
Tiba-tiba Kadal Naga yang terbesar itu menatap ke arah Shigen, dia mengerinyitkan giginya yang panjang.
Shigen membalas tatapan Monster itu dengan santay dan tersenyum kecut, Kadal itu kemudian membuka mulutnya lebar ke atas.
Energi Qi atau Mana di sekeliling tempat itu tiba-tiba berkumpul di atas mulut kadal raksas itu. Qi itu memadat menjadi satu sesaat terlihat dari jauh Qi yang terkumpul itu seperti hendak mau meledak. Shigen membelalakkan matanya karena terkejut.
Dengan geram dia juga segera membentuk sebuah segel tangan, tubuhnya tidak kalah cepat ikut mengumpulkan Qi atau Mana di sekeliling-nya.
WUSHhhhh....
Tubuh Shigen langsung terlapisi oleh zirah api yang terbuat dari Qi atau Mana yang ia padatkan dari energi alam di sekitarnya, bebatuan kecil serta rumput di sekeliling Shigen langsung meleleh dan terbakar akibat radiasi panas dari kekuatan-nya itu.
Para elf kebingungan entah harus apa yang harus mereka perbuat, dengan insting kepemimpinan-nya Rag langsung berdiskusi dengan pemimpin Dark elf.
Setelah berdiskusi sebentar antara Rag dengan pemimpin dari Dark elf, mereka setuju untuk membentuk sebuah segel kuno yaitu Qi pelindung yang bisa melindungi dan membatasi seisi gerbang desa milik elf putih tersebut.
Dengan cepat Rag menyuruh seluruh elf untuk berkonsentrasi membuat sebuah segel kuno agar bisa membentuk sebuah Perisai atau tameng dari Qi atau Mana untuk melindungi desa mereka dari serangan Kadal Naga tersebut.
Setelah beberapa detik mereka akhirnya membentuk sebuah perisai cahaya yang sangat kuat.
Shigen merasa tertolong dan ikut senang karena semua orang saling membantu dan semangat bertahan hidup mereka, Shigen bersyukur para elf bisa saling bekerja sama satu sama lain sehingga tidak membedakan warna kulit atau adat mereka.
Setelah beberapa detik detuman dan tekanan kuat energi dinding pelindung itu tiba-tiba semakin kuat dan bergetar sangat dasyat, Rag sedikit terkejut karena perubahan dasyat itu. Dia kemudian menengok ke arah belakang.
Dan dia kembali terkejut lagi karena kejutan warganya yang ikut membantu dan saling bekerja sama untuk mengokohkan dinding pelindung itu dari bawah dinding pembatas desa mereka, adiknya Laura juga ikut berada di barisan paling depan untuk andil untuk ikut berkontribusi membantu mengamankan desa bersama Shigen dan penjaga desa lain-nya.
" Apa kekuatan kalian hanya seperti ini!? Lihatlah para orang tua dan anak-anak di belakang kita... Mereka dengan semangat dan tanpa takut ikut menjaga desa kita dari kehancuran... "
Semua penjaga desa terkejut termasuk juga para Dark elf yang ada di samping mereka, mereka semua tersenyum dan kini tatapan mereka menjadi lebih berani dan kuat.
" Kita adalah penjaga desa ini.... Kita harus lebih berani menghadapi monster-monster aneh itu... " Seru pemimpin Dark elf tidak kalah semangat, semangat-nya kini ikut terbakar karena semangat seluruh orang di sekitarnya.
YAAAAHHHHH.....
Semua orang bersorak lantang, mereka seperti mendapatkan sebuah kekuatan yang lebih dan lebih lagi..
Shigen yang berada di depan menjadi tertawa dan entah kenapa? Tubuhnya kali ini sangat ringan dan lebih bersemangat ini berbeda dari biasanya.
Kadal Naga itu kemudian menyemburkan energi Qi atau Mana yang telah ia kumpulkan itu, Shigen kemudian berlari maju ke arah monster-monster kadal di depanya tersebut.
Dia atas udara sambil berlari maju ke arah Monster kadal Naga tersebut, Shigen melepaskan tempakan api yang sangat kuat dan dasyat ke udara.
__ADS_1
Ketika melayang jauh ke atas langit, bola api yang Shigen lepaskan itu meledak di udara seperti sebuah Bunga api atau kembang api.
Api yang meledak itu berjatuhan mengenai semua Kadal Naga yang berada di depan-nya tersebut.
Shigen kemudian berputar-putar di udara menyambut serangan dari Kadal Naga raksasa tadi sehingga membuat sebuah bola api, seakan bola api yang Shigen keluarkan itu seperti sebuah matahari kecil yang menahan serangan Kadal Naga itu.
Shigen kemudian terpental cukup jauh setelah menyambut serangan tersebut, karena Kekuatanya yang masih belum cukup untuk menahan serangan dari Kadal Naga raksasa itu.
Sehingga membuat dia terpental, beruntungnya karena keberanian Shigen itu kekuatan dari serangan Kadal Naga itu menjadi semakin menurun dan melemah.
Tapi tetap saja para elf yang bersama-sama untuk membuat dinding pelindung desa itu masih tetap kesulitan untuk menahan kekuatan dasyat tersebut.
Beruntungnya karena semangat dari seluruh elf yang berada di desa tersebut, serangan Kadal Naga itu tidak bisa menembus Dinding atau Tameng yang telah mereka buat.
