh seseorang.


Helena tiba-tiba ada di depan Tomoe dengan berpose. " Dasar sekelompok pria yang menjijikkan.. Nona Tomoe sepertinya saat nya giliran kita yang beraksi."


Tomoe tersenyum menanggapi ucapan Helena. dia segara membuat sebauh pedang yang terbuat dari es yang memadat.


Hanya dalam hitungan detik, puluhan orang yang di sebut samurai itu tergeletak sudah tak sadarkan diri.

__ADS_1


" Untung saja satu orang ini aku selamatkan." Shigen menjinjing jinjing kerah dari salah satu Samurai tersebut. " Hei.. Kami memiliki banyak pertanyaan yang harus kau jawab kalau tidak!? Coba sajalah tidak menjawab."


Shigen mengancam Samurai bayaran itu dengan nada yang begitu dingin, hingga membuat seluruh tubuh Samurai muda itu menjadi bergetar dan berkeringat.


Tomoe tiba-tiba mendapatkan sebuah ide tanpa basa-basi dia segera membisikkan sebuah rencana di telinga Shigen. setelah beberapa menit setelah selesai menyampaikan ide yqg muncul di benaknya Shigen mengangguk dan menyetujui rencana tersebut.


***


Haida langsung memberi sebuah penghormatan terhadap Tokugawa yang baru datang di kediamannya. Bukanya Tokugawa membalas penghormatan tersebut.


Dia justru dingin di hadapan Haida, Haida yang tidak biasa di perlakukan seperti ini dia sempat marah dan mengepalkan tanganya dengan kuat.


Haida memulai pertemuannya tersebut, setelah berbasa basi cukup panjang. Dia memulai pembahasan inti.


" Tuan Panglima besar Shogun Tokugawa.. Kau tau Hutan untuk perbatasan Negara kita dengan Benua Badai sangatlah luas!? Di hutan tersebut banyak tersembunyi Sumberdaya Sumberdaya yang telah tumbuh ribuan tahun tanpa kita ketahui."

__ADS_1


" Jangan.. Basa Basi Cepat katakan intinya." Tokugawa berteriak sangat kencang, merasa setiap perkataan Haida terus berputar-putar.


Haida tersenyum lebar, setrateginya untuk membuat Tokugawa mengikuti rencana sepertinya akan berhasil. Haida sengaja memanfaatkan sifat arogan Tokugawa untuk memancingnya agar segera membahas inti undangannya tersebut.


" Baiklah Tuan Tokugawa.. Aku akan mengatakan intinya!? Aku ingin mengajakmu merebut seperempat perbatasan wilayah itu."


Tokugawa mengerutkan dahinya, dia sangat terkejut dengan rencana Haida kali ini. Selain ini akan menentang perjanjian antara kekaisaran Benua Bukit dengan Dua Kekaisaran Benua Badai. ini juga akan menimbulkan konflik besar antara kekaisaran Benua Bukit dengan Kekaisaran Benua Badai.


" Kau ingin kita menentang kaisar diam-diam.. Dan memanfaatkan hutan tersebut untuk memanen dan mencari sumberdaya yang bagus di situ." Haida semakin tersenyum senang mengetahui Tokugawa sangat cerdas dan cepat memahami rencananya tersebut.


" Kau sangat benar Tuan Tokugawa.. Kita akan membagi wilayah tersebut kalau kita sepakat dengan rencana ini." Haida semakin merasa senang karena dia tidak menduga rencananya sungguh berjalan sesuai dengan yang di ingin Kanya.


Tangan kanan Tokugawa, yaitu ChengHua. Tiba-tiba memasuki ruangan mereka sehingga membuat kedua orang besar itu terkejut.


" Berani Beraninya bawahan rendah sepertimu masuk dengan tidak mengetuk pintu dulu." Haida menjadi geram dengan tingkah Chenghua, dia melepaskan Aura membunuh yang mengerikan sehingga tubuh Chenghua menjadi sangat berat. Dia juga menjadi sangat sulit bernafas saat Haida memelototinya.

__ADS_1


" Hei.. Kau berani sekali bilang seperti itu terhadap Tangan kanan yang sangat setia terhadap ku? " Tokugawa segera menatap Haida dengan mengeluarkan tenaga dalamnya juga.


Tenaga dalam yang di kelurkan Tokugawa membuat jantung Haida berdetak sangat cepat. Dia menjadi salah tingkah dan bingung harus meminta maaf seperti apa, sedangkan dia sagat kenal sifat arogan Tokugawa tersebut.


__ADS_2