Lelaki Pilihan Papa

Lelaki Pilihan Papa
Karya pertamaku


__ADS_3

Hari ini seperti biasanya setelah Rayyan berangkat ke kantor, Anna pun bersiap-siap berangkat ke butik. Sampai saat ini Rayyan masih belum tau jika dirinya bekerja di butik.


"Bi, aku berangkat dulu ya..." pamit Anna pada bik Sri. Sebenarnya Anna kasian juga ninggalin bik Sri sendirian di apartemen. Tapi Anna juga sangat menyukai pekerjaannya.


"Non..." panggil bik Sri, sepertinya ada sesuatu yang menjanggal di hatinya.


"Kenapa bik...?" tanya Anna lembut.


"Apa tidak sebaiknya non berhenti kerja aja..? sejujurnya bibik sangat takut non jika suatu hari nanti pak Rayyan mengetahuinya. Sebenarnya pak Rayyan itu sering banget nelpon bibik nanyain non, bibik selalu bilang jika non ada.."


"Bik.., aku minta ma'af ya karna udah bikin bibik selalu bohong. Tapi aku benar-benar sangat menyukai pekerjaanku ini bik. Lagian aku di sana kerjanya santai kok bik, cuma menggambar desain doang. Bibik tau kan kalau dari dulu aku sangat menyukai dunia fashion. Dan jika mas Rayyan tau, dia pasti nggak ngizininin aku bik. Aku bosan di rumah terus..."


"Iya non, bibik ngerti..."


"Bibik tenang aja ya, aku yakin mas Rayyan nggak bakalan tau kok, lagian dia kan sibuk banget sekarang.."


"Ya udah deh non, selagi bisa bibik akan terus membantu non. Tapi non hati-hati ya..."


"Iya bik... Makasih ya udah selalu ada buat aku.."


Bik Sri mengangguk.


"Ya udah kalau gitu aku berangkat ya bik.."


"Hati-hati non..." bik Sri hanya bisa melihat kepergian nona mudanya.


Anna kemudian langsung naik ke taksi online yang sudah di pesannya tadi.


Sesampainya di butik, Anna langsung menuju ruangan Intan. Kemaren Intan memberinya tugas untuk mendesain gaun pesta untuk anak remaja. Anna sangat senang karna sekarang Intan benar-benar sudah mempercayainya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, namun Intan belum datang juga. Tadi dia bilang ada urusan penting yang harus di selesaikannya.


Anna bangun dari duduknya dan menuju pantry untuk membuatkan kopi. Entah kenapa daritadi dia merasa sangat mengantuk dan juga lelah. Mungkin karna semalam habis begadang dan melakukan olahraga malam bersama Rayyan.


"Baaaaaa..!" suara seseorang tiba-tiba mengagetkan Anna dari belakang. Dan itu adalah Icha.


"Astaga..." Anna mengusap dadanya. Jantungnya seakan lepas dari tempatnya. "Ichaa..., ngagetin aja sih..?" teriak Anna.


"Hahaha..." Icha tertawa ngakak. "Abisnya lo sih dari tadi gua liat ngelamun aja. Lagi mikirin apa sih..?"

__ADS_1


"Mana ada gua ngelamun. Orang gua lagi bikin kopi juga. Kok lo tiba-tiba ada di sini..? bolos ya..?"


Hehe.. Icha cengengesan. "Tau aja lo.. Gua males banget masuk kelasnya pak Jodi bikin ngantuk apalagi nggak ada lo. Oh ya gua juga mau dong kopi.."


"Mau juga ya..? Bikin sendiri...!" ucap Anna Anna sambil berlalu meninggalkan Icha.


"Iihhh tega banget sih.." kesal Icha.


"An..." panggil kak Intan.


"Ehh kak Intan udah datang..?" Anna menghampiri Intan.


"Nih kakak bawa sesuatu buat kamu..." ucap Intan sambil memperlihatkan paperbag di tangannya.


"Apaan tuh kak...?" Anna penasaran.


"Buka aja nih..." Intan menyerahkan paperbag itu ke tangan Anna. Anna pun langsung membukanya. Dan ternyata adalah gaun warna putih yang sangat cantik.


