Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Mendaftarkan Rayna sekolah


__ADS_3

Tak butuh waktu lama orang suruhan Rayyan akhirnya berhasil menemukan semua informasi tentang Anna. Anna di ketahui tidak pernah menikah lagi, dan bahkan di surat lahir Rayna tertulis nama Rayyan sebagai ayahnya. Setelah melahirkan, Anna di ketahui kembali melanjutkan kuliahnya di salah satu universitas terkenal di kota B. Dan selama di Jerman, Anna juga tidak tinggal serumah dengan tante Yasmin, dia tinggal bersama putrinya Rayna dan beberapa orang asistennya.


Kini Rayyan tak akan membiarkan siapapun merebut anak dan istrinya, dia akan mengambil kembali apa yang sudah menjadi miliknya apapun caranya.


***


"Mommy, uncle, let's go..." ujar Rayna yang tiba-tiba datang. Gadis kecil itu tampak begitu bersemangat sekarang. Tak terlihat lagi kesedihan di wajahnya seperti sebelumnya.


"Rayna udah siap sarapannya...?" tanya Rayyan.


"Udah..." Rayna mengangguk.


"Oke, let's go..." Rayyan meraih tangan Rayna dan membawanya menuju ke mobil.

__ADS_1


Dan Anna pun terpaksa mengikuti Rayna dari belakang, dia tak akan membiarkan Rayna pergi dengan Rayyan tanpa di dampinginya. Bisa-bisa Rayyan benar-benar akan membawa Rayna pergi darinya.


Di sepanjang perjalanan Rayna tampak asyik mengobrol dengan Rayyan. Mereka benar-benar terlihat akrab seperti anak dan ayah. Dan itu membuat ketakutan Anna semakin bertambah besar, rasanya dia ingin membawa Rayna kembali ke luar Negeri.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di gedung preshchool terbaik di kota itu. Rayyan juga ikut masuk mendampingi Anna mendaftarkan Rayna di sana. Mereka benar-benar terlihat seperti keluarga yang utuh. Apalagi Rayna ingin berjalan sambil menggandeng tangan kedua orangtuanya. Maksudnya tangan mommy dan unclenya, karna Rayna tidak tau jika Rayyan itu adalah daddynya yang sebenarnya. Setelah itu Rayyan pun langsung meninggalkan tempat itu karna ada meeting penting di kantornya. Dia berjanji pada Rayna akan datang menjemputnya nanti dan akan membawanya jalan-jalan ke mall.


Anna kini sedang berada di taman dekat sekolah Rayna. Entah sudah berapa lama dia duduk di situ. Pikirannya benar-benar sangat kacau dan tidak tenang. Apalagi sikap Rayyan yang tiba-tiba berubah drastis kepadanya. Rayyan bahkan tak ingin bicara lagi dengannya. Sepertinya Rayyan benar-benar marah. Namun kedekatan Rayyan dan Rayna semakin tak terpisahkan lagi. Dalam waktu singkat Rayyan berhasil merebut hati gadis kecil itu. Dan itu membuat Anna benar-benar takut.


"Baaaa...." Tiba-tiba Jerry datang mengagetkannya.


"Lagian kamu sih, ngapain ngelamun di sini ntar kesambet lo..."


"Aku nggak ngelamun kok..." elak Anna.

__ADS_1


"Nggak ngelamun tapi lagi banyak pikiran. Ayo cerita, ada masalah apa..." Jerry kemudian duduk di samping Anna.


Anna menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. "Aku ketemu mas Rayyan Jer..." lirihnya.


"Apa...?" Jerry terkejut. "Kok bisa, dan dimana kamu bertemu dengannya..?" Jerry mencecarkan banyak pertanyaan.


"Ceritanya panjang Jer. Aku benar-benar takut sekarang...." Anna sudah tak mampu lagi menahan air matanya.


"Udah kamu tenang ya, nggak usah takut ada aku yang selalu menjagamu dan Rayna.." Jerry kemudian menarik Anna kedalam pelukannya.


"Aku takut dia akan mengambil Rayna dariku.." Anna terisak.


"Itu nggak akan terjadi An. Laki-laki itu sama sekali nggak berhak atas Rayna. Karna Rayna itu adalah anakku.." tegas Jerry.

__ADS_1


Rayna memang bukan darah dagingnya, tapi sejak dalam kandungan dia lah yang selalu mengurusnya. Bahkan Jerry juga yang mendampingi Anna saat melahirkan. Mungkin laki-laki pertama yang di lihat Rayna setelah dokter adalah dirinya. Selama tiga tahun ini mereka sama-sama menjaga dan merawat Rayna. Jerry juga tidak akan rela jika Rayyan tiba-tiba mengambil Rayna dari mereka.


__ADS_2