Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
07


__ADS_3

Sakuta, mengangguk pelan, dia memahami kisah yang di ceritakan Ratu ular, dia adalah keturunan pertama dari seekor Dragon dan Iblis tapi tubuhnya mengikuti sang ibu, dia terlahir berbentuk ular.


Tapi dia tidak lepas jauh dari darah keturunan seekor Dragon, Sang Ratu berlutut di hadapan Sakuta, dia memohon menjadikanya seorang sekutu atau sebagai hewan kiciyose, dan menjalin kontrak, dengan Ratu ular, ketika dia mendapatkan kesulitan, dia akan hadir membantunya, dan dapat memanggilnya dengan memakai segel tangan yang di lumuri darah asli, milik Sakuta.


Ratu ular memberikannya sebuah jubah emas, Dan mengeluarkan sebuah gulungan di hadapan Sakuta.


" Aku akan menuliskan namaku disini, Tuan muda juga melakukan sepertiku demikian, selain aku akan mengetahui lokasimu, semua ingatanmu dan apa yang kau lihat pun yang kau dengar dan bicarakan, aku akan tau."


Sakuta menulis namanya dengan darah jari jempolnya.


" Baiklah, aku akan menyimpan tanda kesetianku, Tubuhmu sekarang kebal dengan racun, bahkan darahmu bisa di jadikan, sebuah penawar bagi seseorang yang terkena racun, dan kita sekarang resmi menjadi sekutu." Ratu ular, berlutut kembali di hadapan Sakuta, " Di lembah kematian ini, Tuan tidak akan mungkin menemukan jalan, aku akan membawa tuan melalui jutsu teleportasi milikku."


" Kemana aku akan sampai?."


Ratu ular, membuat sebuah segel tangan, keluar sebuah lubang aneh di hadapan Sakuta.

__ADS_1


" Aku tidak yakin, Tuan akan kemana? tapi jutsu teleportasi ku akan mengantarkan tuan, menuju takdirmu!."


" Menuju takdir ku, maksudmu apa?."


Ratu ular hanya memberikan, sebuah katana, dan sarung katana, untuk pusaka berharga peninggalan pahlawan legenda, pemberian Kaisar Dragon.


" Takdir mu menantimu, aku tidak yakin kau akan kemana yang jelas, aku akan melindungimu."


Belum selesai, Sakuta di dorong masuk, Sakuta terperanjat karna dia sekarang di kelilingi makhluk besar, seperti raksasa tapi aura mereka sangat kuat.


" Ini sepertinya masih sebuah ujian untuk ku!."


Sakuta bagai sebuah angin topan, yang mengamuk dan menyayat mereka bagai sebuah tahu, dia tertawa dan menikmati pembantainya.


Tiba-tiba dia berhenti merasakan aura sekuat Dragon, makhluk itu semakin dekat dengan Sakuta, Dia berteriak dan menatap dingin ke arah Sakuta, seolah-olah Sakuta akan menjadi santapa makan malamnya.

__ADS_1


Makhluk raksasa yang paling besar di antara paling besar, itu mengeluarkan jutsu api, Air, Petir, dan angin, di atas kepalanya,jutsunya berbasis dan amat mengerikan, pancaran mana dan hembusan energinya menjadi sebuah angin yang kencang.


Sakuta membelalakan matanya, 'Titan, mungkin ini yang di sebut titan, budak para dewa yang kekuatanya hampir setara para penciptanya'.


" BAIKLAH ... AKU AKAN MELADENI KALIAN SEMUA."


Sakuta berteriak, dengan senyuman seorang pembunuh, ledakan mana yang Titan itu hempaskan, ke arah Sakuta, mengeluarkan getaran dan suara bagai sebuah ledakan nuklir.


Sakuta hanya dengan posisi siap berperang, hempasan dasyat itu meledak dan menghilang, Titan yang melihat jutsunya tiba tiba menghilang seakan di serap, mengerutkan dahinya, seakan tidak percaya.


Sakuta terkekeh kecil, dia menghempaskan kembali ke hadapan, Titan tersebut, Sakuta segera melompat bebarengan setelah terdorongnya titan dengan posisi menahan jutsunya, setelah Sakuta mengembalikan ke padanya.


Sakuta sudah berada di atas wajah titan, titan itu membelalakan matanya, Sakuta hanya tertawa sambil menyayat dengan kedua katana yang menempel di tangannya, seakan binatang buas yang membunuh karna dendam pribadinya.


" Mati, Mati, Mati, Mati, Mati, Mati..!"

__ADS_1


__ADS_2