
Ketika sang Titan menyerang, dan mereka mencoba untuk membalas sayatan cepat milik Sakuta, Sakuta menghempaskanya beberapa meter, dan Sakuta menariknya, bagai mahnet menarik besi, ketika Titan itu ditarik menuju Sakuta, dia menyayat mata kanan Titan tersebut.
Titan itu menjerit sejadinya, dia menutup matanya yang terluka, dengan tangan kanannya, Sakuta secepat kilat langsung membelahnya menjadi dua.
Selama dua minggu Sakuta tidak mengetahui dirinya berada dalam Dongeon seratus alam, dia bertemu lawan kuat yang memiliki aura seperti kaisar Dragon, mungkin memang karna kaisar Dragon telah tersegel ribuan tahun, sehingga kekuatannya atau auranya tidak mengerikan ketika semasa hidupnya dulu, menjadi kaisar para Dragon.
Sakuta sekarang berada di lantai sembilan puluh enam, itu adalah lantai tertinggi yang pernah di pijak seorang manusia, karena semakin kau menaiki lantai semakin kuat pula para makhluk penjaga lantai tiap Dongeon tersebut, sedangkan Sakuta muncul melalui puncak lantai di Dongeon.
Lantai sembilan puluh enam itu. Bersuhu rendah dan dingin, sekelilinya di selimuti bongkahan es, Sakuta berhasil membunuh para penghuni lantai tersebut, dia membantai puluhan srigala iblis gunung, dan para siluman beruang raksasa.
Sebenarnya ada pula ular berelemen es raksasa penghuni lantai ini, tetapi karna kontrak kiciyose dengan penguasa iblis Ratu Ular, tidak ada iblis bentuk ular yang berani menyerangnya.
__ADS_1
Sakuta menemukan sebuah pintu aneh, yang beraura begitu dingin, seakan es yang mengelilingi seluruh lantai berasal dari tempat asing itu, dan di sekeliling, pintu tersebut, di hiasi obor yang api yang berwarna biru.
Di dalam pikiran Sakuta tempat tersebut merupakan Bos Dongeon, seperti yang ia temui di lantai-lantai atas yang telah ia lewati, dia tersenyum kecil sambil terkekeh menikmati sensasi lawan yang lebih kuat.
Dia memasuki pintu tersebut, Ternyata dia di kagetkan seorang manusia tengah tersegel dan di rantai begitu kuat, tubuh yang tengah tersegel itu mengeluarkan hawa dingin sehingga membekukan tiap rantai, dan di sekelilingnya.
" Siapa kau ?"
Suara orang yang tengah tersegel itu ternyata seorang perempuan.
" Kau berada di lantai sembilan puluh enam, tempat terjauh yang hanya bisa di masuki orang terkuat, yaitu dewa perang LUBU KAIJI."
__ADS_1
sambil membuka matanya, " Berarti kau orang terkuat kedua setelahnya!."
" Aku tidak kenal dengan orang tersebut, apalagi aku muncul dari atas."
Perempuan tersebut mengerutkan dahinya, dia bahkan tidak merasakan aura dari mana atau apapun di tubuh Sakuta.
" Hahahahaha.. " *Suara tertawanya begitu menakutkan.* " kau coba menipuku, apalagi aku tidak merasakan mana dalam dirimu, kau pasti anak dari kaisar yang sedang berjalan jalan ke sini kan."
Keringat dingin keluar dari keningnya, dia pernah dengar walau Dongeon memang tempat menyeramkan, tapi itu tidak berlaku bagi keluarga kaisar, mereka dengan mudah menjadikan Dongeon, menjadi lokasi wisata dengan ribuan pengawal ahli, kelas SSS.
Tapi dia tidak merasakan orang kuat di belakang Sakuta, apalagi tempat yang dia tinggali hanya cuma satu orang yang bisa masuk, setahu dia hanya Dewa perang, dari negaranya yaitu negara badai.
__ADS_1
" Kalau kau, tak percaya, silahkan, kukira disini tempat bos lantai ini, padahal tadi darahku sudah mendidih karna ingin bersenang-senang."
"Apa? bersenang senang, di Dongeon seratus alam." dia membelalakan matanya, karna belum ada yang pernah mengatakan sesuatu tersebut. Apalagi Dia mengatakan bersenang senang di Dongeon, walaupun Dewa perang dari negaranya sendiripun, bahkan sebelum dia di segel, setiap menaiki lantai orang terkuat yang dia kenali itu, mengatakan tempat ini berbahaya bagi pendekar di bawahnya.