Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Ketahuan


__ADS_3

"Apa lo mencintai Jerry...?" tanya Icha sambil menatap lekat Anna.


Anna terdiam. Dia sendiri juga bingung dengan perasaannya. Entah perasaan apa yang dimilikinya terhadap laki-laki itu. Yang jelas sekuat apapun dia berusaha mencintai Jerry, tetap saja dia tak bisa. Anna memang menyayangi Jerry tapi hanya sebatas teman dekat, tak lebih dari itu.


"Tanpa lo jawab pun gua udah tau kok jawabannya. Lo masih mencintai mas Rayyan kan...?"


Pertanyaan Icha kali ini benar-benar membuat Anna terpojok. Tanpa di jelaskan sekalipun Icha mungkin bisa menilainya. "Nggak kok.." Anna menjawab tanpa berani menatap wajah sahabatnya itu.


"Lo nggak bisa bohong An.., tuh di jidat loh tertulis nyata nama RAYYAN..." Icha menekankan nama Rayyan sambil terkekeh.


Seketika pipi Anna langsung memerah "Apaan sih lo.. Balik kantor gih, ntar di pecat beneran lagi ama bos lo..." usir Anna.


"Mana mungkin dia berani pecat gua. Justru dia bakalan berterima kasih ama gua karna gua udah berhasil mendekati istri seorang Arrayan Alfahri.." Icha mengangkat bahunya sombong.


Hahaha... Kali ini giliran Anna yang terkekeh. "Emangnya mas Rayyan itu siapa, hingga bos lo harus berterima kasih segala ama lo.." Anna mencibir. "Dan lagi, gua udah bukan istrinya sekarang. Istri Rayyan sekarang bernama HAZEL..." Anna menekankan kata-katanya.


"Serah lo deh mo bilang apa. Tapi gua pastikan lo bakalan jadi istri mas Rayyan lagi..."


"Emangnya lo peramal..?"


"Iya... Khusus meramal kisah percintaan lo dengan mas Rayyan.. Wee..." Icha menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Anna hanya bisa tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata sahabatnya itu tidak berubah sama sekali. Masih sama seperti dulu, yang selalu bisa membuatnya tertawa.


"Oh ya, lo belum kasih tau nama anak lo ke gua. Siapa namanya...?"


Deg...


Anna terdiam. Icha pasti akan menertawakannya kembali jika tau nama anaknya adalah Rayna. Karna nama itu adalah ide Icha sendiri yang berarti gabungan namanya dan Rayyan.


"Kok lo diam sih..? apa jangan-jangan lo lupa nama anak lo sendiri..?" ejek Icha.


"Ya nggaklah masa lupa nama anak sendiri, gila kali..."


"Makanya kasih tau dong. Penisirin nih..."


"Apa? Rayna..? jadi lo beneran kasih nama anak lo Rayna...?" Icha histeris.


"Biasa aja dong Cha. Lebay amat ekspresi lo..." sungut Anna.


"Ya gua nggak nyangka aja An, lo benar-benar kasih nama anak lo Rayna yang berarti Rayyan dan Anna. Padahal waktu itu gua cuma bercanda lo..."


"Ya gimana lagi gua udah jatuh cinta duluan ama nama itu. Cocok aja gitu.., ada nama gua dan nama mas Rayyan..."

__ADS_1


"Ciiiieee...., katanya nggak cinta. Tapi nggak bisa ngelupain..." ledek Icha lagi.


"Udah deh Ca..."


"Kalau gitu lo harus berterima kasih ama gua..."


"Makasih ya Cha, udah ngasih Ide buat nama anak kami..." ujar Rayyan yang tiba-tiba datang. Senyum kebahagiaan terpancar jelas dari wajah tampannya.


Jleb..


Seketika Anna dan Icha langsung bangun, dan mereka saling tatap. Jantung mereka berpacu dengan sangat cepat seakan mau melompat dari tempatnya. Bagaimana tidak Anna baru saja menceritakan jika Rayyan sampai saat ini belum tau jika Rayna itu adalah anak kandungnya, karna tante Yasmin mengatakan jika Anna keguguran waktu itu. Walaupun Rayyan kini sudah mengetahuinya.


Rayyan kemudian langsung duduk di samping Anna dan melingkarkan tangannya di pinggang Anna.


"Gimana sayang, apa kamu senang bertemu sahabat lamamu...?" tanya Rayyan sambil menarik Anna agar lebih mendekat lagi dengannya.


Dug...dug... Anna berusaha mengatur detak jantungnya yang masih tak beraturan.


"Umm,, sepertinya gua mesti balik kantor nih An. Soalnya ada pekerjaan penting yang harus gua selesain." ujar Icha cengengesan. Icha sengaja mencari alasan agar bisa pergi dari tempat itu.


Seketika Anna langsung memplototi Icha, berharap Icha tak pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Besok gua kesini lagi ya... daa..." Icha melambaikan tangannya sambil meninggalkan kamar itu.


'Dasar Icha si*lan. Gua mesti gimana sekarang?'


__ADS_2