"Ini gaun rancanganku ya kak...?" Anna berbinar.


"Ummpp..." Intan mengangguk.


"Cobain langsung..." titah Intan.


"Oke kak..." Anna kemudian langsung menuju ruang ganti. Tak lama kemudian dia keluar dengan mengenakan gaun itu. Benar-benar terlihat sangat cantik di badannya.


"Gaunnya pas banget kak di badan aku kak..." ucap Anna sambil berputar-putar bak seorang model.


"Kan memang ukuran kamu An. Orang kakak bikinnya buat kamu.."


"Buat aku..? beneran kak..?" Anna sangat senang.


"Iya dong An.. itu adalah karya pertamamu yang kakak persembahkan untukmu..."


"Wah makasih banyak kak..." Anna langsung memeluk Intan.


"Ciiee yang lagi pake gaun rancangan sendiri. Aku juga mau dong di buatin gaun cantik kayak gitu..." ujar Icha yang baru datang pantry.


"Emang kamu sanggup beli..? karya Anna tu mahal lo.." ledek Intan.

__ADS_1


"Biasanya sih kalau masih awal-awal gratis lo..."


"Hari gini nggak ada yang gratis..." cibir Anna.


"Ayolah An.., buatin punya gua. Biar bisa gua pakai ke pestanya Elsa. terus gua bisikin tuh si Dewa, kalau lo udah jadi desainer hebat sekarang. Pasti dia bakalan nyesel..."


"Apaan sih... Udah ahh gua mau ganti baju dulu..." Anna kembali masuk ke ruang ganti.


Icha masih menunggu Anna di depan ruang ganti. Tak lama kemudian dia mendengar seseorang masuk ke butik dan langsung terlihat akrab dengan kak Intan.


"Itu kan kak Hazel sepupunya mas Tomi.." batin Icha. Tomi adalah nama suaminya Intan.


Tak lama kemudian Icha pun melihat Rayyan masuk ke butik itu menyusul Hazel.


"Astaga..., ada mas Rayyan..." Icha panik dan langsung nenutup wajahnya dengan tangannya. Untung Rayyan tidak melihat ke arahnya.


"An, udah belum...?" tanya Icha dengan suara setengah berbisik.


"Apaan sih lo bisik-bisik.." sahut Anna dari dalam.


"Buruan keluar An, di luar ada mas Rayyan.." lagi-lagi Icha berbisik.


"Apa...?" Anna sangat terkejut. Dengan cepat Anna keluar dari sana untuk bersembunyi. Nggak mungkin juga dia sembunyi di dalam ruang ganti, karna pasti akan ketahuan. Anna dan Icha langsung mencari tempat persembunyian yang di rasa aman dari penglihatan orang-orang di sana. Namun masih bisa melihat dan mendengar ucapan mereka.


"Kok udah lama nggak kesini...?" tanya Intan ke Hazel. "Banyak model baru lo..." butik Intan tidak hanya menyediakan pakaian pengantin, tapi juga berbagai macam model lainnya.


"Sibuk banget sekarang kak. Papi langsung kasih beban berat ke aku, padahal aku baru aja tamat kuliah..."


"Kamu kan penerus perusahaan Zel, jadi wajarlah papi mu nggak mau kamu main-main..."


"Iya sih kak.. Tapi aku juga pengen santai sedikit. Ini aja kebetulan bisa mampir sini, karna lagi cari gaun buat acara pesta pertunangan anak kolega papa..."


"Nggak apa-apa Zel, sekarang kerja keras dulu besok tinggal nikmatin hasilnya. Oh ya, siapa laki-laki itu? apa dia yang bernama Rayyan..?" ternyata Intan juga sudah tau jika Hazel sudah di jodohkan dengan Rayyan. Dan dia tidak tau jika Rayyan itu adalah suaminya Anna.


"Ummpp..." Intan tersenyum malu-malu.


"Ganteng banget Zel..." puji Intan.


'Jadi dia yang bernama Hazel..?'

__ADS_1


Hati Anna benar-benar terasa tertusuk sekarang.


__ADS_2