Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
93


__ADS_3

Setelah kepergian mama Jerry, Anna pun juga meninggalkan restoran itu. Dia berjalan dengan sangat cepat dengan air mata yang membasahi pipinya. Hingga kemudian dia tidak sengaja menabrak seseorang.


Bruukk... Anna langsung terjatuh ke lantai.


"Astaga.., mbak nggak apa-apa..?" tanya orang tersebut.


"Udah Ca, biarin aja kita sudah di tunggu..." ujar seorang laki-laki yang datang bersama orang itu.


"Tapi pak..."


Laki-laki itu langsung menarik tangannya, dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu tanpa berniat menolong Anna.


"Aaaww..." Anna meringis kesakitan karna kakinya benar-benar sakit. Anna kemudian ingin berdiri namun dia sama sekali tak bisa.


"Mbak Anna...?" Dio yang baru datang kesana tidak sengaja melihat Anna. Dan dia pun langsung membantu Anna untuk berdiri.


"Aawww..., aku nggak kuat sakit..." ujar Anna kesakitan. Sepertinya Anna tidak mengenali wajah orang yang ingin menolongnya itu. Karna memang dia baru beberapa kali bertemu Dio dan itu pun sudah lama. Berbeda dengan Dio yang hampir setiap hari mendengar bosnya menyebut namanya, apalagi saat mabuk. Dan lagi foto Anna juga terpajang rapi di apartement bosnya itu.

__ADS_1


"Ma'af mbak..." Dio terpaksa mengangkat bahu Anna dan membantunya berdiri. Kemudian mendudukkan Anna di tempat duduk yang ada di depan restoran itu.


"Makasih ya..." ucap Anna.


Dio tersenyum. Kemudian Dio pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menghubungi bosnya Rayyan, namun Rayyan sama sekali tak menjawab telponnya. Sepertinya Rayyan masih meeting di dalam. Dio pun berniat menyampiri bosnya itu langsung.


"Mbak Anna tunggu di sini bentar ya, jangan kemana-mana..." ujar Dio.


"Ma'af mas, apa mas mengenali saya..?" tanya Anna.


Lagi-lagi Dio tersenyum "Saya Dio mbak, asistennya pak Rayyan.."


"Hehe iya mbak.." Dio langsung menimpali. "Aku tinggal bentar ya mbak..." Dio kemudian langsung meninggalkan Anna disana.


Sementara Icha kini tampak gelisah. Dia masih teringat wanita yang menabraknya tadi. Entah kenapa Ica merasa sangat dekat dengan orang itu. Dan dia sangat merasa bersalah karna tak bisa menolongnya. Bosnya Haikal sudah di tunggu oleh Rayyan dan juga klien mereka. Perusahaan mereka memang sedang menjalin kerjasama.


Tak lama kemudian terlihat Dio datang, dan langsung berbisik di telinga Rayyan.

__ADS_1


"Ma'af pak, mbak Anna ada di luar dan dia cidera.."


"Apa..?" Rayyan melototkan matanya. "Ma'af, saya harus pergi." ujar Rayyan sambil berdiri dari duduknya, dia terlihat sangat panik. Kemudian dia langsung bergegas mengikuti Dio di depannya.


Namun sesampainya disana, mereka tidak menemukan Anna. Sepertinya Anna sudah pergi.


"Tadi mbak Annanya duduk di sini pak. Dia bahkan nggak bisa berdiri tadi, dan saya yang membantunya berdiri..." ujar Dio sambil menunjuk tempat duduk Anna.


"Berikan kunci mobilnya, dan gantikan saya di dalam..."


"Ini pak..."


Rayyan langsung mengemudikan mobilnya sambil tangannya sibuk menelpon Anna. Namun sama sekali tak mendapat jawaban telponnya.


"Angkat dong An.." Rayyan memukul-mukul stir mobilnya. Kemudian dia langsung menuju rumah sakit, berharap Anna ada disana.


Anna kini telah sampai di sekolah Rayna. Tadi fitri menelponnya jika sopir mereka belum datang menjemput karna ada suatu halangan. Namun yang membuat hati Anna hancur karna Fitri bilang Rayna tak hentinya menangis karna di ejekin teman-temannya. Entah darimana mereka tau jika laki-laki yang selalu di panggil Rayna dengan panggilan daddy itu ternyata bukanlah ayah kandungnya. Mereka juga bilang jika Rayna anak yang tidak diinginkan oleh ayah kandungnya sehingga di tinggalkan begitu saja saat masih dalam kandungan. Anna sangat yakin pasti mama Jerry dalangnya.

__ADS_1


"Mommy...." Rayna menangis memeluknya. Dan Anna pun menenangkannya.


"Kenapa mama kamu harus melakukan sejauh ini Jer..? jika dia membenciku, cukup aku saja jangan bawa-bawa Rayna.." batin Anna menangis.


__ADS_2