Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
11


__ADS_3

" Kenapa?."


" Tidak, tidak ada apa-apa." Sambil wajahnya merona.


" Wajahmu merah, kamu pasti masih lelah, setelah sekian lama sendirian disini, oh iya, ketika sebelum kamu membuat gempar seluruh benua, apakah kamu pernah menikah?"


" Hemm .. sejak kecil, aku tidak di perbolehkan bermain dengan teman-teman seusiaku, para orang tua dan tetua takut, ketika kekuatan besarku mengamuk. pasti mungkin aku akan mencelakakan mereka semua." sambil menatap lesu ke tanah.


" Kamu, udah berusaha dengan keras, sekarang kaubebas dari kesendirian mu! kau sekarang memiliki teman, aku dan anak-anak panti."


" Anak-anak panti, apa kah kau merawat mereka?"


" Ah, yah, mereka memanggilku kaka, ada pula yang memanggilku ayah, hehehe... "


" Sakuta, kau begitu beruntung."


" Menurutku, keberuntungan itu bagai mana dia menikmati apa yang ia miliki sekarang!?" sambil tersenyum, Sakuta menatap Tomoe seakan membuat wajah Tomoe kembali merona.


" Sekarang kita akan turun ke lantai selanjutnya kan? ."

__ADS_1


" Yah, kita akan keluar dari tempat aneh ini." Sakuta melamun, dia menghitung sudah berapa lama, dia menghilang dan belum pernah melihat sinar matahari, sampai saat ini.


Ketika itu, Tomoe berhenti.


" Sakuta, sepertinya akan banyak orang yang menyambut kedatangan kita?"


" Kau benar! "


" Boleh, sekarang giliranku yang melindungi mu, supaya kau berhutang padaku dan tak sungkan membawaku bersamamu bertemu anak-anak panti."


" Yah, baiklah."


Muncullah puluhan pasang mata iblis yang mendekati Tomoe, sebenarnya para iblis ini memiliki banyak kelompok. tapi mereka bersembunyi di balik kegelapan, untuk menunggu musuh mereka kelelahan.


Tomoe berbicara manis dengan kalung yang melingkar cantik di lehernya, seketika itu kalung yang tadi nampak terlihat cantik tiba-tiba berubah menjadi ular kobra es raksasa, ular tersebut memiliki lima buah kepala, Melingkari tubuh Tomoe seakan dia sedang menjaga majikanya, tanah yang di injak Tomoe seketika itu berubah menjadi sebuah tanah es, hawa dingin yang menusuk keluar dari tubuh Tomoe. Butiran-butiran es kecil. itu tiba-tiba berkumpul memadat menjadi sebuah pedang, di tangan kananya.


Ular yang menjaga Tomoe, merayap maju terlebih dahulu, dia mencabik-cabik dan melahap mereka secara brutal, Tomoe pun tidak tinggal diam dia juga seakan menari dengan ayunan tehnik berpedang miliknya.


Sakuta yang melihat aksi Tomoe merasa terpukau, baru pertama kali dia meliat tarian pedang yang sangat indah seperti yang di lakukan tomoe.

__ADS_1


" Hemm .. tapi, aku sepertinya tidak asing, dengan jurus itu, aku juga sepertinya punya satu di kepalaku?"


Ular di samping Tomoe mencambuk iblis-iblis kecil di hadapannya, menggunakan ekor besar miliknya, dia juga mampu menyemburkan air dingin yang langsung membekukan musuh, apa lagi air tersebut merupakan racun, ketika hanya terkena satu tetes air tersebut. maka dia akan mati dengan perlahan seperti es balok yang mencair.


Setelah Tomoe berhasil meratakan semua pengganggu. dia rasa sudah cukup, ular kembali mengecil dan merayap ke arah Tomoe.


" Trima kasih." Ular tersebut kembali menjadi kalung yang menghiasi lehernya.


" Kau hebat, kau bertarung seakan sedang menari, apalagi tarian mu begitu indah."


" Trima kasih, tapi ini masih belum seberapa di bandingkan dirimu." Sambil merapikan rambutnya yang terurai.


" Oh iya, apa kau tidak akan memberinya sebuah nama." Sambil menunjuk kalung yang melingkar di lehernya.


" Kau benar Sakuta, aku akan menamaimu Yamata."


" Aku setuju, nama yang indah."


" Moo.. Sudah lah Sakuta, kau sering sekali menggodaku." Sambil membelakangi Sakuta, dan memainkan jarinya.

__ADS_1


' Apa tadi aku menggodanya.' batin Sakuta, itulah yang membuat wanita sulit di mengerti.


" Apa kalian akan bermesraan terus."


__ADS_2