Shigen bersama semua elf yang telah mengeluarkan hampir seluruh tenaga dalam mereka akhirnya, mereka kembali tenang dan terengah-engah.
Mereka mencoba mengontrol nafas mereka agar kembali pulih, Shigen langsung duduk bersila dan mengatur nafas miliknya.
Setelah beberapa saat asap yang menutupi pandangan mereka kini sudah menghilang, para elf sedikit melihat ada sebuah kemenangan untuk mereka.
Kini Kadal yang paling besar yang masih berdiri menghadap mereka, tapi tubuhnya juga ikut terpanggang dan tubuhnya juga gosong seperti kadal-kadal naga yang telah mati terpanggang oleh jurus Shigen.
Tapi rupa kadal itu menjadi lebih garang dan lebih memperlihatkan ke ganasan-nya, Shigen membuka matanya perlahan dan sedikit demi sedikit.
" Apa kau masih, penasaran dengan ku? Aku masih mempunyai beberapa jurus lagi untuk membunuh-mu Kadal... "
Kadal itu tidak menjawab sama sekali omongan Shigen, tapi tatapanya menunjukan kalau dia juga masih bisa untuk memakan Shigen atau membunuhnya.
Shigen sedikit membuat senyum mengejek di hadapan kadal itu, karena terlalu fokus terhadap Shigen. Kadal itu tidak menyadari puluhan anak panah yang sudah melayang di atasnya dan hendak menusuknya tersebut.
Shigen tidak kalah cepat, ketika kadal itu hendak menghempaskan ratusan anak panah yang kini melayang di atasnya.
Shigen membuat sebuah serangan kembali ke arah kedua mata milik Kadal Naga raksasa itu.
" Kali ini aku akan membunuh mu, ke titik yang paling fatal yang kau punyai."
SRAAKKkkk..
Suara kulit tersayat, terdengar jelas sampai ke tempat para elf menyaksikan kehebatan Shigen.
Darah segar kemudian mengucur deras dari leher kadal yang telah terpotong itu, selain itu anak panah yang kemudian jatuh menghujaninya menambahkan sebuah rasa kesan menyakitkan terhadap kadal raksasa itu.
__ADS_1
YAAAHHHHH....
YAAAHHHHH....
YAAAHHHHH....
Sorak Sorai beserta antusiasi seluruh elf beserta warga desa itu, membuat suasana di desa elf putih itu semakin meriah dan ramai.
Mungkin sampai bisa terdengar oleh semua makhluk hidup yang berada dekat desa di sepenjuru desa elf putih itu.
Anak dari pemimpin Dark elf itu yang sedari tadi masih pingsan, kini mulai terbangun. Dia terkejut karena sekarang dia tengah di kelilingi oleh para elf putih yang sedang bersorak riang atas kemenangan mereka.
Dark elf muda itu masih kebingungan dan pergi berlari mencari kawanan-nya yang mungkin juga berasa di sini.
Alangkah terkejutnya dia melihat ayahnya beserta kawanan-nya yang lain tengah berpelukan dengan elf putih di dekat mereka, dan tengah menabur senang bersama.
" Ada apa ini?.... " Teriakan Dark elf muda itu membuat seluruh elf yang tengah di Landa kebahagiaan kini berhenti seketika sambil memandanginya.
Ayahnya kemudian yang mendatanginya untuk pertama kali sambil memeluknya.
" Dengar.. Sekarang elf putih baik Dark elf akan membuat sejarah baru nak.. Mulai sekarang kita akan saling membantu dan bekerja sama untuk kemajuan dan kemanan desa kita nanti.... "
Yahh.. Yahhh.. Yahh... Yahh..
Hampir semua orang setuju dan berantusias dengan ucapan pemimpin Dark elf itu, karena saking senangnya mereka.
Mereka sampai lupa dengan Shigen, Shigen yang mulai merasakan tubuhnya yang semakin melemah tiba-tiba mulai hampir terjatuh ketanah.
Saat kesadarannya kemudian akan menghilang, tubuhnya tiba-tiba di tangkap oleh seseorang yang entah siapa orang itu.
Shigen melanjutkan tidurnya di pelukan orang itu, setelah kemenangan itu Laura segera memerintahkan salah satu teman-nya agar segera membuka pintu penjaga desa.
Dengan terburu-buru, Laura kemudian berlari ke arah Shigen yang masih berdiri dengan tegak.
Seketika dia mulai semakin dekat dengan Shigen, Shigen tiba-tiba mulai tumbang dan pingsan.
Beruntung Laura dengan cepat menangkapnya, dia kemudian memeluk tubuh Shigen dengan erat.
Seluruh mata tiba-tiba menatap ke arah mereka berdua.
Laura yang saat itu masih terbawa suasana haru masih tidak mempedulikan-nya untuk beberapa saat.
__ADS_1
Tetapi, setelah beberapa menit dia kemudian merasakan malu yang tidak bisa dia tahan kali ini, Laura tiba-tiba langsung mendorong jatuh Shigen yang sidah tak sadarkan diri.
Dia menutup wajahnya karena sudah begitu malu. Warna wajahnya itu semakin memerah, saat teman-temannya beserta orang-orang yang melihat semua kemesraan mereka itu tertawa terbahak-bahak.